Pizza Place

No–nonsense Pizza

In the 1900s, Italian immigrants introduced Neapolitan pizza to Americans. Of course, when two different cultures collide, acculturation is something inevitable. The same thing when the Chinese brought lamian to Japan, the local people knew it as ramen, meanwhile Italian called it spaghetti. America, or New York, to be specific, finally has its own pizza style that can be seen as the evolution of Neapolitan pizza. The good news is, Pizza Place brought the concept to Indonesia, so you don’t have to pay the expensive flight to New York.


To get our sources, we often ask for recommendations from people, from foodie, common people, to professional chefs. When we heard the name “Pizza Place” was mentioned over and over by many people, we have to make sure whether it’s an exaggerated talk of the town, or the real thing.


Our first impression when we visit the place was, “it’s so New York!” The atmosphere and its busy interior reminded us of The Avengers’ (the first one, relax, it’s not an Endgame spoiler!) post-credit scene, when the superheroes were eating in a shawarma restaurant after “The Battle of New York”.


Pizza Place was found by Zakaria, Angga, and Yogo on 2015. Started from an acrobatic pizza community that sells its pizza in bazaar events, in the middle of 2017 Pizza Place has its first permanent outlet in Como Park, East Kemang. As opposed to its Italian counterpart, New York pizza (basically any American foods) has much larger size, with diameter up to 52 cm. It’s no wonder they sell them per slice with grab and go concept, exactly like New York’s pizzerias.


Of course, pizza spinning is one of the place’s main attractions. 10 pizza topping variants were available in the display, from the classic Cheese and Pepperoni Slice, to other variants such as Ricotta Pizza, Mushroom Cheese, Anchovies, Beef Bacon Olive, Basil Pesto, Hellboy, Sicilian Square and Special Today, all of them are halal.


When you chose a pizza that you’d like, the pizzaiolos will reheat it in the oven. As a grab and go place, everything’s going fast here, from the visitor’s traffic to the production process. The whole production; from dough stretching, putting some sauce, toppings, and baking only took them less than 10 minutes.


if you visit the place, just order their Ricotta Pizza, Hellboy (tomato sauce,jalapeno, salami), or, for a true American experience, the Pepperoni Slice (you just can’t be more American than this). We hear you’re asking, “Didn’t Passion usually starts with Margherita before eyeing other variants?”


Our dear readers, most of the times we judge using the most basic variants, Margherita (they call it Cheese Slice here) as fit and proper test of a pizza in a restaurant. Because, basically, other pizza variants are just Cheese Slice with the addition of other toppings. As a pizzeria, if their Cheese Slice isn’t good enough, we’re pretty sure Pizza Place won’t survive 4 years of business, they even just opened a new outlet in Kelapa Gading on March 2019


We don’t always agree with people who gave us restaurant recommendations. But when we have so many people mentioning the same name, we can’t just ignore it. Pizza Place is no nonsense pizzeria, aside from Hellboy, we guess the name of each variant is quite self explanatory of what you’ll have. If you don’t the New York style pizza here, perhaps pizza is not for you. Don’t worry, there are so many interesting food out there.


============================================================================================================


Pada tahun 1900an, imigran Italia memperkenalkan pizza Neapolitan pada masyarakat Amerika. Tentu saja, ketika dua budaya bertemu, akulturasi merupakan hal yang tidak terhindarkan. Sama seperti ketika orang Cina memperkenalkan lamian ke Jepang, lalu penduduk lokal mengenalnya sebagai ramen, sementara Italia menyebutnya sebagai spaghetti. Amerika, atau lebih spesifiknya, New York akhirnya memiliki style pizza sendiri yang merupakan evolusi dari pizza Neapolitan. Kabar baiknya, Pizza Place mengusung konsep tersebut ke Indonesia, sehingga Anda tidak perlu repot-repot membeli tiket pesawat yang mahal ke New York.


Salah satu cara kami untuk mencari narasumber adalah dengan meminta rekomendasi dari berbagai kalangan, mulai dari pecinta makanan, orang awam, hingga chef profesional. Ketika kami mendengar nama Pizza Place berulang kali disebutkan sebagai rekomendasi, kami harus memastikan sendiri apakah ini adalah sebuah tren sesaat yang dibesar-besarkan, atau the real thing.


Kesan pertama kami ketika mengunjungi outlet Pizza Place di Kemang, “New York sekali!” Suasana dan interiornya mengingatkan kami akan post-credit scene The Avengers (yang pertama, tenang, bukan spoiler Endgame) ketika para superhero ini makan di sebuah restoran shawarma setelah “The Battle of New York”.Pizza Place didirikan oleh Zakaria, Angga, dan Yogo pada 2015. Berawal dari komunitas pizza akrobatik yang menjual pizza di berbagai bazaar event, pada pertengahan 2017 Pizza Place memiliki outlet permanen di Como Park, Kemang Timur. Berbeda dengan pizza Italia, pizza New York (pada dasarnya, semua makanan lain di Amerika) memiliki ukuran yang jauh lebih besar, diameternya mencapai 52 cm. Tidak heran Pizza Place menjual pizza mereka per slice dengan konsep grab and go, persis seperti pizzeria-pizzeria di New York. 


Tentu saja, aksi spinning pizza merupakan salah satu atraksi yang bisa Anda saksikan di sini. 10 varian topping pizza berjejer di display, mulai dari Cheese dan Pepperoni Slice yang klasik, hingga varian lain seperti Ricotta Pizza, Mushroom Cheese, Anchovies, Beef Bacon Olive, Basil Pesto, Hellboy, Sicilian Square dan Special Today, semuanya halal.


Ketika Anda memilih pizza yang Anda inginkan, para pizzaiolo langsung memanaskannya di oven. Sebagai sebuah tempat berkonsep grab and go, semuanya berjalan begitu cepat di sini, dari traffic tamu, hingga pembuatan pizza. Keseluruhan proses pembuatan pizza; mulai dari stretching adonan, pemberian saus, topping, dan pemanggangan hanya makan waktu kurang dari 10 menit.


Jika Anda berkunjung, langsung saja pesan Ricotta Pizza, Hellboy (saus tomat, jalapeno, salami), atau, untuk sebuah pengalaman makan pizza paling Amerika, Pepperoni Slice (tidak bisa lebih Amerika dari ini). Kami dengar Anda bertanya, ”biasanya Passion memulai dengan Margherita sebelum mencoba varian lain?”


Begini pembaca yang budiman, biasanya kami menggunakan varian paling dasar, Margherita (di sini mereka menyebutnya Cheese Slice) untuk menguji kelayakan sebuah pizza di sebuah restoran. Karena pada dasarnya, varian pizza lain kebanyakan hanyalah merupakan Cheese Slice dengan tambahan topping lain. Sebagai sebuah pizzeria, jika Cheese Slicenya saja tidak enak, kami yakin sekali Pizza Place tidak akan sanggup bertahan selama 4 tahun, mereka bahkan baru saja membuka sebuah outlet baru di Kelapa Gading pada Maret 2019.


Kami tidak selalu setuju dengan orang yang memberi rekomendasi sebuah tempat makan. Namun, ketika begitu banyak orang menyebut nama yang sama, kami tidak bisa mengabaikannya. Pizza Place merupakan sebuah pizzeria tanpa basa basi, kecuali Hellboy, kami rasa nama dari setiap varian pizza cukup menjelaskan topping apa yang akan Anda dapatkan. Jika Anda tidak suka pizza ala New York di Pizza Place, mungkin pizza bukanlah makanan yang tepat untuk Anda. Jangan khawatir, masih banyak makanan menarik di luar sana.


PIZZA PLACE

Jl. Kemang Timur No.998, Bangka, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan 12730,

Phone: +6221 719 9998

0 0
Feed