The Beans of Zeal and Knowledge

Seated on the side of Bypass Sunset Road main junction, Black Eye Coffee & Roastery use their combination of passion and knowledge to create a delicious cup

of Joe from curated Indonesian-grown beans.


Nowadays, coffee experience has become somewhat a latest trend for café goers in Bali, and Black Eye Coffee Sunset Road is one of the most sought-out new spot to indulge ourselves with a de-stressing cup of coffee. The quaint café / dining venue is actually the second branch from the successful one up at Bedugul precinct, owned by SecretGarden Village eco-recreation center.

Convenient is one word that pops out in my mind once I set foot inside the cafe. Spacious with lavish industrial touch here and there, the Fully A/C-ed main room (and its smoking area) can easily contains 50 pax simultaneously; with a coffee bar on one side and transparent see-through kitchen area on another.

Black Eye Coffee & Roastery takes their specialty seriously. From my conversation with their baristas, I get the impression that they really understand and passionate about what they’re doing. I was told that the cafe own two main roasteries in Bedugul and Jakarta, and specifically put their effort in embracing the richness of Indonesian archipelago’s coffee bean. Currently, they use at least 9 types of beans all across the island nation; such as Gayo, Mandailing, Peaberry and Lampung’s robusta from Sumatra, Bajawa Flores, to Central Java’s underrated Ciwidey-grown beans.

During my visit, I tried several types of coffees made by various methods; from classic cappuccino to nowadays favorite Vietnam Drip. The coffee in general is mild with bitter aftertaste; not too strong, but just enough to create a pleasant combination on my tongue. One of the menu on their coffee-based beverage list that really catches my attention is called ‘Lone Ranger’; a glass of cold drink which made by boldly combining fresh orange juice, espresso and honey dew syrup, creating an incredibly distinctive flavors of sweet, bitter and sour. A must try for coffee lovers!

Delicious coffees aside, Black Eye Coffee & Roastery also serves wide arrays of Indonesian and pan-Asian meticulous menus. One of their recommendations is called The Luwus Signature Bebek Timbungan; a fine blend of traditional smoked duck cooked in bamboo and served along with white rice, stir-fried vegetables and three types of homemade sambal chili sauce as condiment. For those who prefer seafood or fish-based meal, Nasi Bakar Salmon can be a perfect choice as well. This unique menu is cooked with traditional method by putting all ingredients in banana leaves, creating a succulent mixture of coconut milk, grilled rice and savory shredded salmon; a real taste of Indonesian’s majestic ocean produce.

===================================================================================================================


Terletak di pinggir jalan utama Bypass Sunset Road, Black Eye Coffee & Roastery menggunakan kombinasi dari gairah dan pengetahuan mereka untuk menciptakan secangkir menuman nikmat dari biji kopi Indonesia terpilih.

Saat ini, pengalaman menikmati kopi telah menjadi tren di kalangan pencinta kafe Pulau Bali. Salah satu destinasi teranyar bagi para pencinta ‘ngopi’ tersebut adalah Black Eye Coffee & Roastery Sunset Road. Kafe sekaligus tempat bersantap ini sesungguhnya merupakan cabang dari tempat pertama mereka yang cukup menuai sukses di daerah Bedugul; tepatnya milik pusat rekreasi dan edukasi Secret Garden Village.

‘Nyaman’ adalah kata yang terlintas di pikiran ketika saya menginjakkan kaki di ruang makan utama Black Eye Coffee & Roastery Sunset Road. Luas yang lapang dengan sentuhan industrial yang berkesan mewah di sana-sini, ruang full AC ini (dan juga smoking room kecil di area belakangnya) dapat dengan mudah menampung 50 orang secara bersamaan; dengan bar kopi di satu sisi dan ruang dapur dengan kaca transparan di sisi lainnya.

Black Eye Coffee & Roastery betul-betul serius dalam spesialisasi mereka. Dari perbincangan hangat dengan para baristanya, saya mendapat kesan bahwa mereka memiliki ilmu yang dalam dan juga gairah terhadap profesi yang mereka lakoni. Saya diberitahu bahwa kafe ini memiliki dua Roastery (pusat pemanggangan kopi) sendiri, yakni di daerah Bedugul dan Jakarta, serta secara spesifik melakukan segenap upaya untuk mengangkat pamor kekayaan biji kopi di seluruh gugusan nusantara. Saat ini, Black Eye Coffee menggunakan sekurangnya 9 macam biji kopi yang berasal dari berbagai pulau di Indonesia; diantaranya Mandailing, Peaberry dan robusta Lampung dari Sumatra, Bajawa dari Flores, hingga daerah Ciwidey di Jawa Tengah.

Saat berkunjung, saya mencicipi berbagai racikan kopi yang dibuat dari beragam jenis cara., mulai dari cappuccino nan klasik hingga favorit ‘kekinian’, Vietnam Drip. Secara umum, kopi di Black Eye Coffee & Roastery memiliki ketebalan sedang (mild) dengan citarasa pahit yang lembut. Tidak menohok, namun cukup untuk menciptakan nuansa sedap di lidah. Salah satu menu berbasis kopi yang menarik perhatian saya di sini bernama ‘Lone Ranger’; segelas minuman dingin yang dibuat dari perpaduan berani antara jus jeruk alami, sirup melon honey dew dan espresso. Rasanya yang unik merupakan gabungan asam, manis serta pahit yang menggugah selera. Sebuah kreasi yang patut dicoba untuk para pencinta kopi!

Selain kopi khas nan lezat, Black Eye Coffee & Roastery juga menyajikan sejumlah menu Indonesia dan Pan-Asia nan lezat. Salah satu rekomendasi mereka adalah The Luwus Signature Bebek Timbungan; sebuah citrakarya otentik tradisional nusantara berupa bebek ungkep nan lembut yang disajikan dengan nasi putih hangat, sayur bumbu serta tiga macam sambal sebagai pelengkap. Bagi mereka yang memilih untuk menikmati menu berbahan dasar ikan, jangan kuatir, karena disini kamu bisa memesan Nasi Bakar Salmon; yang tersaji terbungkus daun pisang dengan kombinasi santan, nasi bakar serta cacahan daging salmon yang gurih nan lezat.

0 0
Feed