Modern Classic

Mandarin Oriental might not be the biggest hotel group, however with 15 restaurants across its portfolio, they have already acquired 23 Michelin stars. In other words, they take food seriously! Whenever people discuss about high end Chinese restaurant, there’s a good chance you’ll hear the name Li Feng, Mandarin Oriental’s contemporary Chinese restaurant.


Before turning into Li Feng, which literally means beauty in abundance, in 2015, the Chinese restaurant was known with its previous name Xin Hwa. Chinese restaurants are notorious for being traditional, and only appear to the older audience. However, you’ll have different impression when you step in to Li Feng. While trying to retain its distinctive classic Chinese touch, Li Feng also felt modern, ethereal, and contemporary.


Hong Kong-based LRF Designers Limited is the one who responsible for such atmosphere. When you look closer, you’ll notice that the interior is inspired by the voyage history and spices trade between China and Batavia, the old Jakarta.
While dining, guests will enjoy viewing “A Voyage to the South” artwork, a large-gilded glass piece by artist Helen Poon from Hong Kong that features an ancient etched and gilded map of Asia drawn up in 1602 by an Italian missionary named Matteo Ricci illustrating the ancient connection between China and Jakarta.


The kitchen was led by Chang See Loy, Li Feng’s Singaporean Executive Chinese Chef. Chef Loy is working closely with Chef Fei from Mandarin Oriental, Guangzhou to design the whole menu. Chef Fei is an award winning young chef from China, in fact, he has won numerous awards, including The Best Chef in China 2016. In June 2018, his signature restaurant Jiang, was awarded first Michelin Star in the inaugural Michelin Guide for Guangzhou 2018.

Chef Loy defines Li Feng’s cuisine as traditional Cantonese menu with modern presentation. “Of course, there’s a little bit of Szechuan influence, I know Indonesians love spicy food,” he said. “Chinese food is all about the sauce, we have 3 signature sauces here: dim sum sauce, chili sauce, and XO sauce.”


Heavenly Menus

It’s quite easy to get lost in the staggering number of mouth-watering menu in Li Feng. However, it’s nice to know that Li Feng also features the photo of the food in the menu. Some fast food restaurants may disappoint when you find the foods presented are far from their photos. Not here in Li Feng, what you see in the menu is what you’ll have, almost spot on!

If it’s your first time in Li Feng, Chef Loy gives some recommendations about which menus to order. “Try our Deep-Fried Swan Dumpling with Black Pepper Duck Meat and Crispy Fish Skin with Salted Egg Yolk,” he said. You’ve seen the Swan Dumpling in the Internet, in fact, that’s what you get when you type the word “Li Feng” in Google. At first, we thought the iconic menu is just about the look and smoky dry ice. However, a bite of the Swan convinces us the otherwise. This is how a signature menu supposed tobe done! Hands down the best fried dim sum in town!


Crispy Fish Skin with Salted Egg Yolk is the gourmet version of the current famous Singaporean snack. Of course there’s no competition, it’s like comparing artisan pizza with frozen pizza that’s available in supermarket’s freezer. The crispiness of the fish skin and the  distinctive taste of salted egg yolk make it one of the best appetizers in Li Feng.

It’s difficult to resist any seafood menus in Chinese restaurant, but we find it hard to look for bad things about Wok-Fried Angus Beef with Bell Pepper and Special Sauce as the main course. The tenderness of the beef is extraordinary; you can even use the spoon to cut it, effortlessly. If halal is not an issue, we highly recommend the Cantonese BBQ Platter. Faith in humanity, restored! Almond and Black Sesame Dumpling with Peanuts is a wonderful dessert to end the dining experience in Li Feng. Think of it as the fine dining version of Japanese mocchi.

As food connoisseurs, we always believe dining experience is more than just about filling your tummy, or the taste. It’s about the impression you get from the place. You might think we exaggerate it, but we’ll say our impression anyway: if you know a suicidal person, take him to dine in Li Feng, at least, he’ll have another reason to live, it’s that good!


==============================================================================================================================================================================


Mandarin Oriental mungkin bukanlah hotel group terbesar, namun, dengan 15 restoran di portfolio, mereka berhasil mendapatkan 23 Michelin star. Dengan kata lain, mereka menggarap makanan dengan sangat serius! Ketika orang membahas soal restoran Chinese high end, kemungkinan besar Anda akan mendengar nama Li Feng, resto Chinese kontemporer di Hotel Mandarin Oriental, Jakarta.

Sebelum berubah menjadi Li Feng, yang artinya keindahan dalam kelimpahan, pada 2015, resto Chinese ini dikenal dengan nama Xin Hwa. Restoran Chinese terkenal sebagai sebuah konsep tradisional, hanya menarik bagi generasi tua. Namun, Anda akan mendapat kesan yang jauh berbeda ketika Anda melangkah ke Li Feng. Meski tetap berusahan untuk mempertahankan sentuhan China klasik, Li Feng juga terkesan modern, ethereal, dan kontemporer.

LRF Designers Limited yang berbasis di Hong Kong merupakan pihak yang bertanggungjawab atas atmosfer tersebut. Ketika melihat lebih dekat, Anda akan menyadari bahwa interior resto ini terinspirasi dari sejarah pelayaran dan perdagangan rempah antara China dan Batavia, nama lama Jakarta. Ketika dining, para tamu dapat menikmati artwork “Pelayaran ke Selatan”, karya seni dari gelas oleh Helen Poon dari Hong Kong yang menghadirkan peta kuno Asia yang digambar pada 1602 oleh misionaris Italia bernama Matteo Ricci untuk mengilustrasikan hubungan antara China dan Jakarta.

Dapur Li Feng dipimpin oleh Chang See Loy, seorang Executive Chinese Chef asal Singapura. Chef Loy bekerja sama dengan Chef Fei dari Mandarin Oriental, Guangzhou untuk mendesain keseluruhan menu. Chef Fei sendiri merupakan chef muda China yang telah mendapatkan berbagai penghargaan, termasuk The Best Chef in China 2016. Pada Juni 2018, restorannya, Jiang, mendapatkan Michelin Star pertamanya di Michelin Guide for Guangzhou 2018.

Chef Loy mendefinisikan masakan Li Feng sebagai menu Kanton tradisional dengan presentasi modern. “Tentu saja, ada sedikit pengaruh Sichuan, saya paham orang Indonesia menyukai makanan pedas,” katanya. “Masakan China adalah tentang saus, kami memiliki 3 saus signature: saus dim sum, saus chili, dan saus XO.”

Menu Surgawi


Cukup mudah untuk tersesat ditengah banyaknya menu menggiurkan di Li Feng. Namun, kehadiran foto dari setiap makanan dalam menu sangat membantu pengambilan keputusan. Beberapa resto fast food mungkin pernah mengecewakan ketika Anda mendapatkan makanan yang penampakannya tidak sesuai dengan fotonya. Tidak di Li Feng, apa yang Anda lihat di menu adalah apa yang Anda dapatkan, hampir sama persis!

Jika ini adalah kali pertama Anda di Li Feng, Chef Loy memberikan beberapa rekomendasi menu. “Coba Swan Dumpling with Black Pepper Duck Meat dan Crispy Fish Skin with Salted Egg Yolk kami,” katanya. Anda pasti pernah melihat Swan Dumpling di Internet, faktanya, gambar inilah yang keluar ketika Anda mengetik kata “Li Feng” di Google. Awalnya, kami mengira kehebohan menu ikonik ini sebatas penampakan dan dry ice yang berasap. Namun, satu gigitan dari Swan meyakinkan hal sebaliknya. Beginilah cara mengeksekusi menu signature! Ini merupakan dim sum goreng terbaik di Jakarta!

Crispy Fish Skin with Salted Egg Yolk merupakan versi gourmet dari snack Singapura yang populer beberapa tahun belakangan. Tentu saja keduanya tidak bisa disamakan, ini seperti membandingkan pizza artisan dengan pizza beku yang tersedia di freezer supermarket. Kerenyahan kulit ikan dan rasa khas salted egg yolk menjadikannya salah satu appetizer terbaik di Li Feng.

Sulit sekali menahan godaan menu seafood di restoran Chinese, namun kami kesulitan untuk mencari hal buru dari Wok-Fried Angus Beef with Bell Pepper and Special Sauce sebagai main course. Kelembutan daging sapinya luar basa; Anda bahkan bisa menggunakan sendok biasa untuk memotongnya, tanpa tenaga ekstra. Jika halal bukan masalah bagi Anda, kami sangat menyarankan Cantonese BBQ Platter. Kepercayaan pada kemanusiaan, terpulihkan! Almond and Black Sesame Dumpling with Peanuts merupakan dessert luar biasa untuk mengakhiri pengalaman dining di Li Feng. Bayangkan sebuah versi fine dining dari mochi Jepang.

Sebagai penikmat makanan, kami selalu percaya bahwa pengalaman dining lebih dari sekedar tentang mengisi perut, atau soal rasa. Ini melibatkan kesan yang Anda dapat dari tempat tersebut. Mungkin Anda pikir kami berlebihan, namun kami tetap akan mengatakan kesan kami: jika Anda mengenal orang yang ingin bunuh diri, bawa ia makan di Li Feng, paling tidak, ia akan memiliki alasan baru untuk tetap hidup, sensasinya seenak itu!



Hotel Mandarin Oriental Jakarta, 

Jalan  M.H. Thamrin, PO BOX 3392, Jakarta  10310, Indonesia
Phone: +6221 2993 8825

0 0
Feed