The Classic, Fine Dining Steak House

We have to admit, our first impression when we heard the name of  the place was like, “why does it have such a weird name?” We’re sure we’re not alone in this matter. However, after knowing the story behind it, actually, Ruth’s Chris Steak House has one of the most rock’n roll story in F&B business, and we felt obliged to tell you.


Behind the Name

Ruth Fertel, founder of Ruth’s Chris Steak House, was a recently divorced woman with 2 children. She worked as a lab technician in New Orleans, until one of her son dreamed of going to college. With her current salary, his dream was impossible, until he saw an ad of Chris Steak House on sale for $ 18.000 in 1965. Her banker, lawyer, friends and family were against Ruth’s decision, but Ruth dare to mortgage her house for $ 22.000, even though she didn’t have any backgrounds in F&B business, simply because Chris Steak House was established in February 5th 1927, same with her birthday.

Ruth taught herself to butcher the meat, also to use her knowledge in chemical to build her own patented 982oC broiler. On the first day, she managed to sell 35 pieces of steak worth $5/pcs. Soon, the place became the talk of the town, especially among local politicians and reporters. Within 6 months, Ruth managed to earn twice of her annual salary from her previous workplace, and finally, she was able to send her son to Harvard University.

The name was changed when the restaurant was burnt down 11 years after opening. One of the condition when Ruth bought the place, was that she wasn’t allowed use the name “Chris Steak House” if she decided to move to other location. In merely 10 days, Ruth built her restaurant in other location and decided to put her name in front of the restaurant’s name, and today, we know it as “Ruth’s Chris Steak House”.

Until today, Ruth’s Chris Steak House already has more than 150 outlets around the globe. The Indonesian’s outlet is located in Somerset Apartment, just across the Raffles Hotel, South Jakarta, and opened its door for public in February 13th 2016.


Meat Selection

Ruth’s Chris Steak House is a family style steak house, wrapped in fine dining’s service, environment, and food quality. Ruth’s Chris never compromises when it comes to quality. The USDA (The United States Department of Agriculture) has 3 category for their US beef: Prime, Choice, Select, and another 2 grades below them were Cutter and Canner. Ruth’s Chris Steak House always uses Prime which has more marbling and feature younger beef that resulted in finer texture and lighter
red color.

Ruth’s Chris Steak House also use their trademark, patented broiler, found by Ruth Fertel. The broiler’s internal temperature may reach 982oC, and it resulted in juicier flavor, more tender texture, also maintain the shape of the meat that can’t be attained by any other grilling methods.

One thing to note, never touch the steak’s serving plate as its temperature may reach 260oC to get that sizzling sensation on plate. The hot plate has 2 main functions: to keep the steak warm longer, and also help you to cook the meat, especially helpful for those who dislike rare meat. With the featured hot plate, you are recommended to order your steak one level below your favorite doneness level.


American Portion

As an American restaurant, of course Ruth’s Chris Steak House is offering American portion food (read: tremendous). In addition, what sets the place apart from other steak houses is the family style sharing concept. In other places, you will have individual plate with side dish and sauce, but here, if you order steak, you’ll get big steak, salt, pepper, and melted butter, without any side dish or any other sauce. They believe, it’s the best way to enjoy premium beef cuts. Of course, Ruth’s Chris Steak House also offers regular side dish such as potato, vegetable, to dessert, all served in “American” portion, so you can share them with friends and families.

As a restaurant that originated from New Orleans, it’s not possible to enjoy steak without seafood that became the trademark of the region. Some of the favorite seafood menus here are Sizzlin’ Jumbo Scallops, Sizzlin’ Blue Crab Cakes, Barbecued Shrimp, Ahi-Tuna Stack, and Fresh Lobster.

You might be surprised when you see the price list on the menu, however, after seeing what you’ll have, everything started to make sense. If you are to visit the place, we recommend you to come with 4 people minimum (unless, for romantic dinner), because in the end, you’ll spend less money than what you usually spend in other equivalent steak house.

Ruth’s Chris Steak House is not any ordinary restaurant. You can see it as part of history created by the struggle and strong will of a single mom, but you can also see it as a place to satisfy your carnivorous lust in fine dining setting. One of their most memorable quote for us is: it took a tough lady to make tender steak.


================================================================================================================================================================================


Harus kami akui, kesan pertama yang kami dapatkan ketika mendengar nama restoran ini adalah, “mengapa namanya aneh sekali?” Kami yakin kami tidak sendiri dalam hal ini. Namun, setelah mengetahui cerita dibaliknya, ternyata Ruth’s Chris Steak House menyimpan salah satu cerita paling rock’n roll di bisnis F&B, sehingga kami merasa wajib untuk memberitahu Anda.


Dibalik Nama

Ruth Fertel, pendiri Ruth’s Chris Steak House, adalah wanita yang baru saja bercerai dan harus menghidupi 2 orang anak. Ia bekerja sebagai seorang teknisi lab di New Orleans, hingga salah seorang anaknya ingin sekali untuk bisa kuliah. Dengan gajinya saat itu, impian anaknya merupakan hal mustahil, hingga akhirnya ia melihat sebuah iklan sebuah steak house bernama Chris yang dijual seharga $ 18.000 pada tahun 1965. Bankir, pengacara, hingga teman dan keluarganya menentang ide tersebut, namun Ruth nekad menggadaikan rumahnya seharga $ 22.000 meski ia tidak memahami bisnis restoran, semata-mata karena Chris Steak House didirikan pada 5 Februari 1927, sama dengan tanggal lahirnya.

Ruth mempelajari sendiri cara memotong daging, hingga menggunakan pengetahuannya di bidang kimia untuk membuat sebuah broiler khusus bersuhu 982oC yang telah dipatenkan. Pada hari pertama buka, ia berhasil menjual 35 potong steak seharga $5/pcs. Restonya menjadi pembicaraan, terutama di kalangan politisi dan reporter lokal. Dalam 6 bulan, Ruth mampu menghasilkan 2 kali gaji tahunan dari pekerjaan lamanya, dan akhirnya ia mampu menyekolahkan anaknya ke Harvard University.

Perubahan nama Chris Steak house terjadi ketika resto ini mengalami kebakaran setelah 11 tahun beroperasi. Di salah satu pasal pada perjanjian awal ketika Ruth membeli resto ini, tertulis bahwa jika ia memutuskan untuk pindah dari lokasi tersebut, Ruth tidak berhak menggunakan nama “Chris Steak House”. Dalam waktu 10 hari, Ruth akhirnya membangun kembali restonya di lokasi berbeda, dan ia memutuskan untuk menambahkan namanya di depan, sehingga hari ini, dunia mengenalnya dengan nama “Ruth’s Chris Steak House”.

Hingga saat ini, Ruth’s Chris Steak House telah memiliki lebih dari 150 cabang yang tersebar di seluruh dunia. Cabang di Indonesia berlokasi di Apartemen Somerset, tepat di seberang Raffles Hotel, Jakarta Selatan dan mulai beroperasi pada 13 Februari 2016.


Pilihan Daging

Ruth’s Chris Steak House merupakan steak house family style yang dibalut dengan pelayanan, suasana, dan kualitas makanan khas ala fine dining. Ruth’s Chris tidak main-main soal kualitas. Daging sapi Amerika memiliki 3 jenis grade yang ditentukan oleh USDA (The United States Department of Agriculture): Prime, Choice, Select dan 2 grade di bawahnya lagi yaitu Cutter dan Canner. Ruth’s Chris Steak House selalu menggunakan daging dengan grade Prime yang memiliki marbling lebih banyak, dan daging sapi yang lebih muda sehingga mampu menghasilkan tekstur lebih lembut dengan warna merah yang lebih muda.

Ruth’s Chris Steak House juga menggunakan broiler khusus yang ditemukan oleh Ruth Fertel dan telah dipatenkan. Suhu broiler yang mencapai 982o C akan memberikan rasa yang lebih juicy, tekstur yang lebih lembut, sekaligus menjaga bentuk daging yang sulit didapatkan dari metode grill lain.

Satu hal yang perlu dicatat, jangan pernah menyentuh piring yang mereka gunakan untuk menyajikan steak karena suhunya bisa mencapai 260oC agar Anda mendapatkan sensasi sizzling di atas piring. Hot plate ini memiliki 2 fungsi: menjaga kehangatan steak lebih lama dan membantu Anda dalam mematangkan daging, terutama bagi mereka yang tidak menyukai tingkat kematangan rare. Karena kehadiran hot plate ini, Anda disarankan untuk memesan steak dengan tingkat kematangan 1 tingkat di bawah tingkat kematangan favorit Anda.


Porsi Amerika

Sebagai sebuah restoran Amerika, tentu saja Ruth’s Chris Steak House menyajikan porsi Amerika (baca: sangat besar). Selain itu, yang membedakan tempat ini dengan steak house lain konsep sharing family style. Jika di tempat lain Anda akan mendapatkan piring individu lengkap dengan side dish dan saus, di sini jika Anda memesan steak, Anda akan mendapatkan steak yang besar, garam, lada, dan butter tanpa side dish dan saus lain. Mereka percaya, inilah cara terbaik untuk menikmati daging premium. Tentu saja, Ruth’s Chris Steak House menyediakan side dish seperti kentang, sayuran,hingga dessert, semuanya dalam porsi “Amerika” sehingga Anda dapat saling berbagi dengan teman dan keluarga.

Sebagai sebuah resto yang berasal dari New Orleans, tidak lengkap rasanya menikmati steak tanpa seafood yang menjadi ciri khas wilayah tersebut. Beberapa menu seafood favorit di sini adalah Sizzlin’ Jumbo Scallops, Sizzlin’ Blue Crab Cakes, Barbecued Shrimp, Ahi-Tuna Stack, dan Fresh Lobster.

Anda mungkin akan terkejut melihat harga menu di sini, namun setelah melihat porsi yang mereka berikan, semuanya menjadi masuk akal. Jika ingin mengunjungi tempat ini, kami sarankan Anda untuk datang minimal berempat (kecuali untuk romantic dinner tentunya), karena pada akhirnya, Anda akan mengeluarkan biaya yang lebih sedikit jika dibandingkan steak house lain dengan kualitas yang setara.

Ruth’s Chris Steak House bukan sekedar restoran biasa. Anda bisa melihatnya sebagai bagian dari sejarah perjuangan dan tekad seorang single mom, namun Anda juga bisa melihatnya sebagai tempat untuk memuaskan jiwa karnivor dalam suasana fine dining. Salah satu moto mereka yang paling memorable buat kami adalah: dibutuhkan seorang wanita tangguh untuk membuat steak yang empuk.



RUTH'S CHRIS STEAK HOUSE 

Jl. Prof. Dr. Satrio Kav. 1, Kuningan, Jakarta 12940, 

Phone: +6221 522 1178  www.ruthschris.com

0 0
Feed