The Proper Hot Chocolate

You’ve heard this saying somewhere, “stop trying to make everybody happy, you aren’t chocolate.”


Even though it’s hard to deny that fact, we found it weird to know that there are so few chocolate cafes even though Indonesia is widely known as the third cacao producer and exporter in the world. The truth is, chocolate café is not as popular as coffee shop. It’s even surprisingly rare to have chocolate café that serves proper hot chocolate.


We can’t blame you if you assume hot chocolate is chocolate drink made of instant chocolate powder like you’ve had in many of the coffee shops. However, a true hot chocolate that is made out of melted chocolate with steamed fresh milk is surprisingly rare. Fortunately, it took no chocolate expert to tell the difference between the instant powder and the real stuff. From the texture, the intensity and the complexity of the flavor, you’d probably wondering why we don’t have more places serving this kind of goodness? Thank God, we found Kakolait in BSD, Tangerang, one of the fastest developing regions in Jabodetabek.


Kakolait actually has 8 owners, and 6 of them went to college in Sydney, Australia. “We missed Sydney’s atmosphere and we haven’t found a good hot chocolate drink in Jakarta. Finally, we decided to open up a café with proper hot chocolate. We have wider target audience, kids to the elders are enjoying Kakolait,” said Pricillia Pranata, one of Kakolait’s owners.


Classic Hot Chocolate is probably Kakolait’s most iconic drink, and as always, opt for the dark one instead of milk. It’s some sort of an unwritten rule for any chocolate lovers, in case you’re wondering. If you enjoy it, you might want to take a step further by ordering the Thick Hot Chocolate. It’s probably the most intense hot chocolate we’ve had with very heavy texture that you can’t find in any other places.


When it’s hot outside, you can always pick Ice Chocolate. Although not as intense as the hot counterpart due to the ice cube, the menu still packs some serious intensity. Apart from any chocolate-based drinks, the place also serves other drinks such as milk shake, coffee, and tea. Kakolait also has some waffle menu to accompany their drinks.


If you’ve tried the Classic Hot Chocolate, most probably you won’t see hot chocolate the same way as you were before. Kakolait has set the new standard of hot chocolate and we predict that sooner or later, more people will demand such quality hot chocolate in their favorite coffee shops. The good news is, we’ll see Kakolait’s new outlet coming up in Jakarta in near future.


----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------


Mungkin Anda pernah mendengar istilah, “berhentilah berusaha menyenangkan semua orang, Anda bukan cokelat.” Meski sulit untuk membantah fakta tersebut, kami merasa aneh dengan begitu sedikitnya jumlah café cokelat meski Indonesia dikenal sebagai produser dan eskportir kakao ketiga terbesar di dunia. Pada kenyataannya, café cokelat tidak seterkenal coffee shop. Bahkan lebih jarang lagi menjumpai café cokelat yang menyediakan hot chocolate secara layak.


Kami tidak bisa menyalahkan Anda jika Anda berasumsi bahwa hot chocolate adalah minuman cokelat yang terbuat dari bubuk cokelat seperti yang pernah Anda coba di banyak coffee shop. Padahal, hot chocolate yang benar seharusnya terbuat dari cokelat lbatangan leleh yang dipadukan dengan steam milk, ini merupakan menu yang jarang sekali Anda temui. Untungnya, kita tidak perlu seorang ahli cokelat untuk menentukan perbedaan kualitas hot chocolate yang terbuat dari bubuk dan cokelat batangan. Mulai dari tekstur, intensitas, dan kompleksitas rasanya, Anda akan mulai berpikir mengapa kita tidak memiliki cukup banyak tempat yang menyajikan hal serupa? Akhirnya kami menemukan Kakolait di BSD, Tangerang, salah satu area yang berkembang paling pesat di daerah Jabodetabek.

Kakolait didirikan oleh 8 orang, dan 6 diantaranya pernah kuliah di Sydney, Australia. “Kami merindukan suasana Sydney dan kami belum bisa menemukan hot chocolate yang enak di Jakarta. Akhirnya kami memutuskan untuk membuka café dengan hot chocolate yang enak. Kami memiliki target audience yang luas, mulai dari anak-anak hingga orang tua menikmati Kakolait,” kata Pricillia Pranata, salah satu owner Kakolait.

Classic Hot Chocolate adalah minuman paling ikonik Kakolait, dan seperti biasanya, selalu pilih yang dark daripada milk. Jika Anda penasaran, ini adalah semacam perturan tidak tertulis yang wajib dipatuhi pecinta cokelat. JIka Anda menyukainya, mungkin Anda bisa selangkah lebih jauh dengan memesan Thick Hot Chocolate. Mungkin ini adalah hot chocolate paling intens dengan tekstur paling berat yang pernah kami coba dan tidak pernah kami dapatkan di tempat lain.

Ketika cuacanya panas, Anda dapat memesan Ice Chocolate. Meski tidak seintens Hot Chocolate karena penggunaan es batu, menu ini tetap memberikan intensitas serius. Selain minuman berbahan dasar cokelat, tempat ini juga menyajikan minuman lain seperti milk shake, kopi dan teh. Kakolait juga memiliki set menu waffle untuk menemani minuman mereka.

Jika Anda pernah mencoba Hot Chocolate Kakolait, Anda tidak akan melihat hot chocolate dengan cara yang sama. Kakolait telah menetapkan standar baru hot chocolate, and kami memperkirakan cepat atau lambat, akan ada lebih banyak orang yang menuntut kualitas yang serupa di coffee shop favorit mereka. Kabar baiknya, kita akan melihat Kakolait membuka cabang di Jakarta dalam waktu dekat.

0 0
Feed