The Marvelous Kecombrang

Halo Readers! Berjumpa kembali di rubrik Spice. Kali ini, kami hendak mengupas serba-serbi tanaman kecombrang, atau yang juga dikenal sebagai kantan, honjeatau Torch Ginger dalam bahasa Inggris. Selain cantik, bunga rempah ini juga sangat berkhasiat dan banyak dipakai sebagai bumbu masakan lho!

Kecombrang (Etlingera Elatior) memiliki bentuk yang sangat khas dan elok. Bunganya kuncup dan berwarna merah muda, sangat sepadan dengan tangkainya yang tebal dan berwarna hijau. Rata-rata, tanaman ini bisa tumbuh hingga mencapai tinggi lima meter. Wow!

Aroma khas kecombrang yang harum semerbak serta penampilannya yang mempesona membuatnya sering dijadikan tanaman hias, namun tak jarang pula diracik menjadi rempah dalam masakan untuk mempernikmat citar asa. Kecombrang paling banyak ditemui dalam hidangan Asia Tenggara seperti Thailand, Malaysia, Filipina dan Indonesia. Di Bali, khususnya, kecombrang merupakan salah satu elemen terpenting dalam Sambal Matah yang tersohor. Penduduk lokal lebih mengenalnya sebagai bongkot. Rasa asam natural kecombrang alias bongkot dinilai lebih lembut dan harum ketimbang jeruk nipis, dan bisa menciptakan nuansa segar untuk membungkus rasa pedas menggigit serta mengimbang gurihnya cacahan bawang merah mentah.

Bicara dari segi manfaat, rupanya khasiat kecombrang pun luar biasa banyaknya. Bunganya yang kaya nutrisi menyimpan sejumlah mineral penting seperti magnesium, kalsium, zat fosfor, zat besi,
potassium, dan zinc. Kecombrang juga terbukti bisa menghilangkan bau badan, memperlancar sirkulasi peredaran darah, serta bisa mengeringkan luka gores karena sifat antimikrobanya. Sementara, batang kecombrang juga bisa digunakan sebagai obat penangkal batuk tradisional. Caranya cukup mudah. Ambil batang kecombrang, potong 30-40 sentimeter, kemudian bakar dengan api sedang hingga bisa dikelupas. Tumbuk batang mudanya hingga mengeluarkan air, peras dan campurkan dengan air mineral lalu segera diminum. Gula batu bisa ditambahkan untuk membuat rasa ‘sirup kecombrang alami’ anda lebih nikmat. Oh, satu lagi! Kecombrang juga bisa jadi obat pengusir nyamuk yang efektif lho!

Bagi anda yang tertarik, berbudidaya kecombrang rupanya cukup mudah. Anda hanya butuh sepetak lahan subur yang dibersihkan secara berkala. Gali tanah sedalam 60 sentimeter, gemburkan, dan taburi dengan pupuk kompos. Jika hendak menanam banyak bibit, beri jarak 30 sentimeter antara satu lubang tanam dengan yang lain. Jika proses lancar dan berlanjut, panen bibit dan bunga menakjubkan ini bisa dilakukan dua minggu atau sebulan sekali.

0 0
Feed