Molecular Gastronomy X Duralex

Duralex  menggelar acara Molecular Gastronomy X Duralex pada 5 April 2019 di Ramurasa. Demo ini menghadirkan Ronald Prasanto, founder Ron’s Laboratory yang banyak menggunakan teknik masak molekular, untuk membuat 2 menu: Teh Bunga Telang yang terinspirasi dari es timun Aceh, dan Dark Chocolate Gelato. Tentu saja, Duralex menggelar acara ini untuk menunjukkan keunggulan produk tempered glass.

Yenny Kusuma Hendra, Managing Director Kumala Kencana Cipta, menjelaskan 3 keunggulan tempered glass dibanding gelas biasa. “Pertama dari segi keamanan, ketika produk tempered glass pecah, ia akan hancur berkeping-keping, seperti kaca mobil, sementara gelas lain ketika pecah akan menjadi kepingan tajam yang membahayakan. Tempered glass juga 2,5 kali lebih kuat dari gelas biasa, ini sangat mempengaruhi costing di bisnis F&B. Kami memiliki beberapa pelanggan coffee shop yang tidak pernah order ulang selama setahun, karena memang gelasnya tidak pecah-pecah. Terakhir, Duralex lebih tahan terhadap thermal shock. Banyak terjadi gelas yang diisi es batu akan pecah ketika Anda tuang teh panas akibat perubahan suhu yang drastis. Produk Duralex tetap aman ketika berada di suhu -20oC lalu tiba-tiba Anda tuang espresso yang suhunya 70-80oC,” jelas Yenny

Kumala Kencana Cipta,

Jl. Dr. Susilo IV No.11A, Grogol, Jakarta Barat 11450, 

Phone: +6221 569 60811, www.kumalahome.com

0 0
Feed