The Single Focus

I t’s the most searched American made wine in Wine-Searcher data, and it rankes 7th among the most searched for wines worldwide. Opus One is the dream of 2 great men: Baron Phillippe de Rothschild of Chateau Mouton Rothschild in Bordeaux, and pioneering Napa Valley vintner, Robert Mondavi. Opus One is known to offer uncompromising quality, inspired by both traditional values and innovative ideas, in singular wine.

Passion Media had the chance to meet with Opus One’s winemaker, Michael Silacci during his visit to Jakarta to talk about the company’s approach, climate change, and his legacy to the next generation of winemakers.

When I asked some of sommeliers about their personal favorite wines, I expected they’d mention some old world wines, but instead, they said Opus One!

I think it’s because we just make one wine, actually, two wines. Our second wine is called Overture. It’s a true second wine, so, whatever that doesn’t go into Opus One blend, it’s available for Overture.

Most wineries have some sort of pyramid model. The top of the pyramid is their top wine, the lower the level, the lower the quality and the price. We have the opposite approach, 85 90% of our grapes go into Opus One, the rest go to Overture. It’s a reflection of our total focus just to make one wine. We see every single lot that we’re working with as potential Opus One, so everything gets the same attention and focus. My target is to make 100% Opus One, but we’re not quite there yet (laugh)!

Most wineries tend to enamor the old, classic tradition, do you share the same opinion?

We have a mentality to continually question what we’re doing and find ways to be better. Not to change, just to change, but to change when the change actually makes sense. For example, anyone at Opus One can give an idea, we’ll think about it. Maybe 1 out of 15 suggestions can help us to get better. Because, I believe that… do you drive a car?

Yes, why?

So, we have a blind spot where you can’t see. We have things that we see and do really well, but there are many things we don’t understand or see. We need people who are sitting in the back that tell us, “don’t go there, there’s a motorcycle!” That’s true in life. It’s important for us to have many people who see things that others don’t, as part of the team.

Tell me about Opus One’s “Bordeaux style blend”, what sort of grapes do you actually use?

80% of the vineyard is planted to Cabernet Sauvignon, 6,5% to Merlot, 6,5% Cabernet Franc, then Petit Verdot, and Malbec. Malbec isn’t used too much anymore in Bordeaux blend, because the climate is changing. We have 4 different state vineyards, and we have yeast that we isolated from each of the 4 vineyards. We can mix or blend the fruit from the vineyard into a tank. We usually do this with different Cabernets from different areas together. However, we also blend into the tank Cabernet Sauvignon and Petit Verdot, we found out that by putting them together as grapes, they make a better wine. When we tried to blend them as wines, they tend to be a liitle harsh, a little rustic.

How does the climate change affect the vineyards?

The most obvious ones would be with rain, how much water the plant has access to, the heat, how do we protect the wine from being damaged by the sun, and then fire. There has been a lot more fire in California in the last few years than before. In fact, we have fire in 2017 near Napa Valley, 2018 and 2019 to the north of Napa.

If you’re near the fire and the smoke gets on the grapes when they’re young, just finished flowering, just 2-3 months away from harvest, you can get smoky character in the wine. You have to be very careful, it’s unwanted notes. There’s one barrel that’s very popular that give smoky character to the wine, but that’s intentional (laugh)!

Is it still relevant to compare new world VS old world wines?

I think you can compare new world VS old world style, because there are wineries in old world that are making new world wines, and vice versa. Especially, with climate change, we see alcohol increasing in Bordeaux wines, and even in Burgundy wines. On the other hand, we see areas in cooler part of California, that are making wines that are more restrained, more old world. If you have tasted old world wines, you might not be able to pick up that Opus One is a new world wine, unless you’re really focusing on it.

What kind of legacy are you trying to leave for the new generation of winemakers?

We have interns every year, we challenge them by giving responsibilities that they don’t expect to get. We want to have an exchange of ideas. As a mentor, you fail if you don’t learn more from the person you’re mentoring than they do from you, because you have to listen to them. You have to consider their ideas because sometimes interns can give you ideas that, at first glance, seems kind of strange. Then you think about it, you talk to them and then they actually make sense. These people keep my mind open and accepting new ideas. 

Okay, how do you want to be remembered then?

As a winemaker who prefer the pronoun “we” instead of “I”. It’s a teamwork, not me. I want to stress the importance of people to your success. You don’t succeed alone, you succeed because you’re working with other people. There’s collaboration with mutual respect and there’s acknowledgement for their efforts. So I guess I want to remembered as somebody that you almost forget about, because at the end, it’s the wine that’s important. I don’t want to leave fingerprint on the glass, nor footprint on the vineyard.


Ini adalah wine buatan Amerika yang paling dicari menurut data WineSearcher, dan menempati urutan ke-7 wine yang paling dicari di dunia. Opus One adalah impian dari 2 orang hebat: Philippe de Rothschild dari Chateau Mouton Rothschild di Bordeaux, dan ahli wine sekaligus pionir Napa Valley, Robert Mondavi. Opus One dikenal memberikan kualitas tanpa kompromi, yang terinspirasi dari nilai tradisional sekaligus ide inovatif, ke dalam satu jenis wine.

Passion Media berkesempatan untuk menemui winemaker Opus One, Michael Silacci ketika ia mengunjungi Jakarta untuk berbincang mengenai pendekatan perusahaan, isu perubahan cuaca, dan legacynya untuk generasi winemaker selanjutnya.

Ketika saya bertanya ke beberapa sommelier mengenai wine favorit mereka, saya mengira mereka akan menyebut beberapa nama wine old world, namun, mereka malah menyebut Opus One!

Saya rasa, itu karena kami hanya membuat satu wine, sebetulnya, dua jenis wine. Wine kedua kami bernama Overture. Sebuah wine lapis kedua sungguhan, maksudnya, semua yang tidak masuk ke dalam Opus One akan tersedia untuk Overture. 

Kebanyakan winery memiliki sejenis model piramid. Pada lapisan paling atas adalah wine terbaik mereka, semakin rendah levelnya, semakin rendah pula kualitas dan harganya. Pendekatan kami sebaliknya, 85- 90% anggur kami masuk ke dalam Opus One, sisanya baru untuk Overture. Ini adalah refleksi dari fokus total kami untuk hanya memproduksi satu wine. Kami melihat semua anggur yang kami produksi sebagai anggur Opus One potensial, jadi semuanya mendapatkan perhatian dan fokus yang sama. Target saya adalah membuat 100% Opus One, namun sepertinya kami belum sampai ke sana (tertawa)!

Kebanyakan winery sepertinya sangat mengagungkan tradisi klasik lama, apakah Anda sependapat?

Kami memiliki mentalitas untuk selalu menanyakan apa yang kami lakukan dan menemukan cara yang lebih baik. Berubah, tidak sekadar untuk berubah, namun berubah ketika perubahan itu masuk akal. Contohnya, setiap orang di Opus One bisa memberi ide, kami akan mempertimbangkannya. Mungkin 1 dari 15 ide bisa membantu kami menjadi lebih baik. Karena, saya percaya…. Anda mengemudikan mobil?

Ya, kenapa?

Jadi, ada blind spot yang tidak bisa Anda lihat. Ada hal yang kita lihat dan kita ahli dalam hal tersebut, namun ada banyak hal yang tidak kita ketahui dan mengerti. Kita butuh orang yang duduk di belakang dan memberi tahu kita, “jangan ke sana, ada motor!” Ini berlaku di kehidupan nyata. Penting bagi kita untuk memiliki banyak orang yang melihat hal-hal yang tidak dilihat orang lain, sebagai bagian dari tim.

Jelaskan sedikit tentang “Bordeaux style blend” Opus One, anggur apa yang Anda gunakan?

80% dari kebun anggur kami ditanami Cabernet Sauvignon, 6,5% Merlot, 6,5% Cabernet Franc, kemudian Petit Verdot dan Malbec. Malbec tidak digunakan terlalu banyak lagi di Bordeaux blend karena isu perubahan cuaca. Kami memiliki 4 kebun anggur, dan kami memiliki ragi tersendiri dari keempat kebung anggur tersebut. Kami bisa mencampur anggur dari kebun ke dalam sebuah tank. Biasanya kami menggabungkan beberapa Cabernet dari area yang berbeda, Namun, kami juga mencampurkan anggur Cabernet Sauvignon dan Petit Verdot, kami menemukan bahwa mencampurnya dalam bentuk buah menghasilkan wine yang lebih baik. Ketika kami mencampurkan keduanya dalam bentuk wine, rasanya cenderung lebih kasar, lebih rustic.

Bagaimana perubahan cuaca mempengaruhi kebun anggur?

Yang paling jelas adalah hujan, seberapa banyak akses anggur pada air, lalu cuaca panas, bagaimana kami melindungi anggur dari kerusakan yang ditimbulkan matahari, lalu api. Dalam beberapa tahun terakhir, terjadi lebih banyak kebakaran di California dari tahun-tahun sebelumnya. Pada 2017 terjadi kebakaran dekat Napa Valley, lalu pada 2018 dan 2019 di utara Napa. 

Jika Anda dekat lokasi kebakaran dan asapnya menyentuh anggur ketika masih muda, baru berbunga, dan 2-3 bulan sebelum panen, Anda bisa mendapatkan karakter smoky pada wine. Anda harus hati-hati, ini notes yang tidak diinginkan. Ada satu barel populer yang bisa memberikan note smoky pada wine, namun itu memang disengaja (tertawa)!

Apakah membandingkan wine old world VS new world masih relevan?

Saya rasa Anda bisa membandingkan style old world VS new world, karena ada winery di old world yang memproduksi anggur new world, begitu pula sebaliknya. Terutama, ditengah perubahan cuaca, kami mendapati bahwa kadar alkohol meningkat di anggur Bordeaux, bahkan pada anggur Burgundy. Di sisi lain, beberapa area yang lebih sejuk di Californai malah menghasilkan wine yang lebih “sopan”, lebih old world. Jika Anda sering mencicipi anggur old world, mungkin Anda tidak bisa mengetahui jika Opus One adalah anggur new world, kecuali Anda benar-benar berkonsentrasi.

Warisan apa yang Anda coba tinggalkan untuk winemaker generasi selanjutnya?

Kami memiliki karyawan kontrak setiap tahun, kami menantang mereka dengan memberikan tugas yang tidak mereka sangka. Kami ingin saling berbagi ide. Sebagai mentor, sebetulnya Anda gagal jika Anda tidak bisa belajar lebih banyak dari apa yang mereka pelajari dari Anda, karena Anda harus mendengarkan mereka. Anda harus mempertimbangkan ide mereka karena terkadang karyawan dapat memberikan ide yang, pada awalnya terdengar aneh. Namun ketika Anda memikirkannya, bicara pada mereka, lalu ternyata memang idenya masuk akal. Mereka selalu menjaga pikiran saya terbuka dan menerima ide baru.

Oke, kalau begitu, Anda ingin dikenang sebagai apa?

Sebagai winemaker yang lebih menekankan “kita” daripada “saya”. Ini adalah pekerjaan bersama, bukan hanya saya. Saya ingin menekankan pentingnya orang lain pada kesuksesan Anda. Anda tidak sukses sendirian, Anda sukses karena Anda bekerja sama dengan orang lain. Ada kolaborasi yang saling menghormati, da nada pengakuan atas usaha orang lain. Jadi, saya rasa saya ingin dikenang sebagai orang yang hampir Anda lupakan, karena pada akhirnya, yang terpenting adalah winenya. Saya tidak ingin meninggalkan sidik jari pada gelas, atau jejak kaki di kebun anggur.