The Exquisite Truffle

Kendati merupakan salah satu jenis jamur, Truffle saat ini dikenal sebagai salah satu bahan makanan paling mewah di dunia. Seperti apakah ‘berlian dapur’ bercitarasa unik yang konon sulit dibudidayakan ini? Yuk, kita telaah lebih dekat!

Sebetulnya cukup wajar jika di Indonesia (dan Asia), truffle dianggap sebagai komoditi mewah dalam bahan baku memasak, pasalnya ia memang pertama kali dipopulerkan di benua Eropa. Sejak era Renaissance (abad 14 hingga 17), truffle menjadi hidangan istimewa yang hanya bisa dinikmati kaum borjuis dan kelas atas. Salah satu pakar kuliner Prancis kala itu, Jean Anthelmen Brillat-Savarin, menyebutnya sebagai ‘berlian dapur’


Selain aroma serta citarasanya yang unik dan nikmat, truffle juga dikenal sulit untuk dibudidayakan. Pasalnya ia hanya tumbuh di pohon tertentu dan membutuhkan bantuan anjing terlatih untuk membantu proses panen. Truffle mengeluarkan zat sejenis feromon yang hanya bisa dibaui oleh binatang dengan insting serta indera penciuman yang tinggi. Diperlukan empat sampai tujuh tahun sebelum truffle pertama muncul.


Tak semua pohon juga bisa menghasilkan truffle, ditambah lagi kandungan tanah yang harus dalam keadaan baik. Jamur truffle akan tumbuh secara alami di akar pohon ek, 2,5 sampai 10 sentimeter di dalam tanah sehingga tak bisa dilihat dari luar. Para pengusaha atau petani truffle pun tak pernah mendapat jumlah pasti hasil produksi jamur yang satu ini. Kendala lain yang dihadapi dalam budidaya truffle adalah cuaca. Truffle hanya cocok dibudidaya di negara empat musim atau di iklim sedang yang tidak memiliki variasi suhu ekstrem.


Terdapat dua jenis jamur truffle yang biasa dipakai sebagai bahan memasak; yakni black dan white truffle. Black truffle atau perigold truffle banyak dipanen di daerah Prancis dan dijual seharga 1.000 hingga 2.000 dolar AS per kilogram. Sedangkan white truffle yang banyak ditemukan di Italia, banderolnya dapat mencapai 4.500 dolar AS. Wow! Truffle mengandung zat umami (gurih) yang bercitarasa kuat, sehingga hanya perlu sepotong tipis untuk menyedapkan seporsi hidangan. Para pakar mengidentifikasi rasa truffle sebagai aroma tanah (earthy) atau kayu, namun ada pula yang menyebutnya seperti keju. Truffle biasa digunakan dalam sejumlah jenis masakan seperti pasta Italia, burger maupun gyudon ala Jepang. Ia juga nikmat ditambahkan sebagai penyedap kudapan manis mulai choux (bola isi coklat) hingga es krim.

0 0
Feed