The Local Influence

In the beginning of 3rd wave coffee shop, every coffee shop seemed to be fighting to be the most premium ones, from the product, interior, to price point. Most idealist coffee shop even refused to offer main course, they were content with only coffee and some pastry products. Lately, we have the opposite phenomenon. Coffee shops are fighting to offer main course with affordable price, some even hold their own barista classes, such as ICS that was just opened in October 2018. We agree with some coffee experts who said that Indonesia’s coffee industry has its own “wave”.


ICS stands for 2 things, Indonesia Culture Shop and Indonesia Coffee School. Located side by side, both business units are made to complement each other. “Indonesia Culture Shop’s concept is more to Indonesian’s culture we will sell local merchandise and foods, such as honey and coffee bean,” said Jo Febrian Faranes, CEO of Indonesia Coffee School.

Located in Baywalk Mall, ICS is deliberately targeting Green Bay apartment’s residents, also the employees who work around the mall that needs affordable daily food. In addition, during the day, ICS has its “warteg” concept where you can pick any food you want on the display. “Our food is pretty affordable, starting from Rp 20.000, and every side dish is only Rp 5.000,” Febrian added.

ICS offers various local food at friendly price, such as Soto Ayam, Nasi Uduk, Pisang Goreng, Mie Jawa, etc. They are Indonesian’s comfort that need no further introduction. ICS also serves quality coffee, also with very affordable price. “We focus on quantity because we have the assets, we are the distributor of San Remo (espresso machine) and Probat (roasting machine). As a result, we can push down the price but still deliver the same high quality like in any other coffee shops,” he said.

Indonesia Coffee School

The second face of ICS is Indonesia Coffee School. In addition to being barista school, ICS also acts as showroom for Probat and San Remo. Probat and San Remo’s customers can have the chance to learn deeper to use the machine they’ve just purchased as part of the deal. The phenomenon of coffee shop turn barista school is the answer of the increasing number of demand. With its continuous growth, we have more people who want to learn all about coffee.

With Probat’s fame, it’s easy for customers to buy the product without knowing the detailed features of the machine. Furthermore, Febrian even said that Probat can produce taste profile that can’t be achieved by any other roasting machines. “It’s a pity if you can’t optimize the machine that you have,” said Febrian.

“Actually, operating Probat is very easy. We give more lessons on the preferred roasting people, becaue each area has its own characteristic. For example, people in North and West Jakarta prefer coffee with thicker body and bold flavor, meanwhile people in South prefer fruity, floral, acidic, coffee,” he added.

With various choices of Indonesian menus and affordable coffee, ICS is definitely a coffee shop for wide range of audience. And if you’re interested to learn more on how to operate the roasting and espresso machine, ICS is one of the few quality coffee school in North Jakarta.

=================================================================================================================================================


Pada awal kemunculan tren coffee shop 3rd wave, semua coffee shop seolah berlomba untuk menjadi yang paling premium, baik dari sisi produk, tempat, hingga harga. Kebanyakan coffee shop idealis menolak untuk menjual makanan berat, cukup dengan kopi dan beberapa produk pastry. Namun belakangan ini, terjadi fenomena sebaliknya. Coffee shop seolah berlomba untuk menyediakan main course dengan harga terjangkau, selain itu beberapa coffee shop juga mulai mengadakan kelas barista, seperti ICS yang baru beroperasi pada Oktober 2018. Kami setuju dengan beberapa ahli kopi yang mengatakan bahwa industri kopi Indonesia memiliki “wave”nya sendiri.

Ada 2 singkatan ICS, Indonesia Culture Shop dan Indonesia Coffee School. Dengan lokasi yang bersebelahan, kedua unit bisnis tersebut saling mendukung satu sama lain. “Konsep Indonesia Culture Shop lebih ke budaya Indonesia, kami akan menjual merchandise makanan daerah seperti madu dan biji kopi,” kata Jo Febrian Faranes, Direktur Utama Indonesia Coffee School.

Berlokasi di Mal Baywalk, ICS sengaja menyasar para penghuni apartemen Green Bay sekaligus karyawan di sekitar Mal Baywalk yang membutuhkan makanan sehari-hari dengan harga terjangkau. Bahkan, pada siang hari, ICS memiliki konsep seperti warteg modern dimana Anda bisa memilih sendiri lauk yang Anda inginkan. “Harga makanan kami cukup terjangkau, mulai dari Rp 20.000, dengan untuk setiap lauk tambahan harganya hanya Rp 5.000,” tambah Febrian.

ICS menyajikan berbagai makanan lokal dengan harga yang bersahabat, seperti Soto Ayam, Nasi Uduk, Pisang Goreng, Mie Jawa, dsb. Ini adalah comfort food masyarakat Indonesia yang tidak perlu pengenalan lebih jauh. ICS juga menyediakan kopi berkualitas, juga dengan harga terjangkau. “Kami sengaja berfokus pada kuantitas penjualan karena kami punya asetnya, kami adalah distributor San Remo (mesin espresso) dan Probat (mesin roasing). Akibatnya, kami bisa menekan harga jual produk kami namun tetap memberikan kualitas yang sama dengan coffee shop lain,” tegas Febrian.

Indonesia Coffee School


Wajah kedua ICS adalah Indonesia Coffee School. Selain menjadi sekolah barista, ICS juga dijadikan showroom Probat dan San Remo. Para pembeli Probat dan San Remo mendapatkan kesempatan untuk belajar lebih dalam menggunakan mesin yang mereka beli sebagai bagian dari kerjasama. Fenomena coffee shop yang mulai mengadakan kelas barista ini adalah jawaban atas banyaknya permintaan pasar. Dengan terus bertumbuhnya industri kopi, semakin banyak orang yang ingin mempelajari segala sesuatu tentang kopi.

Dengan nama besar Probat, banyak pelanggan yang membeli tanpa mengetahui fitur yang terdapat di mesin secara detail. Bahkan, Febrian mengaku bahwa Probat mampu menghasilkan flavor yang tidak bisa dihasilkan oleh mesin roasting lain. “Sayang sekali jika mesin yang mereka miliki tidak dapat digunakan secara optimal,” kata Febrian.

“Sebetulnya menggunakan mesin Probat itu sangat mudah. Yang lebih banyak kami ajarkan adalah soal profil roasting yang disukai masyarakat, karena setiap daerah memiliki karakter pelanggan yang berbeda. Sebagai contoh, masyarakat Jakarta Utara dan Barat lebih suka kopi dengan body tebal dan rasa yang bold, sementara penduduk Selatan lebih suka kopi yang fruity, floral, acid,” jelas Febrian.

Dengan banyaknya pilihan makanan Indonesia dan harga kopi yang terjangkau, ICS merupakan coffee shop yang menyasar masyarakat umum. Dan jika Anda tertarik untuk mempelajari lebih jauh mengenai cara mengoperasikan mesin roasting dan mesin kopi, ICS merupakan satu dari sedikit pilihan sekolah kopi berkualitas di bilangan Jakarta Utara.


INDONESIA CULTURE SHOP
Baywalk Mall @ Green Bay Pluit, Jl. Pluit Karang Ayu B1 Utara, Jakarta Utara 14450, 

Phone : +62 817 0111 678

0 0
Feed