Pioneer of Hospitality Education

The name change didn’t affect their overall quality, as Poltekpar Bali is still a State School directly under the Creative Economy & Tourism Minister of Indonesia. Their gallant campus compound on Dharmawangsa Street, Nusa Dua, consist plethora of internationalgrade facilities; including practical labs; from kitchen, bar, restaurants, laundry, computer, to linguistic lab, fully AC-ed

classrooms, library, kitchen stadium, auditorium, sport fields (football, futsal and tennis), wi-fi access, fitness center, MICE, and a hotel.

With the main vision of becoming the center of excellence in Asia Pacific’s hospitality education, Poltekpar Bali offers arrays of programs for their students in three main categories; Diploma III, Diploma IV and Master of Applied Tourism. Culinary-based programs such as Food Presentation and Culinary Art are listed in Diploma III, while those relate to other aspect of tourism; such as Hotel Administration, Tourism Management, Hospitality Accounting and Travel Business are included in Diploma IV


“We want our student to be strong in their basic first, even before they’re entering the kitchen” explains Culinary Art Lector, I Gusti Made Iwan Dusanta Martadjaya, SE., M.Pd. “They have to understand the importance of quality ingredients in their cooking, and also strong in their theory” “Nowadays, there are a lot of executive chefs who didn’t have an educational background, but only earned their title through experience” Mr. Iwan added. “I think it’s better for a chef to have proper education, understanding about technology and experience. Culinary is a combination of art and science; we can’t just carelessly create something for other people to eat. Everything has to be precise” he concluded.


To support their noble cause in providing proper education, Poltekpar has partnered with international organization such as Victoria University Melbourne (Australia), Woosong University (South Korea), Swiss Contact, and many more, supported by competency-based curriculum from ACCSTP (ASEAN Common Competencty Standard Tourism Professional) dan CATC (Common ASEAN Tourism Curriculum). During their college course, each student will be given the chance for an internship at one of the international hospitality property; such as Westin Hotels and Resorts, Alila Hotels and Resorts, Four Seasons, Nikko Hotels International, to prominent national company like Telkom Indonesia and Garuda Indonesia . Aside from this exciting academic opportunity, Poltekpar Bali also embraces its students to join non-academic activities to improve their overall skills; Namely art, sport, journalistic, seminars and many more.



==================================================================================================================================================


Pergantian nama (dari Sekolah Tinggi Pariwisata / STP) tidaklah mempengaruhi kualitas secara keseluruhan, karena Politeknik Pariwisata Bali masih merupakan lembaga pendidikan Negeri di bawah naungan Kementerian Ekonomi Kreatif & Pariwisata Indonesia. Area kampus mereka yang luas di bilangan Dharmawangsa, Nusa Dua, terdiri dari fasilitas berstandar internasional; mulai dari laboratorium praktek yang terdiri dari dapur, bar, restoran, laundry, lab komputer, bahasa, hingga ruang kelas full AC, perpustakaan, aula, lapangan olahraga, akses wi-fi, pusat kebugaran, fasilitas MICE dan
hotel.

Dengan visi utama untuk menjadi Pusat Unggulan dalam bidang Pendidikan Tinggi Hospitaliti, Poltekpar Bali menawarkan sederet program bagi para siswanya di tiga jenjang utama: Diploma III, Diploma IV dan Magister Terapan Pariwisata. Program berbasis kuliner seperti Tata Hidangan dan Tata Boga termasuk dalam Diploma III, sementara yang berkaitan dengan bidang pariwisata lain seperti Perhotelan, Bisnis Perjalanan, Akuntansi dan Konvensi termasuk ke dalam Diploma IV.

“Kami ingin agar para siswa kami menguatkan diri mereka pada hal-hal mendasar terlebih dahulu sebelum mereka memasuki dapur” tutur Dosen Tata Boga Poltekpar Bali, I Gusti Made Iwan Dusanta Martadjaya, SE., M.Pd. “Mereka harus memahami pentingnya kualitas bahan baku dalam masakan mereka, dan juga fasih dalam teori” sambungnya.

“Belakangan ini, ada banyak sekali ‘chef eksekutif ’ yang tidak memiliki latar belakang pendidikan, namun hanya memperoleh gelar mereka lewat pengalaman” ujar Iwan. “Saya pikir, ada baiknya jika seorang chef memiliki pendidikan yang resmi, pemahaman terhadap teknologi dan juga pengalaman. Kuliner adalah perpaduan antara seni dan sains; kita tidak bisa secara sembarangan mengkreasi sesuatu untuk dimakan orang lain. Semua harus benar-benar tepat” tutup dia.

Untuk mendukung tujuan mulia mereka dalam menyediakan pendidikan tinggi yang layak, Poltekpar Bali telah menjalin kemitraan dengan organisasi internasional seperti Victoria University Melbourne (Australia), Woosong University (Korea Selatan), Swiss Contact, dan masih banyak lagi, serta didukung oleh kurikulum berbasis kompetensi dari ACCSTP (Kompetensi Umum Standar Pariwisata Profesional ASEAN) dan CATC (Kurikulum Pariwisata Umum ASEAN). Pada masa perkuliahan mereka, setiap mahasiswa akan diberi kesempatan untuk magang di salah satu properti hospitality ternama yang ada di Bali; antara lain Westin Hotels and Resorts, Alila Hotels and Resorts, Four Seasons, Nikko Hotels Internasional, hingga perusahaan tingkat nasional seperti Telkom Indonesia dan Garuda Indonesia. Selain kesempatan akademik tersbeut, Poltekpar Bali juga mendorong para siswa untuk mengikuti kegiatan non-akademik dan meningkatkan kemampuan mereka secara menyeluruh; mulai dari kesenian, olahraga, jurnalistik, seminar, dan lain sebagainya.


POLITEKNIK PARIWISATA BALI
Jl. Dharmawangsa, Benoa, South Kuta, Badung Regency, Bali 80361,
Phone: +62 361 773 537, www.ppb.ac.id

0 0
Feed