The All-Rounder

In term of marketing, you can’t be “everything for everyone”, however, it doesn’t stop restaurant owners from trying. We witness numerous places failed, even almost in every line, but Ambrogio Patisserie is one of the rare breed which managed to nail the concept.


Ambrogio Patisserie was built by Edwin Soeryajaya, a Le Cordon Bleu, Sydney graduate. When we visit the place, we tried the plain croissant and espresso, it’s our standard way of judging the seriousness of the owner. We’re quite surprised, Ambrogio’s espresso has the distinctive fruity notes that came from natural fermentation process, and it’s the kind of coffee that can even please specialty coffee fanatics. We rarely see this kind of quality in similar restaurants which tend to play safe in their coffee.

“Ambrogio is not a specialty coffee shop, but we’re trying to serve proper coffee,” said Edwin opening our conversation. His involvement in coffee is no joke, he’s even preparing a new place to set up his own roaster, not too far from Ambrogio Patisserie.

Moving on to the croissant, it has the crispy, flaky texture outside, but moist and soft inside with the distinctive European butter aroma. It seems that Le Cordon  Bleu Sydney is doing a great job in educating its graduates. It’s a proper croissant that’s very difficult to find in, let say, 3 years ago. We got the same sensation when tried another recommended Ambrogio’s pastry product, Kouign Amann.

The story of Edwin’s involvement in pastry began with his hobby of tweaking automotives, whether it’s car or motorcycle, since elementary school. As a grown up, he turned his tweaking hobby into pastry. Fortunately, he’s also amember of Prima Rasa’s family that also managed other places in Bandung, such as Herb & Spice, Bellamie Boulangerie, and One Eighty Coffee.

Even  though initially designed to offer bakery & pastry products, Ambrogio got many requests for main courses from customers. Thanks to Edwin’s personal experience and Prima Rasa’s management, Ambrogio managed to become a place that can satisfy everyone. Along with bakery & pastry that are Edwin’s specialties, coffee as his hobby, Ambrogio also serves quality main courses, from Indonesian, Asian, to western cuisines in spacious place.

Of course, it wasn’t easy to reach this height. “The recipes I got from Le Cordon Bleu can’t be applied here. The locals here aren’t into complicated taste. When we offer new taste they never tried, they wouldn’t afford it. In the beginning, we held tasting session with many market segments, from college students,  family man, housewives, to the elders. We found out that they don’t want funky taste, the product might be unique, but it needs to have familiar taste,” explained Edwin.

Ambrogio’s interior concept that features natural elements, such as concrete, wood, and steel, can also be seen in their choice of ingredients. “We’re using natural products, such as puree, and we don’t use any pastas. We don’t even use any air conditioning, thanks to Bandung’s naturally friendly climate,” he said.

Some of the recommended main course menus here involve ribs, such as Grill Ribs (400  gr of US beef ribs in barbeque sauce), Mexican Style Grill Ribs Iga Bakar Cabe Hijau and Iga Garang Asam. In addition, Ambrogio also features customers’ favorites such as Ambro Mushroom Fillet (pan seared fillet sirloin served with sautee veg & creamy mushroom sauce) and Creamy Miso Salmon (served on top of croissant roll, sousvide egg, and mix salad).

Ambrogio Patisserie is a nice option to have when you visit Bandung with families who has different taste preference. Once again, we rarely see a restaurant that’s succeed in becoming “everything for everyone”, however if such category exists,
Ambrogio Patisserie would be a strong candidate.

==============================================================================================================================================================================


Dari sisi marketing, Anda tidak bisa menjadi “everything for everyone”, namun itu tidak menghentikan pemilik restoran untuk mencoba. Kami melihat banyak sekali tempat yang gagal, bahkan hampir di semua lini, namun Ambrogio Patisserie adalah satu dari sedikit sekali restoran yang berhasil melakukannya.

Ambrogio Patisserie didirikan oleh Edwin Soeryajaya, seorang lulusan Le Cordon Bleu Sydney. Ketika berkunjung, kami mencicipi plain croissant dan espresso, ini adalah produk yang menjadi standar kami untuk menilai “keseriusan” pemilik tempat. Kami cukup terkejut, espresso Ambrogio memiliki aroma fruity yang khas dari hasil proses fermentasi natural, ini merupakan kopi yang bisa memuaskan para pecinta kopi specialty fanatik. Hal ini jarang kami jumpai di resto sejenis yang cenderung “main aman” dalam soal kopi.

“Ambrogio memang bukan specialty coffee shop, tapi kami ingin menyajikan kopi yang proper,” jelas Edwin membuka percakapan. Keterlibatan Edwin dalam dunia kopi tidak main-main, ia bahkan sedang menyiapkan tempat untuk mendirikan roasterynya sendiri, tidak jauh dari lokasi Ambrogio Patisserie.

Beralih ke croissant, produk ini memiliki tekstur yang crispy dan flaky pada bagian luar, lalu moist dan lembut pada bagian dalam dengan aroma khas butter Eropa. Tampaknya Le Cordon Bleu Sydney melakukan tugas yang baik dalam mendidik para lulusannya. Ini merupakan sebuah croissant proper yang sulit sekali kami temui dalam, katakanlah, 3 tahun lalu. Sensasi yang sama kami rasakan juga ketika kami mencicipi produk pastry andalan Ambrogio yang lain, Kouign Amann.

Cerita Edwin di dunia pastry berawal dari hobinya untuk membongkar pasang otomotif, baik mobil ataupun motor, sejak SD.  Setelah dewasa, hobinya ini ia salurkan juga di dunia pastry. Kebetulan, ia merupakan salah satu anggota keluarga besar Prima Rasa yang menaungi beberapa tempat lain di Bandung seperti Herb & Spice, Bellamie Boulangerie, dan One Eighty Coffee.

Meski awalnya didesain untuk hanya menjual produk bakery & pastry, Ambrogio mendapatkan permintaan untuk menyajikan makanan berat dari pelanggan. Berbekal pengalaman pribadi Edwin dan manajemen Prima Rasa, Ambrogio berhasil menjadi salah satu tempat tujuan yang bisa memuaskan hampir semua orang. Selain bakery dan pastry yang menjadi spesialisasi Edwin, kopi yang menjadi hobinya, Ambrogio juga menyajikan main course berkualitas, mulai dari masakan Indonesia, Asia, hingga western dengan tempat berkapasitas luas.

Tentu, tidak mudah untuk mencapai kesuksesan seperti ini. “Resep yang saya dapatkan di Le Cordon Bleu tidak ada yang saya pakai. Selera masyarakat di sini tidak suka rasa yang terlalu rumit. Ketika pelanggan kami berikan rasa baru yang belum mereka pernah coba, mereka tidak akan mau membeli. Di awal, kami bahkan melakukan sesi tasting dengan semua kalangan, mulai dari anak muda yang masih kuliah, family man, ibu-ibu arisan, hingga orang tua. Kami menemukan bahwa mereka tidak mau produk yang aneh-aneh, mungkin produknya boleh aneh, namun rasanya harus familiar,” jelas Edwin.

Konsep interior Ambrogio yang bernuansa natural, dengan bahan-bahan beton, kayu, dan besi, terlihat juga pada penggunaan bahan-bahan makanan yang alami. “Kami menggunakan bahan natural,seperti puree, kami menghindari penggunaan pasta. Kami bahkan tidak menggunakan AC, kebetulan di Bandung cuacanya lumayan nyaman,” kata Edwin.

Beberapa main course yang menjadi rekomendasi di sini adalah menu iga seperti Barbeque Grill Ribs (400 gr of US beef ribs in barbeque sauce), Mexican Style Grill Ribs Served in Pineapple Salsa, atau jika Anda menginginkan yang lebih tradisional Indonesia: Iga Bakar Cabe Hijau dan Iga Garang Asam. Selain itu, Ambrogio juga menyajikan Ambro Mushroom Fillet (pan seared fillet sirloin served with sautee veg & creamy mushroom  sauce) and Creamy Miso Salmon (served on top of croissant roll, sousvide egg, and mix salad).

Ambrogio Patisserie adalah pilihan tepat bagi Anda yang datang ke Bandung bersama keluarga, dengan selera makanan yang berbeda-beda. Sekali lagi, kami jarang menemui restoran yang berhasil menjadi “everything for everyone”, namun jika konsep semacam itu ada, Ambrogio Patisserie adalah salah satu kandidat kuat.



AMBROGIO PATISSERIE
Jl. Banda No.22/26, Citarum, Bandung Wetan, Kota Bandung, Jawa Barat 40115
Phone : +62 22 2051 2779

0 0
Feed