Ressurecting YCCI

Ketika bergabung YCCI (Young Chef Club Indonesia) beberapa tahun lalu, Fachri Yudatama, Presiden YCCI saat ini, mendapatinya dalam kondisi yang kurang begitu baik karena kesibukan para pengurus periode sebelumnya. Namun setelah berbenah diri, YCCI kini berhasil membuat berbagai aktivitas dan menambah jumlah member dari sekitar 220 orang hingga kini menjadi 380 orang. Kami menemui pria berusia 20 tahun ini di sela-sela kesibukannya


Apa tujuan utama YCCI?


Berdasarkan pengalaman, kegiatan belajar mengajar di SMK ternyata berbeda dengan di industri. Tujuan YCCI adalah menjembatani keduanya melalui berbagai workshop yang kami adakan dan membuka pikiran para peserta, bahwa di industri kuliner, kita tidak bisa terpaku hanya pada 1 hal saja.

Anda lebih suka masakan apa?


Secara pribadi, saya lebih suka Asian dan Indonesian. Tujuan utama saya di bidang kuliner ini adalah untuk membuka usaha sendiri. Jika masakan western lebih bisa diterima kalangan menengah ke atas, namun untuk masakan Asian dan Indonesian sepertinya bisa diterima semua kalangan. Saat ini saya juga mulai usaha ayam penyet kecil-kecilan di daerah Pondok Pinang. Tentu saya ingin merasakan bagaimana rasanya menjadi seorang Executive Chef, namun saya rasa itu bukan tujuan akhir saya.


Siapa role model Anda?


Di tempat saya training (The Westin Jakarta), saya menyukai style manajemen Denny Boy Gunawan (Executive Sous Chef) dan Chef Jannes Siahaan (Executive Sous Chef Banquet). Staf banquet kami hanya 7 orang, ditambah lagi 6 orang daily worker dan staf training, sangat sedikit untuk sebuah hotel bintang 5 yang bisa menangani resepsi pernikahan hingga 1.500 pax. Namun, saya kagum karena dapurnya tidak terlihat heboh dan berantakan, jauh sekali dibandingkan tempat training saya sebelumnya.


Apa rencana Anda setelah lulus kuliah?


Saya ingin coba kerja di restoran, karena banyak yang bilang, jika ingin mencari uang, bekerjalah di hotel, namun ilmu bisa didapatkan lebih banyak di restoran. Saya mengincar restoran fine dining atau bistro, saya ingin mengetahui seberapa rumit masakan western, apakah masakan tersebut cocok dengan saya.

0 0
Feed