Specialized Product

Tingginya investasi di bisnis restoran atau bakery membuat banyak orang beralih ke produk spesialisasi. Meski namanya mungkin terdengar asing, kita cukup akrab dengan produk-produk tersebut, sebut saja es kopi susu, minuman boba, hingga Roti Boy. Ciri-ciri produk spesialiasi ini sederhana, biasanya mereka hanya menjual 1 jenis produk dengan beberapa

pilihan varian, kiosnya relatif lebih kecilnamun jumlahnya banyak. Kami bertemu dengan Chef Rahmat Kusnedi untuk membahas kekurangan dan kelebihan bisnis ini.

Apa saja kelebihan dari bisnis spesialisasi ini?

Ada banyak kemudahan dari sisi produk mulai dari jumlah bahan baku yang lebih sedikit, perhitungan ke sistem yang lebih sederhana, variable cost yang minim, kontrol waste dan reject lebih mudah. Biasanya produk spesialiasi pilihannya sedikit, meski variannya banyak. Maksud saya, katakanlah produk viennoiseri, variannya ada macam-macam, mulai dari croissant plain, croissant cokelat, croissant keju, Danish pastry, tapi pada dasar adonannya sama.

Dari sisi tenaga kerja, Anda juga akan lebih mudah dalam melakukan pelatihan karena kemampuan yang dibutuhkan tidak banyak. Biasanya produk spesialisasi memiliki 1 central kitchen dan kemudian produknya didistribusikan ke seluruh outlet. Anda tidak membutuhkan staf ahli di outlet karena biasanya tidak ada proses masak lagi. Selain itu dengan jumlah karyawan yang lebih sedikit, katakanlah 5-10 orang, Anda bisa membuat 2.000 produk per hari. Pada bakery konvensional, untuk membuat 2.000 produk, Anda butuh staf jauh lebih banyak.

Kemudian dari sisi investasi juga biayanya cenderung lebih murah. Untuk sebuah membuka sebuah kios dan membeli peralatan, biasa dananya tidak lebih dari Rp 100 juta (belum termasuk sewa). Oleh sebab itu, Anda juga bisa lebih mudah untuk melakukan ekspansi bisnis. Namun di sisi lain, investor juga memikirkan bisnis ini dalam waktu yang relatif lebih pendek. Katakanlah untuk bisnis sejenis Roti Boy, mungkin mereka hanya memikirkan rencana 5-10 tahun ke depan saja.


Lalu, bagaimana dengan kekurangannya?

Minimnya jumlah produk tentu akan membuat pelanggan lebih cepat bosan. Selain itu, produk semacam ini lebih mudah ditiru kompetitor. Jika ada yang berhasil meniru produk Anda dan menjualnya dengan harga lebih rendah, selesai sudah. Selain itu, dengan jumlah produk yang sedikit, Anda tidak bisa melakukan subsidi silang. Pada bakery biasa, katakanlah 


penjualan roti abon bulan ini menurun, namun bisa ditutupi kerugiannya karena penjualan roti cokelat meningkat. Bisnis ini menuntut Anda untuk memiliki kreativitas lebih tinggi untuk menghindari stagnasi.


Pekerjaan staf yang cenderung lebih monoton ini apakah berpengaruh terhadap turnover?

Tidak. Tinggi rendahnya turnover karyawan sebetulnya lebih ke sisi manajemen. Jika manajemen perusahaan buruk, biasanya turnovernya lebih tinggi. Bisnis semacam ini mencari karyawan yang mengutamakan kenyamanan bekerja, begitu Anda menemukan karyawan semacam itu, ia akan tinggal dalam waktu lama.


Sebagai spesialis produk, apakah bisnis ini menjanjikan margin yang lebih tinggi?

Semuanya kembali pada berapa banyak produk yang bisa Anda jual. Rata-rata untuk produk roti, marginnya sekitar 30- 40%, setelah dipotong biaya overhead, labor cost dan lain-lain. Satu hal yang perlu dicatat, pada industri bakery, semakin tinggi jumlah produksi, semakin sedikit bahan baku yang dibutuhkan. Maksud saya, jika Anda membuat adonan sejumlah 10 kg, jumlah produk yang dihasilkan akan lebih banyak daripada jika Anda membuat adonan 1 kg sebanyak 10 kali. Pertimbangkan kelebihan dan kekurangan bisnis ini. Meski outletnya terlihat kecil dan hanya menjual sedikit produk, sebetulnya bisnis produk spesialiasi memiliki profit yang tinggi.



0 0
Feed