True to Its Artisanal Roots

Don Bakeshop shows Jakarta that high quality and affordable croissant is for everybody to enjoy without exception. Driven by skills and passion, Chef Dony Muhadi as the owner, shares a story about his business and the mission for the future of Indonesian pastry world.


Can you share us your background, Chef?

I studied at NHI, Bandung and specializing myself in pastry since the beginning. In 2007, I moved to The States and was employed as seasonal worker in the F&B industry. I moved around every six months from Florida, Colorado, and Wyoming for work there. Later for around a year, I was working at a cruise ship until I landed in Bali as a Pastry Chef for The Westin Resorts Bali. I was climbing my way up as a cook, demi chef, chef de partie and lastly as a Pastry Chef.


What happens after Bali?

I always have a dream to open my own pastry shop one day. After two years in Bali, I decided to resign. However, I couldn’t start the business right away, since I need to raise the capital first. What my wife and I have been doing for the past five years is instead, expanding our clothing business!


From the profit, I was finally able to finance my own pastry business little by little. From purchasing the mixer, oven, proofer, and building a lab. Finally, this year Don Bakeshop opens in ITC Mall Ambasador. As for the products, Don Bakeshop features a wide variety of baked goods – from croissants, kouign amann, pain au chocolat, and many more.


And for that past five years, I also did all my homework and research. So, by the time the shop opens, I had figured out already the standards for everything - costing, quality, and the market. I wanted it to be enjoyed by every segment, but that doesn’t mean I compromise the quality. 


Nowadays even, many still relate croissant as fancy food, but I want to show that it’s affordable and relevant for everybody. That’s why I popularize the Croissant Ceban movement (croissant worth ten thousand rupiahs), but it came with supreme quality.


With such quality, why did you start your business at a trade center?

Several of my colleagues were also surprised with my decision to open up a shop at a trade center, instead as a standalone cafe or at premium shopping malls. Honestly speaking, it’s because of  my financial capability. However, since we also own a clothing shop there, we know for a fact that trade centers tend to attract office workers and middle-class customers – the very kind of customers we’re targeting. Turns out it sells well, and I have been receiving good feedbacks, even though it all started as a one-man show – from productions, logistics, and even marketing!


Aside from your shop there, how about other clienteles?

Kelapa Gading area has always been my playground and here I’m getting along with many coffee shop owners. I realized that many coffee shops in Jakarta are actually looking for decent pastry to accompany their specialty coffee. With my standards and pricing, Don Bakeshop can provide a solution. Up until this point, I have been supporting several coffee shops here, until eventually this attracts bigger client like Djournal Coffee – to where I supply my products fresh, on daily basis.


With this movement, what do you wish to accomplish?

True to what I was saying in the beginning, I never compromise about quality in addition to using premium French butter for my baked goods. How is that possible for me? It’s because I’m selling my croissants only with the slightest margin of profit. However, I want it to be artisanal and not just using the word as a gimmick. Don Bakeshop started out with a mission – to make people enjoy affordable yet quality croissant. In Jakarta, it’s hard to find great croissant, and one that also can be enjoyed by everyone. I would like our products to speak for themselves through the meticulous methods we use in the kitchen and that this is not just about profits. That’s where I can truly show what my passion is and how I can
educate the market.


Being realistic with the pricing is also key for to the business. It would be the same as the rest of competition if we’re setting up the same price.


How many baked goods do you produce on daily basis?

We are increasing our productivity gradually in hundreds and now reaching around 1,000 per day. It’s challenging to maintain the standards even at that number, because I ensure each of our products is carefully hand rolled and hand shaped. There’s a process that we need to respect, and not just bypassing the steps just to make it quick. That’s a philosophy that derives from how we make our sourdough bread – which will be introduced soon to our lineup.


What are your next plans with Don Bakeshop?

We recently just acquired a bigger space at ITC where people can casually sit and enjoy coffee. It wasn’t my intention in the beginning to enter the beverage industry, but coffee and croissant are inseparable. Also, we are really looking forward to finalizing our bigger kitchen and installing the new oven so we can produce more. Lastly, we’re also launching our doughnuts lineup, so be sure to try once it’s available!



=================================================================================================================================


Don Bakeshop menunjukkan kepada Jakarta bahwa croissant berkualitas dengan harga bersahabat bisa dinikmati semua orang tanpa terkecuali. Berbekal kemampuan dan passion, Chef Dony Muhadi selaku pemiliknya berbagi sedikit cerita mengenai bisnis dan misinya untuk masa depan dunia pastry Indonesia.


Bisakah Chef menceritakan latar belakangnya?

Awalnya saya kuliah di NHI, Bandung dan fokus di pastry sejak awal. Di tahun 2007 saya pindah ke Amerika Serikat dan bekerja sebagai pegawai musiman di industri F&B. Saya pindah setiap enam bulan dari Florida, Colorado, hingga Wyoming untuk bekerja. Kemudian saya pernah bekerja di kapal pesiar selama setahun hingga akhirnya menjadi seorang Pastry Chef untuk The Westin Resorts Bali. Saya memulai karir saya sebagai cook, demi chef, chef de partie, hingga Pastry Chef.


Bagaimana cerita sesudahnya?

Saya selalu punya mimpi untuk membuka pastry shop saya sendiri satu hari nanti. Setelah bekerja dua tahun di Bali, saya memutuskan untuk mengundurkan diri. Namun, saya belum bisa memulai bisnis pastry sesegera itu karena masih membutuhkan modal. Sehingga saya dan istri justru membangun bisnis baju terlebih dahulu selama lima tahun!


Dari keuntungannya, saya bisa menyisihkan untuk membeli mixer, oven, proofer, hingga membangun lab sendiri. Akhirnya di tahun ini Don Bakeshop dibuka di ITC Mall Ambasador. Produk-produk kami antara lain adalah croissant, kouign amann, pain au chocolat dan masih banyak lagi.


Selama lima tahun itu juga saya melakukan banyak persiapan. Sehingga saat toko nanti buka, saya sudah punya standar mengenai cost, kualitas, dan pasar yang saya tuju. Saya ingin produk Don Bakeshop bisa dinikmati semua lapisan dan kualitas tetap terjaga. Hingga hari ini banyak yang mengira kalau croissant adalah makanan mewah, tapi saya ingin menunjukkan bahwa itu tidak benar. Inilah mengapa saya mempopulerkan gerakan Croissant Ceban yang hadir dengan kualitas. 


Dengan kualitas demikian, mengapa Anda memulai bisnis di sebuah trade center?


Beberapa rekan saya juga mengutarakan rasa kaget mereka dengan keputusan ini, ketimbang saya membuka cafe yang berdiri sendiri atau di dalam mall. Sejujurnya ini karena modal saya yang terbatas. Namun karena kita punya pengalaman sebagai tenant di sana, maka saya tahu bahwa pengunjung kelas menengah dan karyawan menghadirkan banyak potensi. Ternyata hasilnya bisa diterima dengan baik, meskipun segala sesuatunya saya kerjakan sendiri awalnya – dari produksi, pengiriman, hingga pemasaran!


Selain itu, bagaimana cerita dengan klien lainnya?


Kelapa Gading adalah tempat saya nongkrong sehari-hari dan di sinilah saya kenal banyak pemilik kedai kopi. Dari situlah saya mengerti bahwa banyak coffee shop yang membutuhkan produk makanan berkualitas sebagai pendamping kopi. Dengan apa yang bisa saya tawarkan ternyata ini menjadi solusi bagi mereka. Sekarang saya sudah memasok produk-produk Don Bakeshop ke beberapa coffee shop di sini dan klien sebesar Djournal Coffee juga. Saya mengirimkan produk yang segar dibuat setiap harinya. 


Dengan pergerakan ini, apakah yang ingin Anda capai?

Sesuai yang saya sampaikan di awal, saya tidak ingin berkompromi soal kualitas – terlebih karena saya juga menggunakan merk premium mentega asal Prancis. Mengapa saya bisa mengambil jalan ini? Itu dikarenakan saya menjual produk hanya dengan margin kecil. Tapi saya ingin produk saya tetap artisan dan bukan sekadar gimmick saja menggunakan

istilah tersebut. 


Don Bakeshop dimulai dari sebuah misi sederhana, yaitu agar masyarakat bisa menikmati croissant berkualitas dengan harga terjangkau. Bahkan di Jakarta, sesungguhnya sulit untuk mencari croissant yang bagus, apalagi yang bisa dinikmati semua lapisan. Saya ingin standar kualitas Don Bakeshoplah yang berbicara. Saya tidak hanya sekadar mencari keuntungan, sehingga yang bisa saya tunjukkan adalah passion dan bagaimana saya bisa membantu mengedukasi pasar. 


Selain itu, realistis dengan penetapan harga juga menjadi kunci bisnis ini. Akhirnya akan sama dengan yang lainnya bila saya mematok harga terlampau mahal.


Berapa banyak yang Anda produksi setiap harinya?

Kami memulai produksi di angka ratusan hingga kini 1,000 per harinya. Ada tantangan tersendiri dalam menjaga kualitas di angka tersebut, karena saya ingin setiap produknya dibuat secara teliti menggunakan tangan. Ada proses yang perlu kita hargai di sini dan bukan semata-mata mencari jalan pintas. Sama dengan filosofi membuat sourdough bread yang membutuhkan waktu, dan ini akan masuk ke dalam susunan produk kami segera.


Apakah rencana berikut Anda bersama Don Bakeshop?

Kami baru saja mendapatkan tempat lain di ITC yang memungkinkan untuk menyediakan tempat duduk bagi pelanggan. Di sini mereka nanti bisa menikmati croissant bersama kopi. Sebetulnya saya enggan awalnya masuk ke dunia beverage, hanya saja croissant dan kopi adalah padanan yang cocok. Selain itu kami juga tengah membangun dapur serta membeli oven baru untuk meningkatkan produksi. Terakhir, kami juga meluncurkan donat dalam berbagai macam rasa, pastikan untuk mencobanya bila sudah tersedia, ya!


DON BAKESHOP
Mal Ambasador, Jakarta - Lt. 4 no. 8
ITC Kuningan, Jakarta - Lt. Dasar
Blok A5 no. 3
Phone: +62 8118888496
Instagram: @donbakeshop

0 0
Feed