The Next Generation of Wonderful Thai Cuisine

There’s a local quote saying, “Santai seperti di pantai”. It’s not rhyming in English, but still it can be literally translated as “relaxing on a beach”. For that purpose, Santhai’s design embodies the holiday mood. The theme is tropical, and both outlets apply the always-fashionable neon lamps. Even the staffs are clad in beach shirts. Certain food and drinks are served on floaties and bird cages.


True to its name, Santhai was created in a way that’s playful, or “Instagrammable” – says the millennials. It’s unlike any other Thai restaurants that usually sport formal look. Surely you will immediately notice that most Thai restaurants have all that royal themes with statues, paintings, and the usual classical interior. Santhai is the complete opposite.


However, the most important part of all from a restaurant is always the food and Santhai is not short of surprises there. It boasts nearly 200 types of dishes, with additional a few dozen coming in after the second opening of their outlet quite recently in Pantai Indah Kapuk.


Credits should be given to the visionary owners and the native Thai chefs who have been collaborating closely to present this outlook. Aside from the eclectic designs, the owners also encourage the chefs to create interesting new dishes inspired from other cultures. Authenticity certainly has its values, but Santhai bravely mixes the two worlds to create both appetizing and intriguing lineup of the menu.


Santhai do embrace the classic choices such as the pineapple fried rice or the pad thai. They also offer the boat noodles, albeit the size may be different than the traditional. Expect to see other authentic options such as the Thai mango salad, massaman curry, the red and green curries with prata, and even the tom yum. To end the whole experience, the sticky rice with mango awaits you. The durian desserts are also ripe for the taking.


However, if you are feeling playful, then you should try something different. The popularity of salted egg dishes these past two years encourages the chefs of Santhai to develop their own Thai take which can be seen from salted egg spring beans, crispy salted egg yolk with chicken, also with prawns. The mantou buns proved to be a perfect choice as the starter, since it can be served with Peking duck or soft-shell crabs with Thai basil.


As for our personal experience, we were very delightful when trying the always good fried rice, but this time served in a coconut shell and presented on a floatie. This eclectic presentation was immediately followed by the highly delectable salmon’s head curry. For the desserts, the durian spring rolls awaited us curiously in one corner.


The highlight of the day goes for the salmon’s head curry. It’s not easy to cook a wonderful salmon dish, since I personally think that salmon is only best when served as gravlax or sashimi. Through this dish, Santhai made it clear that they can make salmon as the star of the show. It tasted very fresh, with enough serving for a few people, and the rich red curry’s flavor was out of this world. Simply majestic!


There you have it, a complete package of a playful Thai restaurant with a rich lineup of menu and perfect for the whole family. We have a feeling that we’re going to see great things coming ahead from Santhai in the future.

==============================================================================================================================================================================


Sebagai restoran Thai yang sangat unik, banyak yang pastinya akan merekomendasikan untuk mengunjungi Santhai. Inilah cerita singkat bagaimana mereka melakukan terobosan dengan masakan Thai di kota Jakarta.

Kita mungkin mengenal istilah, “Santai seperti di pantai”. Memang tidak berirama ketika diterjemahkan dalam Bahasa Inggris, namun inilah alasan mengapa Santhai jadinya memiliki desain restoran yang bersuasana pantai. Dengan tema tropis dan kehadiran lampu neon klasik, Santhai juga mempresentasikan beberapa makanan serta minumannya di atas pelampung renang serta sangkar burung. Bahkan para staffnya saja berpakaian kemeja pantai.


Sesuai namanya, Santhai diciptakan sebagai tempat yang “Instagrammable” – seperti apa yang diucapkan para millennial. Santhai berbeda dengan restoran-restoran masakan Thailand lainnya yang bergaya formal - lengkap dengan patung-patung, lukisan, ataupun interior klasiknya.


Tentunya, makanan menjadi bagian terpenting dari sebuah restoran dan Santhai punya banyak kejutan di sini. Santhai sendiri memiliki 200 lebih menu yang akan ditambahkan beberapa lusin lagi setelah baru-baru ini membuka cabang keduanya di Pantai Indah Kapuk.


Pujian layak ditujukan kepada para pemiliknya serta para chef asli Thailand yang bekerja untuk Santhai. Selain desain restorannya yang unik, para pemiliknya bekerja sama dengan para chef untuk menciptakan banyak masakan yang dipengaruhi kultur kuliner asing.


Masakan otentik tentunya memiliki nilai yang tinggi, namun Santhai juga tidak ragu menyatukan pengaruh dua dunia untuk menciptakan masakan yang tidak hanya menarik, namun juga sedap.


Berbagai pilihan klasik seperti nasi goreng nanas ataupun pad thai dapat ditemukan di sini. Santhai juga menawarkan menu boat noodle, meskipun tentu porsinya lebih banyak daripada aslinya. Selain itu pilihan otentik lainnya seperti salad mangga, kari massaman, ataupun kari merah serta kari hijau dan roti prata, serta tom yum tersedia di sini. Sebagai penutupnya, ketan khas Thailand bersama potongan buah mangga serta beragam sajian yang menggunakan buah durian menanti untuk dinikmati.


Apabila ingin mencoba yang lainnya, Santhai memanfaatkan popularitas penggunaan telur asin yang tengah menanjak dua tahun belakangan ini dan muncullah masakan seperti buncis telur asin, ataupun yang menggunakan ayam serta udang. Selain itu, kehadiran roti mantou yang diisikan bebek Peking ataupun kepiting soka adalah pilihan tepat sebagai pembuka.

Dari pengalaman pribadi kami, menu nasi goreng yang tersaji dalam batok kelapa dan dipresentasikan bersama pelampung renang ternyata begitu menarik. Selain itu, kari kepala ikan salmon juga tampil menggiurkan beserta lumpia durian yang telah menanti sebagai menu penutup.

Bintang hari itu harus ditujukan untuk kari kepala salmon. Tidak mudah untuk memasak ikan salmon yang lezat, terutama bagi saya pribadi yang lebih menyukai salmon tersaji sebagai gravlax ataupun sashimi. Tapi Santhai sukses menciptakan hidangan yang begitu lezat, segar, dan bisa dinikmati beberapa orang dalam satu penyajiannya.

Inilah paket komplet berupa restoran Thai yang menyenangkan dengan lini menu yang begitu lengkap dan cocok untuk dikunjungi bersama keluarga tercinta. Wah, sepertinya kita akan melihat kiprah Santhai di banyak kesempatan lainnya di masa mendatang!



SANTHAI MODERN THAI CANTEEN
Mall Kota KasablankaJl. Casablanca No.88, Jakarta Selatan 12870
Phone: +6221 2946 5137, www.santhai-modern-thai-canteen.business.site

0 0
Feed