Chef Henry Bloem

Melangkah Maju Dengan Bangga

Sempat malang melintang di televisi sebagai juri handal dan berkarir di beberapa restoran bergengsi, Henry Alexie Bloem bukanlah sosok yang akan dengan mudah menyerah pada keadaan. Seperti apa kesibukan pria yang juga penggemar motor gede ini pada masa pandemi COVID-19? Kepada PASSION, chef Bloem memberikan sesi wawancara eksklusif dan mengungkap banyak hal menarik, mulai dari antisipasinya terhadap situasi saat ini hingga kegiatan Asosiasi Chef Indonesia (ICA) belakangan..


Halo chef! Bisa ceritakan kesibukan anda akhir-akhir ini?


Sebelum pandemi COVID-19, ada lumayan banyak pekerjaan yang saya lakukan; demo masak, cooking class serta menjadi juri di luar kota. Di Bali, saya sedang membuat program Youtube perihal masakan Bali. Tapi sejak awal April semua jadwal tersebut harus dipostpone seluruhnya, apalagi kegiatan yang mengharuskan saya untuk traveling keluar kota.


Adakah antisipasi dari cara anda melakukan bisnis kuliner di tengah periode #stayathome saat ini? Jelaskan sedikit untuk para pembaca kami!


Dampak COVID-19 ini memang sangat menyedihkan sekali untuk pertumbuhan ekonomi, banyak hotel dan resto sudah menyatakan tutup. Otomatis para karyawan banyak yang dirumahkan, diputus kontrak serta PHK. Ini melihat dari sisi industri pariwisata, yang memang notabene di bali hampir 75% bahkan lebih tergantung dengan geliat pariwisatanya. Tidak hanya karyawan hotel, resto, travel saja yang mengalami, tetapi panjang sekali rentetannya, para petani, pengrajin, seniman, hingga musisi, semua merasakan dampaknya.Saya sendiri masih tetap membuka warung pribadi saya, walau sepi pelanggan, tentunya saya juga mempunyai menu yang dijual secara online. Serta membuat menu spesial juga yang bisa dishare di semua media sosial tak berbayar, dengan sistem free ongkos kirim untuk seputaran Denpasar, Sanur, Kuta, Nusa Dua dan Jimbaran. (Situasi pandemic COVID-19 ini) sangat berat memang, apalagi saya harus tetap berusaha mempertahankan para karyawan yang sudah sangat loyal selama ini.


Apakah konsep ‘take-away’ akan semakin menjamur di masa depan (pasca periode covid-19)? Jelaskan menurut pandangan anda!


Kedepannya konsep ini pasti akan semakin menjamur, persaingan akan semakin ketat. Semua akan serba online; karena sarananya memang tersedia


Anda masih tercatat aktif sebagai Chairman Indonesia Chef Association (ICA), apakah ada inisiatif tersendiri yang dilakukan ICA untuk berkontribusi dalam masa pandemi covid ini? 


Saya masih akan menjabat sebagai Presiden ICA hingga tahun 2022 nanti. Cukup banyak kegiatan social yang ICA lakukan di masa Pandemi COVID-19 ini, hampir di semua provinsi melakukan charity untuk meringankan beban dengan membantu sesama, banyak anggota ICA yang juga melakukan hal hal sosial lainya.


Sebutkan satu aktivitas yang akan anda lakukan segera setelah masa pandemi ini berakhir!


Keep cooking pastinya! (tertawa) Melanjutkan project cooking Balinese food di Youtube, menata-ulang menu di warung, dan tentunya membuat lebih banyak promosi online serta delivery service; intinya menjemput bola.


Jelaskan perihal gaya memasak signature anda, dan dari mana anda biasanya mendapatkan inspirasi untuk kreasi masakan anda?


Saya sudah tidak terlalu tertarik lagi dengan segala macam tren atau tehnik memasak kekinian, back to kampung saja. Mendalami, mengolah dan mempromosikan makanan Indonesia umumnya dan makanan Bali khususnya. Inspirasi saya, hanya satu: ibu saya, orang yang menciptakan nasi djenggo di Bali pada tahun 1970 silam. For me, she is the best chef in the world.


Definisikan diri anda dalam satu kalimat...


Chef Bloem koki gaul, masaknya ‘suka suka gue’


Instagram : @henryalexiebloem

0 0
Feed