Three Stars, Zero Limit

Selepas mengawali karir di restoran ternama sejumlah negara; di bawah bimbingan sejumlah spesialis fine dining legendaris pula, Oscar Wijaya kemudian memutuskan untuk melanjutkan kiprahnya di Indonesia bersama restoran prestisius Ju-ma-na milik Banyan Tree Resort Bali. Seperti apakah sepak terjang sosok tinggi besar nan bersahaja ini? Dan apa impian terbesar yang hendak ia realisasikan? PASSION duduk dan berbincang bersama sang chef muda kelahiran Palembang sembari menikmati seporsi 200 Days Grain Fed Beef and Foie Gras racikannya yang luar biasa nikmat…



Bisa ceritakan sedikit pengalaman karir kamu hingga menjadi Chef De Cuisine di Ju-Ma-Na?


Saya kuliah di STP Bandung atau yang lebih dikenal sebagai NHI Bandung pada tahun 2005 silam sebelum melanjutkan studi ke Singapura pada tahun 2009. Kemudian saya mulai bekerja di BLU Restaurant, Shangri-La pada tahun 2010. Chef atasan saya di restoran tersebut, Kevin Cherkas lalu membuat sebuah restoran yang popular di Bali, Cuca. Dia adalah salah satu chef pertama yang memperkenalkan saya pada filosofi finedining. Lalu saya melanjutkan karir ke Dubai, dan bekerja penuh-waktu di luar negeri untuk pertama kalinya di sebuah restoran milik koki legendaris, Pierre Gagnaire. Chef asal Prancis ini memiliki gelar tiga bintang Michelin dan juga ‘guru besar’ dari selebriti chef Gordon Ramsay. Setelah Dubai, saya kemudian ke Macau dan bekerja di restoran bintang dua Michelin, The Tasting Room milik Fabrice Vulin sebelum akhirnya hijrah ke Qatar untuk menjabat posisi yang lebih tinggi di restoran milik Alain Ducasse. Bisa dibilang hampir seluruh karir saya dihabiskan bersama chef legendaris Prancis dengan konsep hidangan dan restoran fine-dining, sebelum saya kembali ke Indonesia untuk menjabat sebagai Chef de Cuisine di JuMa-Na.


Jelaskan secara singkat mengenai konsep hidangan di Ju-Ma-Na untuk pembaca kami…


Ju-Ma-Na merupakan restoran finedining yang menyajikan hidangan modern French dengan sentuhan Japanese Influence; semua menu yang ada di sini saat ini merupakan kreasi saya sendiri.


Sebutkan satu nama figur chef yang mempengaruhi gaya memasak kamu…


Thomas Keller; chef asal Amerika Serikat yang dikenal lewat restorannya The French Laundry. Dia lama berkarir di Prancis dan sudah mengantongi tiga bintang Michelin. Sejak saya kuliah, saya selalu mengoleksi buku memasak beliau dan mempelajari teknik-teknik beliau mulai dari plating hingga basic sauce; bagaimana ia memadukan saus dan tekstur, kualitas, Thomas Keller adalah salah satu chef yang paling berpengaruh bagi karir saya.


Apa impian terbesar dalam karir yang hendak anda capai?


Saya memiliki dua impian saat ini: menjadi executive chef hotel bintang lima dan memiliki restoran sendiri. Ini adalah target utama saya di masa depan.


Apa masakan dengan tingkat tantangan tersulit yang pernah kamu olah?


Salah satu menu hidangan Prancis yang paling menantang untuk dibuat bagi saya adalah adonan Terrine atau Pate; bagaimana menambahkan daging cincang (ground meat) ke dalam adonan pai. Terdengar sederhana namun pada prosesnya tidaklah mudah; bahkan saat ini terdapat satu kompetisi memasak kelas dunia bertajuk Paul Bocuse, yang melombakan bagaimana cara memasak ‘protein di dalam protein’ seperti pada adonan tersebut. Kita harus benar-benar teliti dalam membuatnya, karena bila tidak, maka akan buyar / hancur ketika dipotong.


Sebutkan satu selebriti wanita yang akan anda nilai 10 dari 10 (sempurna), dan apa yang kira-kira akan anda masak untuknya?


Farah Quinn. Mungkin saya akan membuat kue donat untuknya (tertawa). Menurut saya, Farah Quinn adalah salah satu chef wanita terbaik di Indonesia. Kebetulan adik kandung Farah Quinn adalah rekan sekampus saya di Bandung, dan dia adalah sosok yang asyik untuk diajak bertukar pikiran dan memasak. Saya ingin sekali untuk membuat hidangan dessert bersamanya.


Jika kamu memenangkan undian 1 miliar, apa yang akan kamu lakukan dengan uang tersebut?


Pertama-tama, saya tentu ingin membuat keluarga saya bahagia; ayah, ibu dan adik perempuan saya. Tanpa mereka, saya tidak akan bisa menjadi seperti sekarang ini. Itu dulu yang akan saya lakukan dengan uang tersebut, barulah kemudian saya memikirkan kebutuhan diri sendiri.


Apa motto hidup kamu?

Rendah hati, menghormati orang lain dan selalu mau belajar hal baru.

0 0
Feed