The Agrestal Sourdough Bread

Bagi para penikmat roti, mungkin sudah tidak asing dengan istilah ‘sourdough’ yang belakangan populer dan identik dengan perkembangan tren roti sehat. Lewat rubric Spice kali ini, PASSION ingin sedikit mencerahkan tentang asal muasal istilah yang merujuk pada teknik pembuatan tersebut; termasuk juga ragi ‘liar’ yang digunakan untuk membuatnya. Yuk, kita simak bersama!

Kendati baru terdengar gaungnya di beberapa tahun terakhir, Sourdough sesungguhnya merupakan teknik pembuatan roti yang sudah dilakukan sejak ribuan tahun lamanya di negara Mesir. Di era modern, ia mulai dipopulerkan di kota San Fransisco, Amerika Serikat, dan juga negara Jerman. Berbeda dari kebanyakan roti yang ditemukan di pasaran (terutama di Indonesia), sourdough diracik menggunakan biang-ragi (starter) khusus yang mengandung elemen berbeda dari ragi pada umumnya.


Kendati terdengar kompleks, namun pada prinsipnya, proses pembuatan roti sourdough selalu diawali dengan beberapa tahapan sederhana yang bahkan bisa anda coba sendiri dirumah; yakni mencampur sejumlah tepung dengan air, lalu  endiamkannya beberapa waktu hingga bakteri lactic acid serta ‘ragi liar’ mondok serta membantu untuk mengembangkan roti. Karena menggunakan bakteri ‘liar’, maka ragi yang dihasilkan pun akan berbeda di setiap tempat, sehingga beberapa chef pastry kawakan mengklaim bahwa tidak akan ada dua roti sour-dough yang benar-benar sama. Meski demikian, sourdough memiliki citarasa asam yang khas karena menggunakan lebih banyak ragi. Tekstur rotinya pun cukup berbeda; yakni lembut di dalam serta garing di luar. Biasa roti ini disantap menggunakan mentega butter homemade yang asin dan gurih untuk melengkapi citarasa.

0 0
Feed