paprika

The Intricate Paprika

Dikenal dengan buahnya yang berwarna-warni cerah, Paprika merupakan sejenis terong-terongan (Solenacae) bercitarasa manis dan nuansa pedas. Di rubric SPICE kali ini, Passion ingin mengajak para pembaca untuk mengenal lebih dekat tentang komplektisitas paprika, mulai dari kegunaannya dalam bahan masakan, jenis variannya yang (sangat) beragam, hingga manfaatnya bagi kesehatan. Let’s go!

Buah Paprika berasal dari Amerika Selatan dan diperkenalkan ke seluruh penjuru dunia melalui ekspedisi sang penjelajah ternama, Christoper Colombus pada abad ke-16. Di Indonesia sendiri, budidaya hidroponik buah bernama latin Capsicum Anuum L ini dikembangkan di pulau Jawa, khususnya Jawa Barat yang memiliki empat perkebunan utama, serta sejumlah daerah lain seperti Bali, NTB dan Sulawesi Selatan. Tanaman paprika umumnya tumbuh setinggi 50 cm - 150 cm dan cocok di berbagai iklim. Ia bisa tumbuh subur di dataran tinggi bersuhu minstra. Dua perkebunan paprika terbesar di Indonesia terdapat di Kecamatan Cisarua dan Parongpong, Bandung Barat (24 ha), dan daerah Sembalun Nusa Tenggara Barat (14 ha)


Selain citarasanya yang pedas dan sedikit manis, paprika juga dikenal dengan buahnya yang berwarna-warni cerah, yakni kuning, merah, hijau dan oranye. Lalu apakah perbedaan dari warna-warna tersebut? Menurut pakar diet asal Ohio, Amerika Serikat, Lindsay Livingston, varian warna paprika bukan disebabkan oleh jenisnya, namun karena proses pematangan yang berbeda. “Paprika berwarna hijau dipetik sebelum benar-benar matang. Jika Anda menunggu lebih matang, mereka akan berubah warna menjadi kuning, lalu oranye, lalu saat benar-benar sudah matang paprika akan berwarna merah.” Tutur Livingston dalam blognya.


Paprika hijau memiliki rasa getir bahkan pahit dan memiliki nutrisi paling sedikit. Paprika kuning dan dan oranye memiliki rasa sedikit manis dengan kandungan vitamin lebih banyak dari paprika hijau. Sedangkan paprika merah menyajikan rasa manis terbaik dan mengandung cukup banyak vitamin karena melalui proses pematangan yang sempurna. Untuk menentukan warna paprika mana yang akan anda gunakan dalam memasak, sesuaikan dengan resep masakan yang ada, namun kandungan nutrisi serta citarasa yang terbaik terdapat di dalam buah paprika merah (matang).


Buah paprika segar biasanya diiris tipis serta digunakan sebagai penyedap citarasa tumis daging ayam maupun sapi. Ia juga dikenal sebagai salah satu bahan pokok dalam pembuatan topping pizza. Namun ada pula bahan baku paprika yang dijual dalam bentuk bubuk maupun kering. Salah satu varian paprika bubuk yang terkenal adalah ‘smoked paprika’, yang memberi citarasa asap (smokey) yang nikmat dan sangat ditambahkan dalam olahan daging panggang. Buah paprika juga bisa dikonsumsi mentah seperti menyantap apel, namun tentunya setelah dicuci dengan air bersih terlebih dahulu.


Di samping rasanya yang khas, paprika juga sangat bermanfaat untuk tubuh. Kerabat dari cabai ini mengandung segenap vitamin dan molekul antioksidan yang menyehatkan. Zat karotenoid (lutein dan zeacanthin) yang dikandungnya dapat membantu menjaga kesehatan mata serta melindungi retina dari kerusakan oksidatif. Paprika, terutama yang berwarna merah, juga kaya dengan molekul antioksidan yang mampu melindungi sel dari radikal bebas--zat yang menjadi pemicu berbagai gangguan medis fatal seperti penyakit jantung. Sebagai sumber zat besi, paprika juga sangat baik untuk mencegah anemia. Vitamin C yang ada di dalamnya juga membantu menurunkan resiko osteoporosis bagi tulang dan membantu penyerapan zat besi pada pencernaan.

0 0
Feed