Young and Dangerous

Meet Jeremy Blanchet. The executive chef of Pearl, Legian’s best kept French fine dining restaurant secret, divulges his passion for authenticity and immaculate plating.


Half hidden in the touristic Jalan Arjuna is a culinary pearl that will take one by surprise. Just like its namesake, the restaurant is a gem especially made for lingering dinner and intimate conversation. Dishes after dishes of beautifully plated French classics such as lobster bisque, magret de canard and braised beef with red wine sauces are giving solid reason for its ardent patrons to continue coming back since the restaurant opened 8 years ago.


Jeremy Blanchet is the power behind this culinary pursuit. Hailed from the south of France, the thirty years old chef found his knack for cooking during his teenage years living in the Carribean Islands. He completed his training under the renowned chef, Thierry Maffre-Bogé who had a one Michelin-starred credential at his restaurant, Le Petite France in Maussane. “I learned about the backbone of French cooking there, from mixing ingredients to making sauces. Sauce is very important for a French dish. It took hours to make them, making stocks and reducing until you have the exact texture and taste that you want,” says Blanchet. 


That long hours of practice are being put down to good use in the kitchen. Despite the challenges, Blanchet is adamant in creating authentic French flavour in Bali. His deep love for the long tradition can be savoured in every bite while his understanding for the importance of good presentation created a feast for the eye. “Before deconstructing a cuisine, turning them into molecular gastronomy or fusion, I think it is also important for people to taste the original. That’s what I want to achieve here. Traditional recipe with a modern presentation,” claims Blanchet before checking on his sourdough bread in the oven. 


Pastry and bakery are his other passion. As evident in his current menu, dessert plays a significant role. From the classic chocolate moelleux to a stunning composition of chocolate sphere with raspberry sorbet, caramel sauce and white chocolate emulsion; the desserts are carefully made to complement and create the final lasting impression. Take the Passion Lemon Tart, a refreshingly lighter take than the classic French version. “It is less sweet than the original recipe, fresh with a light filling and a crispy, buttery crust. It is also slightly acidic, a good way to end a rich and flavourful meal,” claims the chef. 


Despite his strong Provençal root with its signature sun-kissed fresh produces and light seasoning, Blanchet admits to derive his creations from various Gallic regional cuisines. Typically, he would go back to original recipes and choose the one which ingredients are available in Bali and ended up with a new reinterpretation of a dish. Do take note of his name because there will be more exciting creation to come from this talented chef in the future.


---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Ada sebutir mutiara kuliner mengejutkan yang tersembunyi di Jalan Arjuna yang turistik. Sesuai dengan namanya, restauran itu adalah batu berharga yang seakan dibuat untuk makan malam panjang dan pembicaran yang akrab. Hidangan demi hidangan yang dirangkai dengan sempurna terdiri dari sajian masakan Prancis klasik seperti lobster bisque, magret de canard dan braised beef dengan saus anggur merah berhasil memberikan alasan yang kuat kepada para pelanggannya untuk terus kembali sejak restauran dibuka 8 tahun yang silam.


Jeremy Blanchet adalah kekuatan di belakang usaha penyempurnaan cita rasa kuliner ini. Berasal dari selatan Prancis, chef berusia tiga puluh tahun ini menemukan bakatnya dalam memasak sebagai remaja yang tinggal di Kepulauan Karibia. Ia lantas menyelesaikan pelatihannya di bawah bimbingan chef Thierry Maffre-Bogé yang memiliki satu bintang Michelin untuk restaurannya, Le Petit France di Maussane. “Saya belajar tentang dasar masakan Prancis saat di sana, dari meramu bahan hingga membuat saus. Saus sangat penting di dalam masakan Prancis. Kadang berjam-jam diperlukan untuk membuatnya, membuat kaldu lalu membiarkannya mengental hingga menjadi tekstur dan rasa yang kita inginkan,” kata Blanchet.


Jam panjang penuh latihan itu kini ia praktikkan di dapur. Meski mendapat banyak tantangan, Blanchet beritikad untuk menciptakan cita rasa Prancis di Bali. Kecintaannya terhadap tradisi kuliner yang panjang dapat dinikmati di tiap gigitan sementara pemahamannya terhadap pentingnya presentasi menghasilkan keindahan di atas piring. “Sebelum mendekonstruksi sebuah masakan, mengubahnya ke molecular gastronomy atau fusion, saya rasa penting untuk merasakan rasa aslinya. Itulah yang ingin saya capai disini. Resep tradisional dengan presentasi modern,” ungkap Blanchet sebelum pergi untuk mengecek roti sourdough-nya di oven. 


Pastry dan bakery adalah kecintaannya yang lain. Sangat jelas terlihat pada menu yang ia susun saat ini, makanan penutup memainkan peran yang penting. Dari hidangan klasik seperti chocolate moelleux hingga komposisi sajian kubah cokelat dengan sorbet raspberry, saus karamel dan emulsi cokelat putih; seluruh hidangan penutupnya dibuat dengan cermat untuk melengkapi dan menciptakan kesan terakhir yang susah dilupakan. Passion Lemon Tart contohnya, hidangan yang dibuat lebih ringan daripada versi Prancis aslinya. “Rasanya tidak terlalu manis, segar dengan isian yang ringan serta pinggiran kue yang renyah dan gurih. Asam adalah cara yang nikmat untuk mengakhiri santapan yang kaya rasa,” ujarnya.


Meski memiliki akar cita rasa masakan khas Provençal yang dikaruniai oleh produk alam terbaik serta bumbu yang ringan, Blanchet mengakui bahwa ia mengambil inspirasi untuk kreasinya dari berbagai masakan regional Prancis. Kerap kali, ia akan mencari resep-resep asli lalu memilih resep yang memiliki produk yang tersedia di Bali untuk kemudian menghasilkan reinterpretasi yang baru dari sebuah hidangan. Ingat nama ini karena akan ada kreasi menakjubkan yang ia akan hasilkan di masa depan.

0 0
Feed