The Adventurous Cook

Enerjik, dinamis dan dikaruniai segudang talenta, Aldi Alditsa bukanlah sekedar juru masak biasa. Sukses memegang kendali dapur di Habitat Ubud, pemuda kelahiran Jogjakarta tersebut langsung melebarkan sayap dan menjabat sebagai Head Chef di UNION Ubud. Menangani dua restoran sekaligus rupanya menjadi sebuah tantangan yang sangat dinikmati prosesnya oleh Chef Aldi, dan ia masih memiliki waktu luang untuk melakukan beragam hobi yang memacu adrenalin, termasuk otomotif. Seperti apa perbincangan PASSION dengan Chef Aldi? Mari simak berikut ini!

Sebutkan tiga bahan baku yang paling sering kamu gunakan dalam masakan (beserta alasannya)


Ikan; Daging ikan memang kaya akan rasa, jadinya mempermudah berkreasi. Hal ini sebenarnya juga sekaligus tantangan, karena memasak dengan bumbu sederhana itu bukan berarti mudah. Dan di sisi lain menurut saya, jika cara memasaknya berlebihan, rasa ikan yang seharusnya sudah enak “dari sananya”, akan hilang.


Lemon; Walaupun hanya dipakai sedikit, lemon mampu menjadikan makanan lebih kaya rasa. Tidak hanya sebagai bumbu, lemon juga banyak gunanya, termasuk mempercepat proses pembersihan bahan masakan yang berbau amis, mempermudah pembersihan alat dapur, juga membantu mengawetkan buah dan sayur


Daun Coriander; Saya bukan tipe chef yang suka menghias makanan berlebihan, nah, selain saya memang suka rasanya, coriander juga merupakan garnish yang sederhana namun cantik. Selain itu, sebagai saus, coriander mudah dipadu padan dengan banyak makanan.


Apa ciri khas masakan kamu? Bagaimana kamu mengimplementasikannya di UNION Ubud?


 Light, fresh, dapat dibuat dengan mudah dan cepat. Karakter masakan saya memang pas untuk restaurant yang selalu sibuk seperti Union. Saya menyebut masakan saya sebagai makanan kreatif, sebab prinsip-prinsip dasar yang tadi saya sebut, yaitu light, fresh dan mudah dibuat, bisa diimplementasikan ke dalam kerangka beragam masakan dari berbagai belahan dunia. Orang kebanyakan menyebut jenis masakan ini sebagai fusion. Ya sah-sah saja. Yang jelas secara teknis penekanannya saat makanan diproduksi di dapur. Flow produksi makanan harus cukup pendek, dengan mengalihkan sebagian proses sebagai tahap persiapan yang dapat dilakukan diluar waktu sibuk. Memangkas waktu produksi semaksimal mungkin untuk dapur komersial seperti milik Union, sangat krusial.


Siapa figur inspiratif dalam karir kamu? Dan hidangan apa yang akan kamu masak untuk menjamu sosok tersebut?


Nick Vujicic - dia terlahir berkekurangan, tanpa tangan dan tanpa kaki. Dan dia berhasil menjadi dia yang sekarang, berkegiatan, berolah raga, melakukan aktivitas yang bahkan manusia yang “komplit” sejak lahirpun belum tentu bisa melakukannya. Tidak hanya itu, dia bertumbuh menjadi tokoh yang menginspirasi lewat kelas-kelas motivasinya yang fenomenal. Dalam berkarir, saya seringkali menemukan hambatan dan marah terhadap lingkungan dan diri sendiri. Tapi saya selalu ingat apa yang dikatakan oleh Nick Vujicic, bahwa kegagalan itu tidak penting, yang penting adalah bagaimana cara melaluinya. Saya ini lahir normal, tidak kurang suatu apapun, harusnya saya tidak mudah menyerah bukan?


ika ada kesempatan bertemu Nick, saya ingin memasak lontong sayur untuk dia. Bukan masakan ciri khas saya memang, namun makanan ini yang saya cari tiap hari ketika saya kecil, hingga saat ini setiap kali pulang ke rumah orang tua. Bagi saya, lontong sayur yang sederhana, membawa kembali ingatan-ingatan manis maupun pahit, sepanjang hidup saya,


Jika kamu terdampar di satu pulau kosong dan hanya boleh membawa tiga benda, apa saja yang akan kamu bawa?


Pisau; Apapun yang terjadi dan selama apapun saya terdampar, akan lebih mudah untuk bertahan hidup jika saya punya pisau. Terlalu banyak gunanya jika disebutkan satu-satu, yang jelas kebutuhan dasar seperti tempat berteduh, pakaian, api, semua akan lebih mudah dibuat dengan bantuan pisau. Tertutama di masa-masa awal terdampar


Korek api; Walaupun di film-film terlihat mudah membuat api tanpa korek, saya tahu persis kenyataannya tidak semanis itu. Jika terdamparnya lama, ya mau tidak mau tetap harus belajar membuat api, tapi setidaknya sementara saya tidak perlu terlalu khawatir. Api banyak gunanya dalam kondisi darurat. Selain untuk mencegah badan drop karena temperatur rendah, api juga berguna sebagai pengusir binatang besar yang mungkin berbahaya. Selain itu, api juga alat yang cukup efektif untuk membuat tanda SOS jika diperlukan


Obat-obatan; Belum tentu pulau tempat saya terdampar cukup kaya dengan tumbuhan yang berkhasiat medis. Menurut bayangan saya, mencoba bertahan hidup sendiri tentu akan menuntut saya untuk melakukan hal-hal yang berbahaya. Selain itu, minimnya penunjang hidup tentu memungkinkan saya lebih mudah sakit. Mempunyai stok obat-obatan akan sangat menolong, setidaknya untuk sementara sampai saya mulai terbiasa.


Menurut kamu, apa definisi dari ‘kegagalan’, dan bagaimana cara kamu mengatasinya?


Buat saya, kegagalan adalah saat seseorang memutuskan untuk berhenti berusaha. Dan kesuksesan adalah saat seseorang berhasil mengalahkan diri sendiri dan terus bergerak maju, dalam kondisi paling berat sekalipun. Tidak hanya sekali dalam hidup, saya menyerah dan memutuskan untuk berhenti. Namun perlahan saya belajar bertahan, dengan bereksperimen, berinovasi mencari cara baru yang belum pernah dicoba. Kadang apa yang dianggap gilapun saya lakukan. Ini cara saya memotivasi diri agar tidak berhenti.


Sebagai head chef dari UNION Ubud, bagaimana cara kamu memotivasi rekan-rekan di kitchen? Apa tantangan terbesar yang pernah kamu hadapi sejauh ini?


Membuat suasana kerja senyaman mungkin untuk tim dengan memberikan kepercayaan yang cukup bagi mereka untuk melakukan fungsinya masing-masing. Memberikan tugas-tugas baru agar tim selalu tertantang dan berkembang. Tantangan terbesar adalah menciptakan harmoni dan sinergi diantara sekian banyak orang dari beragam latar belakang, dalam satu ruangan dengan kesibukan sangat tinggi, suhu panas dan tekanan harus bekerja tanpa error. Dalam hal ini, saya yang kebetulan bukan orang Bali, punya tuntutan tersendiri untuk mempelajari kultur setempat agar bisa mengenal tim saya lebih dekat. Ini awal dari semua proses bersinergi tadi.


Sebutkan satu impian tergila yang hendak kamu capai


Keliling dunia dengan food truck, bertemu beragam orang dari berbeda kalangan, mengenal budaya mereka lewat makanan dengan belajar dan mencoba membuat makanan khas setiap tempat yang saya singgahi. Idealnya, saya bisa menambahkan gaya saya sendiri dalam setiap masakan yang saya pelajari, dan berbagi masakan versi baru ini dengan pemilik resep aslinya.


Jika kamu tidak menjadi chef professional, profesi apa yang akan kamu pilih sebagai karir? 


Pembalap mobil. Salah satu hobi saya adalah otomotif, dari mulai mengutak-atik mesin, mendandani, hingga mengendarai. Memacu mobil hasil oprekan sendiri dengan kecepatan tinggi, seperti sedang berada dalam dunia lain bagi saya. Balapan itu unik, semua detil harus diperhatikan justru saat kecepatan sangat tinggi, memaksa saya berpikir cepat. Yang asik, adrenalin saya terpacu, sekaligus saya harus mengendalikan emosi.



0 0
Feed