The 18th SIAL Interfood

SIAL Interfood 2018 kembali diselenggarakan untuk ke-18 kalinya di JIEXPO Kemayoran pada 21-24 November. Event kali ini menghadirkan lebih dari 1.000 peserta pameran dari seluruh dunia yang mewakili berbagai kategori produk, mulai dari produk dairy, telur, daging, seafood, buah, sayur, bakery, cokelat, kopi, teh, gelato, produk makanan sehat hingga kalengan, berbagai peralatan dan perlengkapan masak, semuanya siap untuk menyambut 75.000 pengunjung SIAL Interfood 2018.


Tentu saja, SIAL Interfood 2018 berkolaborasi dengan berbagai organisasi dan asosiasi, mulai dari kalangan ahli, chef, praktisi baik nasional maupun internasional yang akan mengisi berbagai event, mulai dari SIAL Innovations, La Cuisine Competition, IPA Championship, hingga berbagai demo masak dan seminar. Berikut ini adalah highlight dari event SIAL Interfood 2018 dan beberapa perusahaan peserta.


IPA Championship

Pada SIAL Interfood 2018, IPA Championship mengadakan lomba kategori baru, yaitu French Pastry dan Chocolate Showpiece yang disponsori oleh Embassy of Chocolate, serta Donut Making and Decorating.

Kabar gembiranya, penambahan nomor lomba ini juga diikuti oleh peningkatan kualitas produk para peserta. “Untuk Junior Class dan juga kelas lain seperti Jajan Pasar, peserta berhasil membuat produk yang lebih baik dan berimbang. Bahkan untuk Bakery Challenge, para juri membutuhkan ketelitian ekstra karena terdapat perbedaan yang nyaris sulit untuk  dilihat. Kami kesulitan untuk menentukan pemenang, Meski semua lomba di sini menarik, mungkin yang paling menyedot perhatian adalah Bakery Challenge dan Jajan Pasar karena peserta sarat emosi dan gengsi sambil membawa institusinya masing-masing. Semua peserta lomba ini sangat profesional, mampu menampilkan  yang terbaik sehingga menjadi hiburan tersendiri bagi para juri dan penonton,” kata Chef Rahmat Kusnedi, Presiden Indonesia Pastry Alliance (IPA).

Melalui IPA Championship 2018, Chef Rahmat berharap agar acara ini dapat membawa misi dan pesan yang jelas bahwa kompetisi lebih dari sekedar hura-hura atau pelepas lelah. “Jangan hanya melihat hadiahnya saja, jadikanlah ini sebagai barometer kita dalam berimprovisasidan berkreasi lebih jauh untuk menciptakan tren, bukan hanya sekedar menjadi follower,” tambahnya.

Untuk tahun depan, Chef Rahmat bercita-cita untuk meningkatkan level IPA Championship mejadi Asian Baking Challenge. Saat ini, IPA masih melakukan feasibility study mengenai persiapan dan penambahan beberapa kelas baru yang akan ditampilkan demi meningkatkan level kompetisi serta memberikan dampak positif bagi perkembangan industri pastry dan bakery di Indonesia.



Berikut ini adalah daftar pemenang IPA Championship 2018:

· French Pastry & Chocolate Showpiece: Vera Johani & Nurul Handayani dari JCC.

· Donut Making & Decorating Challenge: Alexander dari Hotel Borobudur.

· Junior Pastry Challenge: Edwin Soeryajaya & Kahfi Kurnia dari Ambrogio Patisserie.

·  Dress The Cake (Blogger & Public): Steven Sundjaya & Sinta Amalia dari The 12 Cupcakes.

· Traditional, Authentic & Sweet Presentation: Syahid Widodo & Patyono dari Aerofood ACS.

· Dress The Cake (ABK): Naura Athifa Mubhita dari SMKN 32.

· Bakery Chef Challenge: Arief Maulana Ikshan & Azhar Hafid dari Puratos Indonesia


Smart+

Sinar Mas Agribusiness & Food, sebagai sebuah perusahaan yang berbasis di Indonesia, kali ini ingin lebih memperkenalkan tema Nusantara kepada para pelanggannya melalui resep-resep cake, roti dan cookies khas Indonesia yang diberikan sentuhan modern.


PT. Smart Tbk juga sengaja mengusung tema Nusantara menjelang tahun politik 2019 yang menantang bagi hampir seluruh industri. “Kami perlu menanamkan bahwa kita semua adalah Indonesia, tidak terbelah-belah. Salah satu caranya adalah dengan  menonjolkan resep-resep dari seluruh Nusantara yang kami harapkan dapat menumbuhkan jiwa nasionalisme,” jelas Sofilia Tokarso, Marketing Communication PT. Smart Tbk.

Seiring dengan perkembangan jaman dan informasi melalui berbagai media sosial dan Internet, masyarakat semakin menyadari pentingnya peran makanan bagi kesehatan. Oleh sebab itu, pada 2019, PT. SMART Tbk mempunyai visi untuk menjadikan semua produk yang diproduksi bebas dari lemak trans, yang secara jangka panjang bisa berbahaya untuk kesehatan melalui brand-brand andalannya: Filma, Palmboom dan Palmvita.


Toffin Indonesia

Berbeda dengan tahun lalu, kali ini keikutsertaan Toffin Indonesia di SIAL Interfood 2018 menempati 2 space pameran. Booth pertama menampilkan produk-produk unggulan Toffin, mulai dari Nuova Simonelli, Hario, Victoria Arduino, Technivorm Moccamaster, dan bahan baku gelato berupa base dan powder dari Comprital. Booth didedikasikan untuk brand terbaru asal Italia: Fabbri1905.

Sebagai Agen Tunggal Pemegang Merk (ATPM), Toffin tentu menggunakan acara ini untuk melakukan komunikasi, promosi sekaligus menjual produk tersebut kepada para pengunjung. Mereka juga dapat mencoba dan menilai sendiri kualitas produk-produk yang dihadirkan Toffin.

Beberapa produk yang menjadi fokus Toffin pada SIAL Interfood 2018 adalah produk baru dari Nuova Simonelli yaitu Aurelia Wave, wajah baru brand mesin espresso dari Italia ini yang menonjolkan eco-sustainability, kualitas espresso, informasi digital dan ergonomis. Selain itu, pengenalan Fabbri 1905 juga menjadi salah satu agenda utama Toffin. Produk sirup dan saus dari Italia ini memiliki kandungan fruit juice dan pulp yang lebih tinggi yang dilengkapi dengan natural flavoring, bebas dari pewarna dan pengawer buatan.

Sebagai salah satu distributor mesin dan peralatan kopi terbesar di Indonesia, tentu Toffin sangat diuntungkan dengan geliat coffee shop yang melanda belakangan ini. “Ngopi bukan lagi sekedar aktivitas biasa, namun sudah menjadi symbol atau status sosial, apalagi populasi milenial di kota besar terus tumbuh disokong dengan pertumbuhan kelas menengah yang besar,” jelas Ario Fajar, Head of Marketing Toffin Indonesia.

Pada 2018, terjadi ketimpangan antara jumlah konsumsi dan produksi kopi. Pertumbuhan konsumsi kopi dalam negeri meningkat sekitar 8.8%, atau 1,2 kg per kapita. Anda bisa melihat geliat pertumbuhan bisnis ini dari mulai menjamurnya coffee shop, mulai dari yang berkonsep grab & go, specialty coffee, hingga tren kopi susu kekinian. Sayangnya, pertumbuhan ini ternyata tidak diimbangi dengan supply produksi kopi. Bahkan, menurut data dari BPS, pada semester pertama 2018, produksi kopi justru menurun.

“Di tahun 2019, industri kopi masih tetap penuh tantangan namun masih tetap menjanjikan. Dari sisi hulu (makro), pemerintah harus bisa menggenjot produksi kopi dalam negeri di mana diprediksi tahun 2019-2021 konsumsi kopi Tanah Air akan mencapai 340-370 ribu ton. Di sisi  lain (mikro/hilir), bisnis kopi makin menggiurkan terlebih lagi fenomena kopi kekinian akan terus berlanjut hingga tahun depan khususnya di kota lapis kedua. Hal itu bisa diliat dari startup-startup kopi yang menargetkan puluhan hingga ratusan cabang di tahun depan,” tambah Ario. Dengan kesempatan tersebut, Toffin akan terus berkomitmen untuk meningkatkan kualitas produk dan layanan after sales service yang tersebar di 13 kota besar di Indonesia.


Reirom Indonesia

Sebagai pemain yang relatif baru, Reirom Indonesia memiliki berbagai agenda: mulai dari memperkenalkan semua produk yang dimiliki Reirom Indonesia, memperkuat citra perusahaan, hingga riset tren pasar.

Reirom sendiri menangani beberapa brand terkemuka, seperti Basilur, Bean Plus, Curtis, Joper, One Dutch, Torani, namun kali ini Reirom memilih untuk fokus memperkenalkan Dalla Corte, mesin espresso dan grinder dari Italia. “Semua mesin espresso Dalla Corte sudah menggunakan teknologi multi boiler, yang artinya, selain boiler utama, setiap group head memiliki boilernya masing – masing. Selain itu, untuk menghemat energi, pada mesin espresso Dalla Corte 2 group atau lebih, masing – masing group head dapat dimatikan dan dinyalakan sesuai kebutuhan,” jelas Doddy Samsura, Product Development Reirom.

Selain itu, semua mesin espresso Dalla Corte dilengkapi dengan DC System yang terdiri dari: GCS (Grinder Control System), MCS (Milk Control System) dan OCS  (Online Control System). Melalui teknologi teknologi GCS yang sudah dipatenkan oleh Dalla Corte, mesin espresso dan grinder dihubungkan melalui kabel yang secara otomatis mengatur cakram penggilingan (grinding disc) untuk menjamin kualitas produk yang konstan di setiap seduhannya. MCS merupakan tongkat busa khusus (special foam wand) yang didesain untuk menghasilkan busa susu yang konstan, padat dan lembut, sementara OCS merupakan software khusus yang dapat mengontrol dan menampilkan semua parameter dari jarak jauh dengan menggunakan koneksi Internet.

Menurut Doddy, di tahun 2019, akan ada semakin banyak orang yang membutuhkan informasi mengenai kopi. Konsumen menginginkan kualitas kopi yang lebih baik, sekaligus menjadikannya sebagai gaya hidup yang tidak dapat ditingalkan. Selain kopi konvensional, produk seperti cold brew, nitro coffee dan soda with flavor akan ikut meramaikan trend kopi di 2019. “Untuk mengantisipasi hal tersebut, selain menyediakan alat dan bahan berkualitas terkait kebutuhan kopi, Reirom Coffee juga akan segera membuka sekolah barista, dimana setiap pecinta kopi dapat mempelajari seluk beluk kopi hingga penyajiannya,” jelasnya.


Chefmate


PT. Ares Kusuma Raya melalui brand ChefMate kembali di SIAL Interfood 2018 untuk memperkuat dan memperluas brand awareness mereka di benak pelanggan. Fokus mereka kali ini adalah untuk memperkenalkan ChefMate Glaze, produk glazing yang populer untuk aplikasi donat karena dapat memberikan hasil akhir yang mengkilap dan tetap basah. Produk ini memiliki 6 varian rasa: dark, green tea, tiramisu, thai mango, taro dan strawberry.

“Di 2019, tantangan akan semakin besar karena pemain di bisnis food service semakin banyak. Oleh sebab itu, kami akan terus berinovasi untuk menciptakan produk-produk baru yang berguna bagi pelanggan, serta tentunya tetap mengedepankan kualitas dan keamanan pangan sesuai dengan standar BPOM,” jelas Fernando, Brand Development Head ChefMate.

0 0
Feed