The Korean Invasion

Korean food invades Indonesia through pop culture, just like what the Japanese did in the 1990’s.

You can’t overlook the role of K-Pop culture in introducing Korean food to Indonesians. In most Korean dramas, you’ll see many scenes of Korean actors and actresses have Korean dishes, it is no wonder the Korean fans started to have some interest on Korean food. Suddenly, you started to notice new Korean restaurants in some regions in Jakarta, especially in the leading malls. Of course, it’s a bit confusing to pick few names from the vast array of Korean restaurants, especially for those who are not familiar with Korean food. We present you, Chung Gi Wa as one of the best Korean BBQ restaurants in its league.

Chung Gi Wa first opened its door to public in 1997 by Mrs. Lee In Jung in Jl. Dharmawangsa III. Of course, the hype of Korean food was not as big as it is now, therefore, Chung Gi Wa was having a hard time back then, until they found Chef Kris Kim, who has led the kitchen department until now. The restaurant opened its second outlet in 2009 to introduce Korean food to wider audience. However, in 2014-2017, Chung Gi Wa already have 10 outlets in Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, and the last one, the 15th outlet, had just opened in August 2017, located in Makassar.

In Korean, Chung Gi Wa literally means blue roof tile. In Korea, blue roof tile is the symbol of tradition and aristocracy, they use the name to make the customers feel like a nobility with special service from the waiters with Korean traditional interior and atmosphere.

Learning from past experience since it opened for the first time, Chung Gi Wa is continuously evaluating itself to suit the the Korean food to the local taste. Chung Gi Wa is also put special attention to the quality of the meat and vegetable as the main ingredients in the restaurants to provide healthy and nutritious food within affordable price.

The meat handling is the reason that put Chung Gi Wa away from the other Korean restaurants, one of them is by always begin with the aging process. Not many Korean BBQ restaurants are willing to go this far. In addition, Chung Gi Wa also grow its own vegetables in Ciawi, Bogor for better quality control. They also built the central kitchen to produce and keep the ingredients to maintain the taste and the quality consistency in each outlet.

Korean food is always processed with high attention to nutrition and color combination. The Korean also often implements the fermentation system. The technique is used to produce various Korean dishes and spices. Korean restaurants also have their own signature, by presenting various kinds of side dishes to complement your meal.
If you’re a BBQ fan, Korean restaurants will be more attractive for its wider range of meat and specification compared to Japanese BBQ. In addition, you will have more side dishes and sauce to enjoy the BBQ dining experience.

As a starter, Chung Gi Wa Special (premium rib eye) is a wise choice to see the effect of the dry aging to the meat in Chung Gi Wa, meanwhile, to get richer taste and juicier texture, Bul Galbi (marinated short rib) is definitely our favorite. Not everyday you can have this rich, umami, yet very tender short rib.

Chung Gi Wa also has other menus to introduce us the Korean food through menus such as Budae Jjigae (rich tasting spicy sausage & spam stew with kimchi, minced pork, vegetables, rice cake and ramen), Haemul Pajeon (Korean pancake with seafood and green onion), and Japchae Beef (glass noodle with sautéed vegetables, beef). These menu showed us that Korean taste is more than just kimchi

Dining in Korean restaurant is a unique experience that you can’t get anywhere else. If you’re used to eat in Padang restaurants, you’d think that you can pick the side dishes and pay them afterwards, but the good news is, in here, they’re all free. The side dishes that you’ll have will be adjusted to the menu that you’ve ordered. Furthermore, if you want more, you can always ask for refill.


----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------


Boomingnya makanan Korea tak lepas dari fenomena demam K-Pop di masyarakat Indonesia. Di dalam drama Korea sering memunculkan scene karakter drama yang sedang makan sajian khas Korea, sehingga para penggemar drama Korea menjadi tertarik pada masakan Korea. Tanpa disadari, Anda dapat menemui banyak sekali restoran Korea di banyak daerah di Jakarta, terutama di mal-mal terkemuka. Tentu saja memilih dari sekian banyak nama tersebut cukup merepotkan, terutama bagi Anda yang belum mengenal masakan Korea. Kami menghadirkan Chung Gi Wa sebagai salah satu resto BBQ Korea terbaik di kelasnya.


Chung Gi Wa mulai beroperasi pada 1997, dibuka oleh Mrs. Lee In Jung di Jl. Dharmawangsa III. Minat masyarakat Indonesia akan makanan Korea tidak sebesar sekarang, sehingga Chung Gi Wa sempat hampir tutup, hingga mereka menemukan Chef Kris Kim, yang hingga saat ini mengepalai bagian dapur Chung Gi Wa. Resto ini baru membuka outlet ke 2 pada 2009 untuk menyediakan lebih banyak makanan Korea bagi pelanggan. Namun pada 2014-2017, Chung Gi Wa membuka 10 cabang di Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, yang terakhir adalah cabang ke-15 yang dibuka pada Agustus 2017, berlokasi di Makassar.

Dalam bahasa Korean, Chung Gi Wa berarti genteng biru. Di Korea genteng biru melambangkan tradisi dan bangasawan, nama ini diangkat sebagai nama restoran supaya pelanggan bisa merasa layaknya bangsawan dengan pelayanan istimewa dari pramusaji dengan suasana interior tradisional Korea.

Berdasarkan pengalaman Chung Gi Wa sejak awal beroperasi, mereka selalu melakukan evaluasi sehingga bisa menyesuaikan taste makanan korea dengan selera orang Indonesia. Chung Gi Wa juga selalu memberikan perhatian ekstra terhadap kualitas daging, sayuran sebagai bahan utama di restoran untuk memberikan sajian menu sehat dan bergizi dengan harga terjangkau.

Penanganan daging merupakan salah satu yang membedakan Chung Gi Wa dari resto Korean lain, salah satunya adalah dengan selalu diawali proses aging sebelum diolah. Tidak banyak resto BBQ yang menggunakan cara ini. Beberapa jenis sayuran di Chung Gi Wa dibudidayakan sendiri di daerah Ciawi, Bogor untuk mempermudah kontrol kualitas. Di situ, mereka juga mendirikan central kitchen untuk memproduksi dan menyimpan bahan makanan untuk menjaga konsistensi rasa serta kualitas di setiap outlet.

Masakan Korea selalu diolah dengan memperhatikan kandungan gizi dan warna dari bahan yang digunakan. Selain itu, teknik pengolahan makanan korea banyak yang menggunakan sistem fermentasi. Teknik ini digunakan untuk mengolah makanan dan bumbu-bumbu khas Korea. Masakan Korea juga memiliki cara penyajian yang sangat khas, yaitu selalu disajikan dengan berbagai macam side dish untuk menambah selera makan

Jika Anda adalah penggemar BBQ, resto Korea lebih menarik karena memiliki pengkategorian daging yang lebih lengkap dan spesifik jika dibandingkan dengan BBQ Jepang. Selain itu, Anda juga akan mendapatkan berbagai jenis sayuran yang lengkap dan saus sebagai teman untuk menikmati daging BBQ.

Untuk permulaan, Chung Gi Wa Special (premium rib eye) adalah pilihan yang tepat untuk mengetahui pengaruh dry aging pada daging di Chung Gi Wa, sementara untuk rasa daging yang lebih kaya dan tekstur yang lebih juicy, Bul Galbi (marinated short rib) merupakan favorit kami. Tidak setiap hari kami dapat menjumpai short rib yang gurih, kaya rasa dengan tekstur selembut ini.

Chung Gi Wa juga memiliki beberapa menu lain untuk memperkenalkan kita pada makanan Korea lainnya, seperti Budae Jjigae (rich tasting spicy sausage & spam stew with kimchi, minced pork, vegetables, rice cake and ramen), Haemul Pajeon (Korean pancake with seafood and green onion), dan Japchae Beef (glass noodle with sautéed vegetables, beef). Menu-menu menunjukkan bahwa masakan Korea lebih dari sekedar kimchi.

Pengalaman makan di resto Korea merupakan pengalaman unik yang sulit didapatkan di tempat lain. Jika Anda terbiasa makan di resto Padang, mungkin Anda akan berpikir bahwa semua side dish yang disajikan ini dapat Anda pilih dan Anda akan membayarnya kemudian, namun kabar baiknya, di sini, side dish ini diberikan secara cuma-cuma. Side dish akan disesuaikan dengan menu yang Anda pesan. Bahkan, jika masih kurang, Anda dapat meminta tambahan side dish ke waiter.

0 0
Feed