Green Bean Coffee

The Pristine Origin: Green Bean Coffee

Sejak dahulu kala, Indonesia telah dikenal sebagai negara penghasil kopi berkualitas prima, namun baru beberapa tahun belakangan budaya minum kopi mencuat sebagai salah satu gaya hidup / lifestyle bagi banyak kalangan di kelas menengah ke atas. Namun tahukah anda bahwa biji kopi murni pada mulanya bukan berwarna coklat gelap seperti yang sering kita lihat, melainkan hijau pucat? Di edisi berikut, PASSION ini mengajak para pembaca untuk mengenal lebih dekat tentang ‘Green Bean Coffee’ atau biji kopi hijau yang menjadi asal muasal kenikmatan di setiap gelas minuman berkafein alami tersebut. Mari kita simak bersama selagi bersantai di kala senja!


Kopi yang kita minum umumnya memang berwarna kecoklatan, bahkan hitam pekat, namun hal tersebut muncul dari serangkaian proses panjang dan rumit yang sering dikenal sebagai ‘roasting’. Sebelum melalui sederet tahapan tersebut, biji kopi mentah dari buah kopi (cherry) memiliki warna kehijauan. Bahan baku inilah yang jamak dikenal sebagai ‘green bean’. Secara global, kopi memiliki dua tipe utama, yakni Arabica dan Robusta; dan dapat dibedakan lewat bentuknya. Biji kopi Arabika cenderung pipih memanjang, sementara Robusta berbentuk bulat.


Secara umum, biji kopi yang telah diolah akan di-roast untuk mengeluarkan aroma dan rasa yang dibutuhkan, namun jika ingin membuat ekstrak green bean, biji kopi tidak melalui proses roasting; melainkan langsung direndam dan dikonsentrasikan untuk mengeluarkan ‘sari’nya. Lalu apa kegunaan ekstrak green bean coffee yang tidak di-roast? Rupanya penelitian membuktikan bahwa ia berkhasiat bagi kesehatan tubuh, terutama dalam hal menurunkan berat badan dan mencegah obesitas. Green bean mengandung ‘Cholorogenic Acid’, zat antioksidan tinggi yang berfungsi untuk meningkatkan metabolisme tubuh dan meluruhkan lemak berlebih. Bahkan sejumlah ilmuwan mengklaim bahwa konsumsi green bean secara rutin cukup untuk menurunkan berat badan tanpa program olahraga rutin sekalipun.


Selain Cholorogenic Acid, antioksidan dari keluarga fenol dan kafein juga menjadi kandungan utama dalam biji kopi. Selain dua kelompok senyawa tersebut, biji kopi juga mengandung beberapa senyawa seperti tannin, tiamin, santin, asam sitrat, asam folat, niasin serta mineral seperti magnesium, mangan, dan fosfor. Secara umum, biji kopi terbaik berasal dari daerah dataran tinggi atau pegunungan, tak terkecuali green bean coffee. Untuk menilai kualitas biji kopi yang baik, dapat dilihat secara langsung melalui fisiknya. Pilihlah biji kopi yang utuh, kering dan tidak berbau apek.

0 0
Feed