Oriental’s Liquid Asset

We understand, Hakkasan can be quite confusing for most people. I mean, the brand originated from London in 2001, it has Japanese sounding name, they serve Cantonese style fine dining cuisine, but when you enter the venue, the atmosphere is akin to a lounge. At least that was our first impression when Hakkasan Jakarta first open its door in February 2019. However, after some bites of their heavenly dim sums, we were convinced it’s one of the best Chinese fine dining restaurants in Jakarta, and now, we know they serve equally good cocktails as well.

Does the concept works well? As a matter of fact, Hakkasan now has 12 restaurants around the world, from United States, Middle East, India, Asia, Europe, and both London restaurants hold a Michelin star. In Indonesia, Hakkasan also has some sister restaurants that you can’t miss in your Instagram timeline: Omnia Dayclub and Sake no Hana, both are located in Bali. While Hakkasan Jakarta’s modern interpretation of Cantonese cuisine is definitely mouthwatering, we’re going to focus on their seemingly complicated, exotic, yet exciting cocktails.

To understand the concept behind Hakkasan’s cocktail, we met Niko Idham Kholid, Hakkasan Jakarta’s Assistant Bar Manager. “It was quite difficult in the beginning, as I don’t have any backgrounds in Chinese cuisines, but we keep on working together with the Chefs to create new pairings. We often use some ingredients commonly used in Chinese food in our cocktails, for example Sichuan pepper and Peking Duck fat,” said Niko. The Bar Manager with over 9 years experience added, “The main challenge is, we’re a Chinese restaurant in Jakarta, so we need to create our own cocktails using Chinese elements, along with our unique local ingredients.” We feature 2 of the best cocktails from 3 of Hakkasan’s most popular categories: Character (Hakkasan’s Signature), Only at Jakarta, and Hakkatini Nights.

The Cocktail Lines

Hakkatini and The Hakka are the signature cocktails that are available in all Hakkasan’s outlet all over the world. Hakkatini (orange zest infused Ketel One Vodka, Campari, Cointreau, brandy, apple, orange bitters) is a refreshing cocktail that are best enjoyed at the end of aperitif. “Basically, it’s a Martini that we mix with our homemade cloudy apple juice, and of course, we use local ingredients, the famous Malang green apple,” said Niko. The Hakka (Ketel One Vodka, sake, lychee, lime, coconut, passion fruit) has a rather creamy, tropical nature, thanks to ingredients such as homemade coconut milk and passion fruit.

As the name implies, you can only find the Only at Jakarta cocktails in Indonesia’s capital. And for us, the cocktails: Corn & Pepper and Truffle Bo Luo are the most fun, experimental drinks here. Corn & Pepper (butter washed Bulleit bourbon, brem wine, Sichuan peppercorn shrub, aromatic bitters, wood smoke) is probably the most “masculine” cocktails of the selections. Inspired by Indonesian’s local food “jagung bakar” (roasted corn), you can find buttery notes from the butter washed bourbon and traditional Balinese rice wine “brem”, along with wood smoke. If you like dry wines, you’d enjoy it, and ordering one in front of your friends will definitely take your masculinity to the next level.

Truffe Bo Luo (truffle oil washed 1800 silver tequila, clarified pineapple, pandan, salt) might be the most pleasantly surprising cocktails on the list. On paper, the savory, deliciously funky aroma of the infused truffle oil and acidic pineapple notes can be unfamiliar, however, after a sip, our doubt vanished. It’s our most favorite drink and if we were to return to Hakkasan, the refreshing Truffle Bo Luo would the first cocktail we’ll have to start the dinner.

Hakkatini Nights cocktails (basically, Hakkasan’s version of ladies night) is only available every Wednesday from 7.30 pm. Two of the most popular cocktails in the category are Smoked Duck Sazerac and Nangka Martini. Smoked Duck Sazerac (duck fat washed Bulleit rye, smoked vermouth, green tea jasmine shrub, orange and floral bitters) is another example of brave exploration made by Hakkasan’s mixology and culinary team.

Inspired by the famous Chinese Peking Duck, they took the duck fat, wash it with rye whisky, strain it so we’d end up with the flavor, without the jelly texture of the fat. And to take it one step further, they infused some smoked jasmine tea into it. Again, even though it doesn’t make any sense on paper, the concept works seamlessly.

Last but not least, Nangka Martini (jackfruit sous-vide Tanqueray gin, pandan nectar, rose water, citrus) would be familiar to most Indonesians, thanks to the jackfruit that we commonly found in Es Teler, and pandan. “Jackfruit is not a common item in a bar, but we want to give you new, unique experience, unforgettable memory. We put the fresh jackfruit into the gin for a day, and then we combine it with fresh lime, sugar, and pandan syrup that has specific sweet smell that is unattainable from regular cane syrup,” explained Niko.

Even though it might sound complicated, it takes relatively short time to prepare all of these cocktails. “The preparation is definitely more complicated, but in the bar, we can mix it within a minute. It’s the best thing about the current cocktail scene, we have more room for experimental cocktail!” said Niko.

While Hakkasan is already identical to its Cantonese fine dining cuisine, giving a chance to any of of those 6 cocktail selections will never do you any harm. As a matter of fact, you may thank us later. This is a new journey for those who want to discover the combination of traditional cocktail with Chinese cuisine, and it opens a whole new possibility for another similar fusion of certain cuisine with cocktails.

Kami mengerti, Hakkasan bisa jadi cukup membingungkan untuk beberapa orang. Maksud kami, brand ini didirikan di London di 2001, ia memiliki nama yang terdengar Jepang, menyajikan makanan fine dining ala Kanton, namun begitu Anda memasuki resto, atmosfernya terasa seperti sebuah lounge. Paling tidak itulah kesan kami ketika Hakkasan Jakarta pertama kali buka pada Februari 2019. Namun, setelah mencicipi beberapa dim sum, kami percaya ini adalah salah satu resto fine dining Chinese terbaik di Jakarta, dan sekarang, kami mengetahui bahwa mereka juga menyediakan cocktail yang sama berkualitasnya,

Apakah konsep semacam ini berhasil? Faktanya, Hakkasan sekarang telah memiliki 12 restoran di seluruh dunia, mulai dari Amerika, Timur Tengah, India, Asia, Eropa, dan kedua restoran mereka di London memiliki Michelin star. Di Indonesia, Hakkasan juga menaungi beberapa brand lain yang tidak mungkin Anda lewatkan di timeline Instagram Anda: Omnia Dayclub dan Sake no Hana, keduanya berlokasi di Bali. Meski interpretasi modern Hakkasan Jakarta akan masakan Kanton sangat menggiurkan, kami mencoba untuk fokus pada lini cocktail yang terlihat rumit, eksotis, namun menarik.

Untuk memahami konsep dibelakang cocktail Hakkasan, kami menemui Niko Idham Kholid, Asisten Bar Manager Hakkasan Jakarta. “Awalnya memang cukup sulit, karena saya tidak memiliki latar belakang di masakan China, namun kami terus bekerjasama dengan para Chef untuk menciptakan pairing baru. Kami sering menggunakan bahan yang biasa digunakan di masakan China pada cocktail kami, seperti lada Sichuan (mala) dan lemak Peking Duck,” kata Niko. Bar Manager dengan pengalaman lebih dari 9 tahun ini menambahkan, “Tantangan utamanya adalah, sebagai resto Chinese di Jakarta, kami harus bisa membuat cocktail menggunakan elemen China, dan menggabungkannya dengan bahan lokal kami yang unik.” Kami menampilkan 2 cocktail terbaik dari 3 kategori minuman Hakkasan terpopuler: Character (Hakkasan’s Signature), Only at Jakarta, dan Hakkatini Nights.

Lini Cocktail

Hakkatini dan The Hakka adalah cocktail  signature yang tersedia di outlet Hakkasan di seluruh dunia. Hakkatini (infusi kulit jeruk Ketel One Vodka, Campari, Cointreau, brandy, apple, orange bitters) adalah cocktail menyegarkan yang cocok dinikmati di akhir aperitif. “Pada dasarnya, ini adalah Martini yang kami campurkan dengan jus apel homemade, dan tentu saja, kami menggunakan bahan lokal, apel hijau Malang yang terkenal,” kata Niko. The Hakka (Ketel One Vodka, sake, leci, limau, santan kelapa dan markisa) memiliki rasa tropis yang creamy, berkat bahan-bahan seperti santan homemade dan markisa.

Sesuai namanya, Anda hanya bisa menemukan cocktail Only at Jakarta di ibukota Indonesia. Bagi kami, cocktail Corn & Pepper dan Trufffle Bo Luo adalah minuman yang paling menyenangkan, sekaligus eksperimental. Corn & Pepper (butter yang dicampur dengan bourbon Bulleit, brem, lada Sichuan, aromatic bitters, wood smoke) mungkin adalah cocktail yang paling maskulin. Terinspirasi dari makanan lokal jagung bakar, Anda akan mendapatkan notes buttery dari butter dan bourbon, lalu ada minuman alkohol khas Bali, brem, dan aroma wood smoke. Jika Anda pecinta wine yang dry, Anda akan menikmatinya, dan memesan Corn & Pepper di hadapan teman Anda tentu akan meningkatkan level maskulinitas Anda.

Truffle Bo Luo (truffle oil yang dicampurkan 1800 silver tequila, nanas yang dijernihkan, garam) mungkin adalah kejutan paling menyenangkan di sini. Di atas kertas, aroma savory dan funky dari truffle oil dan rasa asam dari nanas mungkin terdengar asing, namun, setelah mencicipunya, keraguan kami sirna. Ini adalah minuman favorit kami, dan jika kami kembali ke Hakkasan, Truffle Bo Luo yang menyegarkan ini akan menjadi cocktail pertama yang kami pesan sebelum mulai makan malam.

Cocktail Hakkatini Nights (pada dasarnya ladies night versi Hakkasan) hanya tersedia setiap Rabu mulai jam 7.30 malam. Dua cocktail terpopuler di kategori ini adalah Smoked Duck Sazerac dan Nangka Martini. Smoked Duck Sazerac (lemak bebek yang dicampur Bulleit rye, smoked vermouth, green tea jasmine, orang dan floral bitters) adalah salah satu contoh eksplorasi berani oleh tim mixology dan kuliner Hakkasan.

Terinspirasi dari Peking Duck khas China yang terkenal, mereka mengambil lemak bubuk, mencuci di rye whisky, dan menyaringnya agar kita mendapatkan aroma lemak bebek tanpa teksur kenyal dari lemak. Lebih jauh lagi, mereka menambahkan smoked jasmine tea. Sekali lagi, meski di atas kertas tidak masuk akal, konsep ini ternyata dapat dengan mudah dinikmati.

Terakhir, Nangka Martini (nangka sous vide dan Tanqueray gin, pandan nectar, rose water, citrus) mungkin terasa paling familiar di lidah orang Indonesia, berkat kehadiran nangka yang biasa disajikan di Es Teler, dan tentu saja, pandan. “Nangka bukanlah buah kerap Anda jumpai di bar, namun kami selalu ingin memberikan pengelaman baru, unik dan tak terlupakan. Kami memasukkan nangka segar ke dalam gin selama 1 hari, kemudian mengkombinasikannya dengan jeruk limau segar, gula dan sirup pandan dengan memiliki aroma khasnya yang sulit didapatkan dari sirup tebu biasa,” jelas Niko.

Meski terdengar sangat rumit, ternyata proses pembuatan cocktail ini relatif singkat. “Tahap persiapannya memang lebih rumit, namun di bar, kami dapat membuatnya dalam waktu 1 menit. Inilah hal terbaik dari skena cocktail sekarang, kami memiliki ruang lebih untuk cocktail eksperimental!” kata Niko.

Hakkasan sudah identik dengan hidangan fine dining ala Kanton, namun tidak ada salahnya Anda memberikan kesempatan bagi salah satu dari 6 pilihan cocktail di atas. Bahkan, kami yakin Anda akan berterima kasih setelahnya. Ini adalah sebuah perjalanan baru bagi mereka yang penasaran akan kombinasi cocktail tradisional dengan masakan China, dan ini membuka kemungkinan baru untuk konsep fusion makanan wilayah tertentu dengan cocktail lain,


Alila SCBD, SCBD Lot 11, Jl. Jenderal Sudirman, Kav 52-53, Jakarta 12190
Phone: +62 21 5080 8766, hakkasan.com/jakarta/