New Direction

Located on the second floor of the five star luxury JW Marriott Hotel Jakarta, Pearl Chinese Restaurant is a fine Cantonese restaurant and ready to bring the best of Cantonese Dim Sum to the heart of Jakarta. Chinese cooking is one of the ancient and most diverse in the world. Among 23 provinces within China, Guandong (or Canton) has the most well-known for its wide variety and cooking style. Yum Cha or Dim Sum is the most popular and well-known form of Cantonese cuisine. In Chinese, Dim Sum literally means “a light touch on the heart” which describe a happy and boisterous occasion when family and friends gather up to sip tea and eat a great variety of dishes.


Pearl Chinese Restaurant has been famous for its starter menus, such as Caramelized Honey Salmon, Crispy Duck, Pork Belly, and of course, the famous Steamed Dim Sum like Siew Mai, Hakau, Chicken Feet and Xiao Long Bao. The distinctive food presentation of a la carte or prefix menu is carefully crafted by the new award winning Chinese Chef Pearl, Daniel Foong. To Passion Media, Daniel shared his love of Cantonese cooking and his attempt to adapt to the local taste preference.


How did you fall in love with cooking?

When I was a child, I saw my relative was cooking, the way he was moving while the fire is burning….it was very cool! I start cooking when I was 14, I was living in Pahang, Malaysia. I don’t have any formal education in cooking because back then, culinary schools are not as famous as it is now. It was also very expensive, at that moment my mother couldn’t pay for that, so I start learning Cantonese cooking with my master.


You specialized in Cantonese cuisine, how do you describe that style of cooking?

Cantonese requires the original flavor (of the ingredients), the taste is a bit light and sweet, meanwhile Szechuan is very spicy and they use lot of spices.


In Pearl Chinese Restaurant, which sort of cuisine will you offer?

The owner of the hotel requires us to serve Cantonese cuisine, however I will add on some other cuisine that’s suitable for the local people.


I heard you’ve been working in other 5 star hotels in Indonesia?

Yes. I’ve worked here for 2,5 years from 2012 to 2015.


How long have you been working in Pearl?

I started on September 22nd 2018, still new over here. Our concept is traditional Cantonese cooking with modern presentation.


You’re quite familiar with the local taste preference, aren’t you? How far is it from the original taste?

At the moment, I see the Chinese over here prefer Cantonese cuisine, however you can’t compare the taste preference with Hong Kong. In Indonesia, the taste preference is very rich and strong, meanwhile in Hong Kong, everything tastes less intense.


Is it difficult for you to adapt to the situation?

No, just add more seasoning, because Cantonese cuisine’s taste is very light. Cantonese cooking always requires fresh ingredients, such as live seafood, everything must be fresh. When the fish is fresh, you don’t need too much spice, just steam it, you will maintain it’s original taste and the fish will remain juicy.


What’s the biggest challenge in running Chinese restaurant in Indonesia?

Most of the ingredients that we use are imported from other countries. Almost everything, from fruit, meat, spice, to sauce and sometimes it’s quite hard to get them because of the custom issues.

==============================================================================================================================================================================


Terletak di lantai dua dari hotel bintang 5 JW Marriott Hotel Jakarta, Pearl Chinese Restaurant merupakan resto Kanton yang siap untuk menyajikan dim sum terbaik ala Kanton ke jantung ibukota Jakarta. Masakan China adalah salah satu jenis masakan yang paling tua sekaligus bervariasi di seluruh dunia. Diantara 23 propinsi China, Guandong (atau Kanton) merupakan daerah yang paling dikenal masyarakat dunia berkat variasinya yang luas dan gaya masak yang khas. Yum Cha atau Dim Sum merupakan salah satu hal yang paling populer dari masakan Kanton. Dalam bahasa China, Dim Sum berarti “sentuhan ringan pada hati” yang menggambarkan kesempatan bahagia dan ceria ketika keluarga dan teman berkumpul untuk menikmati teh dan berbagai varian makanan.


Pearl Chinese Restaurant telah dikenal dengan menu-menu starternya, seperti Caramelized Honey Salmon, Crispy Duck, Pork Belly, dan tentu saja, Steamed Dim Sum yang populer seperti Siomay, Hakau, Ceker Ayam dan Xiao Long Bao. Presentasi makanan yang unik dari menu ini dipersembahkan oleh award winning Chinese Chef Pearl yang baru, Daniel Foong. Kepada Passion Media, Daniel menuturkan kecintaannya pada masakan Kanton dan usahanya untuk menyesuaikan diri dengan selera lokal.


Bagaimana awal Anda jatuh cinta pada dunia masak?

Ketika masih kecil, saya melihat saudara saya memasak, cara ia bergerak ketika api sedang membara…itu sangat keren! Saya mulai belajar masak pada usia 14 tahun, saat itu saya tinggal di Pahang, Malaysia. Saya tidak memiliki edukasi formal di bidang masak karena saat itu, sekolah kuliner tidak sepopuler sekarang. Selain itu, harganya juga sangat mahal, sehingga ibu saya tidak mampu menyekolahkan saya, jadi saya mulai mempelajari masakan Kanton dari guru saya.


Anda mendalami masakan Kanton, bagaimana Anda menggambarkannya?

Masakan Kanton harus mampu mengeluarkan rasa asli (dari bahan), rasanya sedikit ringan dan agak manis, sementara masakan Sichuan sangat pedas dan mereka banyak menggunakan rempah-rempah.


Di Pearl Chinese Restaurant, masakan seperti apa yang akan Anda suguhkan?

Pemilik dari hotel kami menginginkan masakan Kanton, namun saya akan menambahkan beberapa pengaruh masakan lain yang sesuai dengan selera masyarakat lokal.


Saya dengar sebelumnya Anda pernah bekerja di hotel bintang 5 lain di Indonesia?

Ya. Saya pernah bekerja di sini selama 2,5 tahun, dari 2012 hingga 2015.


Anda cukup mengenal selera masyarakat setempat kan? Seberapa jauh perbedaan selera orang Indonesia dengan rasa aslinya?

Saat ini, saya lihat banyak orang China di sini yang lebih menyukai masakan Kanton, namun Anda tidak bisa membandingkan rasa di sini dengan di Hong Kong. Di Indonesia, orang menyukai makanan dengan rasa yang kaya dan kuat, sementara di Hong Kong, rasa semua makanan tidak seintens di sini.


Apakah sulit bagi Anda untuk beradaptasi?

Tidak, saya tinggal menambahkan seasoning lebih banyak, karena rasa asli masakan Kanton sangat ringan. Masakan Kanton membutuhkan bahan-bahan segar, seperti live seafood, semuanya harus segar. Ketika ikannya masih segar, Anda tidak butuh terlalu banyak rempah-rempah, kukus saja, Anda akan mempertahankan rasa aslinya dan ikan akan tetap juicy.


Apa tantangan terbesar dalam menjalankan bisnis resto Chinese di Indonesia?

Sebagian besar bahan baku yang kami gunakan merupakan barang impor. Hampir semuanya malah, dari buah, daging, rempah, hingga saus, dan terkadang sulit untuk mendapatkannya karena masalah regulasi.



PEARL CHINESE RESTAURANT
JW Marriot Hotel Jakarta, Jl. DR. Ide Anak Agung Gde Agung No. 1, Kuningan, Jakarta 12950,
Phone: +6221 5798 8992, www.marriott.com/hotels/hotel-information/restaura...

0 0
Feed