SIAL Interfood 2017

Dengan lebih dari 800 perusahaan dari 32 negara dan 50.000 pengunjung, pameran F&B terbesar di Indonesia ini menjadi semakin besar dan baik.

Dengan lebih dari 286 eksibitior dari 32 negara dan 20.000 pengunjung, pameran F&B terbesar di Indonesia ini menjadi semakin besar dan baik. Entah Anda memiliki profesi atau usaha di bidang F&B atau hanya sekedar memiliki hobi makan, SIAL Interfood yang diadakan di JIEXPO pada 22-25 November 2017 merupakan event yang wajib Anda kunjungi. Dengan banyaknya peserta dan pengunjung pameran dari berbagai negara, SIAL Interfood bagaikan pengalaman wisata kuliner mengelilingi dunia di satu lokasi. Berikut ini adalah beberapa perusahaan baha baku yang ikut serta dalam SIAL Interfood 2017


PT. Bungasari Flour Mills Indonesia

Pada tahun ini, Bungasari mengusung tema Bungasari Matsuri (Festival) yang kental dengan nuansa Jepang, salah satu negara investor brand ini. Tidak hanya mengadakan demo dari para technical chef, Bungasari juga melibatkan pihak STP Bandung untuk menunjukkan dukungan Bungasari di bidang pendidikan. Bungasari juga menghadirkan Chef Ucu Sawitri agar bisa berinteraksi langsung dengan pelanggan setelah sebelumnya terlibat aktif di channel Youtube “Dapur Inovasi Bungasari”.

SIAL Interfood 2017 merupakan tahun ke-4 keikutsertaan Bungasari. “Range produk kami sudah lengkap kali ini, mulai dari kelas premium atau high end melalui terigu berkelas Japanese grade, hingga produk untuk semua aplikasi mulai dari mie, roti, dan cookies. Dari awal berdiri di 2014 hingga sekarang, kami sudah memiliki 70 SKU (Stock Keeping Unit). Sejak 2016 hingga sekarang, pabrik kami sudah bekerja pada kapasitas penuh, sehingga pada 2018 kami berencana untuk ekspansi demi menambah kapasitas produksi,” jelas Budianto Wijaya, Direktur Sales & Marketing Bungasari.

Budianto juga mengakui bahwa dengan pertumbuhan per tahun yang bisa mencapai 50%, saat ini Bungasari lebih fokus untuk mempertahankan kualitas. “Sebagai pabrik terigu, kami melayani semua segmen pasar. Dari sisi konsumen, tentu mereka akan khawatir dengan produk baru beserta beberapa masalah yang biasa mengikuti, seperti dari kualitasnya yang tidak stabil atau tidak cocok dengan permintaan pasar. Kami bisa tumbuh begitu cepat karena kami menjaga kualitas, jumlah keluhan yang kami terima juga terbilang sangat sedikit,” katanya.

PT. Ares Kusuma Raya

Melalui brand Chefmate, PT. Ares Kusuma Raya pada tahun depan berencana untuk berfokus pada beberapa produk andalan seperti pasta filling, berbagai varian glazing, dan tentu saja Chefmate Chocolate Drink. “Semoga saja ada produk chocolate chips di 2018,” tambah Fernando, Brand Development head PT. Ares Kusuma Raya.
Untuk produk pasta filling, Chefmate memiliki 3 varian baru yaitu dengan rasa tiramisu, taro dan choco crunch yang memiliki malt asli di dalamnya. Ketiga varian pasta filling yang bisa tetap meleleh setelah dipanggang dan bake stable di suhu 180o-200o C ini direkomendasikan untuk aplikasi isian roti dan layer pada cake.
Menurut Fernando, Brand Development Head PT. Ares Kusuma Raya, salah satu produk Chefmate yang menjadi highlight pada tahun ini adalah glaze. Dengan tekstur yang lebih cair dari pasta filling, permintaan akan produk glaze tahun ini meningkat berkat tren pisang nugget. “Tahun ini banyak sekali yang membuka usaha pisang nugget, padahal sebetulnya di Makassar produk ini sudah lama ada, namun baru mulai menjamur di kota-kota lain seperti Jakarta dan Surabaya,” jelas Fernando, Brand Development head PT. Ares Kusuma Raya.

PT Smart TBK

Jika Anda cermati, PT Smart TBK mulai mengkampanyekan nama perusahaan Smart+ yang menaungi beberapa brand yang sudah dikenal seperti Filma, Palmboom, Palmvita, Menara dan i-Soc. Pada Interfood kali ini, selain melakukan baking demo, Smart+ juga berfokus pada produk terbaru andalannya yaitu Filma Prestige.

Selain menghadirkan para technical chef internal, Smart+ kali ini juga menghadirkan decorating class oleh Timothy dari Timothy Cake, decorator spesialis birthday dan wedding cake eksklusif. Timothy berfokus pada aplikasi Filma Pusaka, White Baker’s Fat, bahan baku untuk menciptakan krim untuk kue dengan karakteristik tekstur yang lembut namun tidak mudah meleleh. Selain itu Smart+ juga menghadirkan Lenny Limiaty sebagai brand ambassador dari Palmboom cake margarine.

Tentu saja Filma Prestige, margarin dengan campuran butter, menjadi highlight di SIAL Interfood kali ini. FIlma Prestige merupakan jawaban dari Smart+ mengenai daya beli masyarakat yang cenderung menurun belakangan ini, namun tetap menginginkan produk berkualitas dengan aroma butter yang khas. “Filma Prestige juga memudahkan bakery-bakery yang sering mengkombinasikan produk butter dan margarin secara terpisah sehingga aplikasinya lebih praktis, namun dengan harga yang terjangkau,” kata Sofilia Tokarso

Pada beberapa kesempatan demo, pelanggan juga bisa mencicipi secara langsung hasil gorengan menggunakan produk Goodfry yang mampu menghasilkan gorengan yang lebih renyah, tidak berminyak, namun memiliki bagian dalam yang tetap lembut. Seperti pada tahun-tahun sebelumnya, Filma selalu membuat buku resep setiap tahun untuk dibagikan pada pelanggan setia. “Kami sudah mengembangkan idenya, namun masih rahasia, ditunggu saja tahun depan,” kata Sofilia.

PT. Hakiki Donarta

Perusahaan yang dikenal sebagai distributor margarin dengan campuran butter, Royal Krone, kali ini memutuskan untuk fokus pada produk Royal Cold Glaze dari brand Edna. Menurut Dendy Judistira, Brand Manager Hakiki Donarta, Edna Royal Cold Glaze memiliki beberapa keunggulan. “Glazing kami memiliki glitter dan rasa tutti frutti, sementara produk sejenis milik kompetitor rasanya plain. Pada SIAL Interfood kali ini, kami fokus untuk mengedukasi soal aplikasi Edna Royal Cold Glaze karena produk ini baru kami luncurkan di 2017,” jelasnya.

Aplikasi Edna Royal Cold Glaze ini cukup sederhana karena seringkali digunakan sebagai sentuhan akhir. “Pada donat yang sudah jadi, bisa diberikan topping cokelat putih, setelah mengeras baru dituangkan Edna Royal Cold Glaze yang dicampur air sebanyak 5-20% maksimal, tergantung intensitas yang dibutuhkan,” tambah Dendy.

Produk glazing semacam ini sudah terlebih dahulu terkenal di luar negeri, sehingga ketika dibawa ke Indonesia, peminatnya sudah banyak, mulai dari UKM hingga bakery menengah ke atas. “Kami akui bahwa ada penurunan jumlah penjualan di beberapa bakery, namun tidak semua, brand-brand terkemuka masih menunjukkan tren yang meningkat. Ternyata penurunan tersebut diserap oleh UKM yang dijalankan oleh para ibu rumah tangga, ini adalah segmen yang peningkatannya tinggi. Biasanya memang untuk ibu-ibu ini, edukasi tidak bisa hanya dilakukan sekali dua kali. Untuk setiap toko grosir yang memiliki jumlah pelanggan cukup besar, kami menjadwalkan demo untuk aplikasi produk ini. Hal ini sudah kami jadwalkan di seluruh Indonesia untuk menarik pelanggan dari toko-toko besar,” kata Dendy.

Untuk brand Hakiki Donarta lain seperti Royal Krone, tampaknya sudah cukup mantap berjalan bersama Chendawaty (Achen) dari LPC Tata Boga Ny. Liem sebagai dutanya. Namun untuk 2018, Hakiki Donarta berencana untuk mengkampanyekan Edna Filling Jam yang hadir dalam 5 varian rasa: melon, lemon, nanas, strawberry dan blueberry. “Kami ingin melakukan edukasi lebih, karena kompetisi di segmen produk ini semakin gencar Selain menawarkan harga yang kompetitif, Edna Filling Jam terbuat dari 100% gula murni, ini yang paling penting,” tegas Dendy.

PT. Sinar Meadow International Indonesia

Edukasi seringkali bukan merupakan hal mudah, terutama jika masyarakat terlanjur memiliki kepercayaan tertentu akan suatu produk. Ini merupakan salah satu tantangan bagi Haryanto Makmoer, Marketing Manager PT. Sinar Meadow International Indonesia. “Kami selalu mengedukasi pelanggan, jangan hanya cari yang murah, tapi lihat juga hasil jadinya seperti apa, yieldnya berapa banyak, itu harus dihitung. Sering terjadi bahan baku murah ternyata jumlah penggunaannya lebih banyak, sementara yang lebih mahal, jumlah penggunaannya lebih sedikit. Setelah dihitung ternyata biayanya tidak beda jauh,” jelas Haryanto.

Meski memiliki begitu banyak produk untuk memenuhi berbagai permintaan konsumen, Gold Bullion berfokus pada 5 produk utama: Grand, Prime, Award, BOS dan Flake Pastry. Untuk 2 tahun belakangan ini, Haryanto mengaku berfokus pada Gold Bullion Grand, margarin dengan butter blend dengan titik leleh di suhu 36o-38o C. Gold Bullion Prime merupakan cake margarin dengan titik leleh 37o-39o C, sementara Gold Bullion Award adalah pilihan yang lebih ekonomis dengan titik leleh yang lebih tinggi, yaitu pada suhu 38o - 40o C.

“Gold Bullion Grand titik meltingnya paling rendah sehingga mudah lumer dan memberikan sensasi melt in mouth. Orang Indonesia menganggap yang bagus itu yang keras karena mampu menghasilkan cake yang lebih kering dengan bentuk yang lebih kokoh, namun menyisakan sensasi ngendal di mulut. Jadi kami memiliki semua produk tergantung kebutuhan, apakah mau cake yang lebih lembut dan moist, atau kokoh dan kering. Namun terkadang orang Indonesia itu aneh, mereka menginginkan Butter Oil Substitute (BOS), namun ingin produk yang solid seperti margarin. Namanya saja butter oil ya teksturnya pasti seperti minyak,” canda Haryanto.

Meski secara rasa Gold Bullion Grand lebih enak, namun produk shortening seperti Gold Bullion Flake Pastry dengan titik leleh 46o-48o C juga memiliki aplikasi dan penggemar tersendiri. “Shortening banyak disukai orang Indonesia karena penyimpanannya tidak membutuhkan kulkas, aplikasinya juga lebih mudah. Malah jika disimpan di kulkas, produk ini tidak bisa mengembang dengan maksimal,” tambah Haryanto.
Sinar Meadow berusaha untuk menjadi produk eksklusif, oleh sebab itu produknya lebih banyak digunakan oleh bakery, sementara home industry jarang menggunakan. “Tidak semua barang bisa kami jual melalui distributor, karena masalah titik leleh tadi, kecuali untuk produk dengan titik leleh tinggi seperti BOS dan Flake Pastry,” kata Haryanto.

Sebagai seseorang yang sudah berkecimpung di dunia ini selama puluhan tahun, Haryanto paham betul karakteristik masyarakat Indonesia. “Kita terbiasa dengan margarin dengan aroma buah, biasanya aroma buah nanas. Sinar Meadow International Indonesia sendiri adalah PT yang merupakan usaha gabungan antara Indonesia dan Australia, sehingga kami tidak memiliki margarin dengan aroma buah, namun sepertinya semakin banyak yang bisa menerima margarin dengan aroma butter,” kata Haryanto.

Selain itu, menurut Haryanto, orang Indonesia tidak terlalu tertarik untuk menjadi pionir. “Banyak pengusaha yang memperkenalkan produk baru, lalu setelah satu dua hari tidak laku, mereka menghentikan penjualan. Padahal semua produk yang laku sekarang seperti pia susu dan almond crispy itu membutuhkan bertahun-tahun untuk mencapai tingkat popularitas seperti sekarang ini, apakah ada yang tahu? Sesuatu yang populer dengan instan, tentu akan hilang dengan cepat pula, ini hukum yang tidak bisa dihindari,” kata Haryanto.

PT. Mitra Artaboga Abadi

Pada pameran kali ini, PT. Mitra Artaboga Abadi (MAA), sister company dari PT Sinar Himalaya memperkenalkan berbagai produknya sekaligus melakukan baking demo untuk produk yang akan populer di 2018 seperti Pillow Cake dan Castella. Meski awalnya berada di satu perusahaan, pada akhirnya PT. MAA dibuat untuk menangani produk yang lebih premium, kebanyakan berasal dari Eropa. Beberapa brand yang ditangani PT. MAA adalah Sveba Dahlen (Jerman),Coma (blast freezer dari Belanda), Diosna (mixer dari Jerman), dan lain-lain.
Selain itu, PT. MAA dan Sinar Himalaya juga mengawasi tren di industri F&B untuk menyediakan alat yang sesuai kebutuhan, contohnya deck oven untuk produk cheese cake. Berbeda dengan deck oven biasa, produk Sinmag ini memiliki beberapa fitur yang tidak dimiliki produk lain seperti fitur 2 tahap pemanggangan dengan suhu yang berbeda.

0 0
Feed