Local Pride

We remember the inception of first Tanamera Coffee outlet in Thamrin by the end of 2013. Within its limited venue, one of the third wave coffee shop pioneer offered warmer, more intimate atmosphere so the guests and baristas knew each other personally. It’s a coffee shop that connects people. It didn’t take long for Tanamera Coffee to be one of the hippest hangout place, for coffee lovers, or any regular customers.


In the past 6 years, Tanamera has shown outstanding growth. Now, they already have 11 outlets in 5 cities, from its first outlet in Thamrin City, Serpong, Gandaria, Pacific Place, Pantai Indah Kapuk, Jimbaran (Bali), Phinisi Point (Makassar), Tugu (Jogjakarta), House of Sampoerna (Surabaya), Sopo Del Kuningan to their latest one that we visit in Kemang, Jakarta Selatan. It doesn’t include the 9 upcoming outlets in 2019, including in other countries like Singapore and Malaysia.

Tanamera Coffee’s story began when Dini Aryanti Criddle was inspired by Australian coffee shops that use lots of Indonesian coffee. “We’re famous as producer of coffee as commodity, it wasn’t bad, but I want us to be known as specialty coffee producer. Therefore, we want to improve our quality to meet international standard, because we have everything we need, it’s just people haven’t known it yet,” she said.

In the beginning, Tanamera sourced its bean through middle man, however, when Dini met John Lee, everything’s changed. Under John’s leadership, a Korean coffee exporter who understands Indonesian coffee’s characters, from green bean to the detailed roasting profile, currently act as Tanamera’s roaster, the coffee shop started to work together directly to the local farmers.

In 2015, Tanamera managed to win the title International Roaster in Melbourne’s International Coffee Expo, against hundreds of roasters all over the world in blind taste competition. They defend the title in 2016, and since then, Tanamera Coffee has won 44 medals (gold, silver, bronze) in International Coffee Award.

There are some compulsory menus to try here, we recommend you the Cold Brew Crew line that comes in 4 variants: Cold Brew, Cold White, Cold White Caramel and Cold White Coconut. Tangerine Coffee is a new, refreshing alternative to the coffee shop. However, if you’re seriously into coffee, you’d sit in the bar, asking the baristas for bean recommendation that will be brewed into a cup of espresso as starter.

Even though they started with coffee, pastry and some snacks, now Tanamera Coffee has become some sort of full-fledged restaurant offering western main courses, along with some local favorites. Some favorite brunch-inspired menus here are Roast Beef Sandwich, French Toast, Eggs Benny with Smoked Salmon Croissant, and our favorite, the tempting Bacon Mac n Cheese. With its consistency of serving Indonesian coffee, it is no wonder to have Tanamera serve some local dishes such as Nasi Goreng Hitam, Nasi Bakar Cakalang Dori Rica, and other local favorites.

With the spirit of becoming the host in our own land, especially when it comes to coffee, Tanamera Coffee is one of the first and best coffee shops that become a reference for other coffee shops. However, no matter how hard they try, we think it’s difficult to keep up with Tanamera’s coffee swift expansion pace.

=============================================================================================================================================


Kami mengingat saat outlet pertama Tanamera Coffee buka di Thamrin City pada akhir 2013. Dengan lokasi yang tidak terlalu besar, salah satu pelopor coffee shop third wave di Indonesia ini justru menawarkan atmosfer yang lebih hangat sehingga para pengunjung dan barista saling mengenal satu sama lain. Ini adalah coffee shop yang menghubungkan banyak orang. Tidak butuh waktu lama bagi Tanamera untuk menjadi salah satu tempat hangout paling hip, baik untuk pecinta kopi, atau pengunjung biasa.

Dalam 6 tahun terakhir, Tanamera menunjukkan pertumbuhan yang luar biasa. Kini, Tanamera memiliki 11 outlet yang tersebar di 5 kota, mulai dari outlet pertamanya di Thamrin City, Serpong, Gandaria, Pacific Place, Pantai Indah Kapuk, Jimbaran (Bali), Phinisi Point (Makassar), Tugu (Jogjakarta), House of Sampoerna (Surabaya), Sopo Del Kuningan hingga outlet terbaru mereka yang kami kunjungi di Kemang, Jakarta Selatan. Ini belum termasuk 9 outlet baru yang dijadwalkan akan buka di 2019, termasuk di luar negeri seperti Singapura dan Malaysia.

Kisah Tanamera Coffee dimulai ketika Dini Aryani Criddle terinspirasi dari coffee shop di Australia yang banyak mengambil kopi dari Indonesia. “Indonesia terkenal sebagai penghasil kopi komoditas, tidak buruk memang, tapi saya ingin Indonesia dikenal sebagai produsen kopi specialty. Oleh sebab itu kami ingin memperbaiki kualitas kopi untuk memenuhi standar internasional, karena kita memiliki semua potensi yang dibutuhkan, hanya saja belum banyak yang tahu,” katanya.

Awalnya, Tanamera mencari biji kopi lokal menggunakan middle man, namun semuanya berubah ketika Dini mengenal John Lee. Di bawah kepemimpinan John, seorang eksportir kopi Korea yang sangat memahami karakter kopi Indonesia mulai dari green bean hingga roasting profile yang sekarang menjadi roaster Tanamera, coffee shop ini mulai bekerjasama langsung dengan petani lokal.

Di 2015, Tanamera menjadi juara International Roaster di International Coffee Expo, Melbourne, mengalahkan ratusan roaster lain dari seluruh dunia dalam kompetisi blind taste. Mereka kembali mempertahankan gelar ini pada 2016, dan sejak itu, Tanamera Coffee telah mendapatkan 44 medali (emas, perak dan perunggu) International Coffee Award.

Ada berbagai menu kopi yang wajib Anda coba di sini, kami merekomendasikan lini Cold Brew Crew yang terdiri dari 4 pilihan varian: Cold Brew, Cold White, Cold White Caramel dan Cold White Coconut. Tangerine Coffee bisa jadi alternatif baru yang menarik sekaligus menyegarkan. Namun, jika Anda pecinta kopi serius, tentu Anda akan duduk di meja bar, bertanya pada barista untuk rekomendasi biji kopi yang akan diseduh menjadi secangkir espresso untuk permulaan.

Meski di awal kemunculannya hanya menawarkan kopi, menu pastry dan snack, kini Tanamera Coffee menjelma seperti sebuah restoran dengan menu main course western yang dipadukan dengan menu favorit lokal. Beberapa menu ala brunch yang menjadi favorit di sini adalah Roast Beef Sandwich, French Toast, Eggs Benny with Smoked Salmon Croissant, dan favorit kami, Bacon Mac n Cheese. Dengan konsistensinya mengusung kopi Indonesia, tentu tidak heran jika Tanamera Coffee juga menyediakan beberapa menu Indonesia seperti Nasi Goreng Hitam, Nasi Bakar Cakalang Dori Rica, dan menu tradisional lainnya.

Dengan semangat untuk menjadi tuan rumah di negeri sendiri, terutama dalam soal kopi, Tanamera Coffee merupakan salah satu coffee pertama dan terbaik, sehingga sering menjadi acuan bagi coffee shop lain. Namun, seberapa keras pun mereka mencoba, kami rasa coffee shop lain akan kesulitan menyamai kecepatan ekspansi outlet seperti yang dilakukan Tanamera Coffee.


TANAMERA COFFEE 

Jl. Taman Kemang No.6, RT.14/RW.1, Mampang Prapatan, South Jakarta City, Jakarta 12730 

Phone: +6221 2271 8366, www.tanameracoffee.com

0 0
Feed