Living the Luscious Dream

Semua orang bisa bermimpi, namun hanya segelintir yang bisa dengan bangga mengatakan dan membuktikan bahwa mereka telah menjadikan mimpi tersebut nyata, dan Chef Hendri Shiro secara sah telah memasukkan dirinya dalam daftar istimewa tersebut. Mengawali karir di dunia kuliner lebih dari satu dekade silam, jauh dari tempat kelahirannya, pria kelahiran Indonesia tersebut kini telah kembali ke tanah air, lebih kuat dan siap dalam memimpin restoran bertaraf internasional OMNIA Bali, Sake No Hana. Bersama kami, ahli hidangan Jepang/Prancis tersebut membagikan beberapa pemikiran cemerlangnya; mulai dari peralatan dapur kegemaran pribadinya hingga apa yang harus dilakukan agar bisa menjadi seorang chef sukses seperti dirinya. Mari simak di bawah ini dan bersiaplah untuk terinspirasi!

Chef Shiro! Kami menyukai nama anda yang keren! Bisakah anda ceritakan sedikit tentang latar belakang karir anda, dan tolong berikan satu nama masakan khas Jepang yang paling anda sukai...


Saya memulai karir pada tahun 2006 di Al Muntaha, Burj Al Arab; salah satu restoran fine dining Prancis terbaik di Dubai. Saya telah menghabiskan 3,5 tahun mempelajari masakan Prancis klasik dan modern, mempertajam kemampuan serta lidah saya, dan juga berjumpa banyak chef yang gila dan luar biasa di waktu yang sama. Sebagaimana saya selalu ingin mempelajari makanan Jepang lebih dalam lagi, saya pun memutuskan untuk pindah. 


Di tahun 2009, saya bergabung dengan ZUMA Dubai untuk pembukaan mereka dan berkarir di sana hingga tahun 2012. Ketika saya berada di ZUMA, saya merasa bahwa inilah yang selalu ingin saya lakukan. Saya mencintai masakan Jepang sejak kecil!Setelah beberapa lama, saya pun memutuskan untuk pulang ke rumah dan bertemu keluarga saya, serta menantang diri saya untuk level berikutnya. 


 Pada tahun 2012 itu, saya mengambil peran sebagai Chef masakan Jepang di The Mulia, Mulia Resort & Villas Bali hingga tahun 2015, ini adalah kali pertama saya berkarir di Indonesia setelah sekian lama. Pada tahun 2015 pula, ZUMA kembali memanggil saya untuk didapuk sebagai Chef Eksekutif di Istanbul, Turki, dimana saya akhirnya menjabat sebagai Chef Eksekutif Regional dan membawahi tiga restoran di kota Istanbul. Pada tahun 2017, saya pun kembali ke Dubai, mengambil tawaran sebagai Head Chef di Tebro-The Experience By Reif Othman; sebuah restoran fine dining eksklusif yang berkapasitas 12 orang. 


 Kemudian setelah satu tahun, saya kembali ke Bali dan mengambil peran sebagai Chef Eksekutif di Sake No Hana hingga saat ini.Hidangan Jepang yang paling saya gemari adalah Ramen. Mi merupakan kenangan masa kecil saya, dan lebih dari itu, Ramen adalah karya seni bagi saya; kuahnya, mi nya, minyaknya, bumbunya, toppingnya, semua harus dikreasi untuk melengkapi satu sama lain dalam keseimbangan yang harmonis, sehingga bisa dinikmati sebagai kebahagiaan yang bertahan lama. Terlihat sederhana, namun memerlukan banyak perhatian. Saya sangat menyukai Ramen dan biasa membuatnya sendiri di rumah


Bisakah anda menjelaskan secara spesifik tentang masakan khas anda, dan apakah 3 perlengkapan dapur utama yang anda harus miliki secara pribadi?


Masakan khas saya adalah Jepang modern dengan sentuhan Prancis. Sementara tiga perlengkapan dapur yang saya inginkan ada di setiap dapur adalah:1. Charcoal Grill, saya suka memanggang daging; ayam maupun hasil laut di atas panggangan arang / charcoal grill, karena itu akan memberikan citarasa yang lebih baik. Anda bisa mencium aroma panggang yang nikmat pada hidangan panggang anda, dan itu sempurna bagi saya.


2. Combi oven, saya menemukan bahwa combi oven memiliki banyak fungsi di dapur. Di semua dapur yang pernah saya kerjakan / kelola, saya selalu memiliki setidaknya dua dari alat cantik ini. Alat ini sangat membantu dalam hal persiapan dan juga sentuhan akhir; mesin yang sangat cerdas dan mudah dioperasikan, serta membantu anda menyempurnakan kreasi masakan anda. Alat ini bisa merebus, memanggang, memanggang dengan uap, merebus dengan uap dan banyak lagi. Combi oven harganya tidak murah, namun sangat berharga bagi bisnis (kuliner).


3. Robot Coupe, satu benda yang saya harus selalu miliki. Kenapa saya menyebutnya ‘buas’ (beast) karena kekuatan, kecepatan dan juga tekstur akhir yang diolah dengan alat ini adalah apa yang anda butuhkan. Alat ini digunakan untuk membuat saus puree, adonan dan juga fungsi lainnya. Si ‘buas’ ini akan menghemat banyak waktu serta tenaga dalam persiapan anda, selayaknya sahabat baik di dapur yang akan selalu membantu anda


Bisakah anda bagikan tentang merek / brand perlengkapan dapur favorit anda (dari tiga jenis perlengkapan di atas, dan mengapa anda memilih merek-merek tersebut?


Untuk Charcoal Grill, saya memilih merek JOSPER, karena merek ini memberikan anda kecepatan memasak dengan temperatur suhu yang amat tinggi, yang mana akan sangat sempurna untuk mengkreasi hidangan panggang; tanda panggang yang cantik, serta tekstur yang renyah di luar dan kematangan sempurna di dalam. Kebanyakan panggangan terbuka dan panasnya berfokus dari bawah, namun untuk alat yang satu ini, suhu dari segala sisi akan tetap tinggi dan nyaris sama, jadi akan memberikan anda hasil yang terbaik. Alat ini bisa dikatakan merupakan impian dari semua chef untuk ada di dapur mereka.Lalu untuk Combi Oven, saya memilih merek RATIONAL. Saya telah bekerja dengan merek ini selama bertahun-tahun, dan ia tidak pernah mengecewakan saya. Oven cerdas multifungsini adalah salah satu yang tetap kuat meskipun dipakai beroperasi seharian penuh, dengan nol rasio kegagalan. 


Alat ini juga sangat praktis dan mudah dibersihkan.Untuk Robot-Coupe, seperti yang telah saya jelaskan di atas, adalah sebuah merek andalan. Saya memilih merek ini karena hasil yang apik. Saya sebetulnya pernah mencoba beberapa merek berbeda, namun tidak ada yang sebaik ROBOT-COUPE. Alat untuk pekerjaan berat yang sangat membantu. Mudah dirawat, namun sangat berbahaya juga. Dibutuhkan pelatihan yang mumpuni untuk dapat menjalankannya


Apa konsep di balik hidangan Sake No Hana; dan darimana biasanya anda mendapatkan inspirasi untuk membuat masakan anda?


Sake No Hana berakar pada konsep Jepang ‘Shun’, yang dapat diartikan sebagai sebuah deskripsi akan moment dimana sayuran berada di titik terbaiknya, buah berada di titik termanisnya, ikan pada titik terlezatnya dan kami menggunakan semua bahan tersebut pada titik tersempurnanya dan menciptakan pengalaman memasak yang mewah dan memuaskan. Kami juga terintegrasi untuk menggunaka produk lokal sebagaimana Jepang juga sangat menghargai produk lokal musiman mereka.Inspirasi bagi kreasi saya? Hmm, ini cukup sulit untuk dijawab, karena setiap hidangan yang saya ciptakan memiliki cerita dan inspirasi tersendiri di baliknya. Namun saya bisa bilang bahwa inspirasi datang dari hubungan antara saya dengan alam, seperti ketika saya kembali ke Bali untuk ‘melukiskan karya seni’ di Sake No Hana, kebanyakan inspirasi saya berasa dari pulau ini sendiri; keindahannya, hasil buminya dan juga orang-orangnya. Kebanyakan dari hal-hal tersebut tersusun di pikiran, saya tuangkan ke buku dan visualisasikan ke atas piring. Saya adalah seorang pemimpi, namun bukan ketika saya tertidur. Saya selalu membayangkan semua hidangan kreasi saya terlebih dahulu; mulai dari citarasa, teknik pembuatan, plating / presentasi dan membuatnya menjadi nyata.


Bagaimana anda ingin dikenang? Dimana anda melihat diri anda 5 tahun dari sekarang?


Saya pikir saya mau diingat sebagai diri saya saat ini; ornag biasa yang lahir, hidup dan berjuang untuk apa yang saya pikir baik untuk dilakukan. Mengikuti impian dan passion, jatuh cinta pada pekerjaan yang saat ini bisa saya sebut sebagai hidup. Menunjukkan orang-orang bagaimana saya telah hidup dalam impian saya, sehingga mereka bisa melakukan hal yang sama. Mencoba sebaik mungkin utnuk mengajar orang-orang menemukan jalan mereka, karena tiap orang berbeda. Senantiasa tersenyum karena hidup penuh dengan kejutan, dan akhirnya, berdoa, karena Tuhan baik!Lima tahun dari sekarang, saya ingin melihat diri saya bersenang-senang di dapur (restoran) saya sendiri, senantiasa memasak dan menikmati hidup (tertawa)



Adakah tips-tips praktis untuk para muda yang ingin mengikuti jejak anda sebagai chef profesional yang sukses?


Saya pikir untuk menjadi sukses di segala macam profesi, kurang lebih harus memiliki prinsip yang sama, namun untuk menjadi chef profesional, ada beberapa hal yang juga dibutuhkan. Kehidupan sebagai seorang chef tidaklah sama pada umumnya, namun lebih menggairahkan. Apa yang saya pelajari dan senantiasa saya terapkan adalah:


1. Passion, anda tidak bisa membuat mimpi menjadi kenyataan jika anda tidak tahu siapa diri anda, seperti apa anda dan apa yang anda inginkan dalam hidup. Melakukan sesiatu hanya karena anda harus melakukannya tidak akan memberi anda apa-apa. Mungkin ya untuk sesaat, namun jika kemudian anda memiliki keraguan, anda akan seketika terhilang.


2. Komitmen, ketika anda memutuskan untuk hidup sebagai chef, itu akan membawa anda kepada banyak sekali ketidaksinambungan antara hidup dan pekerjaan. ‘Passion’ tidaklah cukup karena bekerja sebagai chef seolah anda akan berada di dapur 24/7 (setiap saat). Anda membutuhkan komitmen untuk tetap kuat karena membuat mimpi menjadi nyata tidaklah gampang! Akan membutuhkan waktu beberapa saat untuk mencapai puncak, dan pada perjalanannya, akan ada banyak hal yang bisa mematahkan anda, dan anda sesekali akan patah semangat! Karena inilah anda harus memiliki ‘komitmen’ sebagai kelengkapan anda; untuk memberi kekuatan dan pengarahan, jadi walaupun anda sedang jatuh, anda masih berada di jalur.


3. Kerendahan Hati, Kita semua memiliki ego, dan hal itu bagus, karena sebagai seorang chef, anda harus memiliki karakter. Namun pertanyaannya, apakah anda cukup kuat untuk menahan ego tersebut hingga anda bisa menjadi pemimpin yang baik, atau anda ingin menggunakan ego sebagai alat kekuasaan anda? Maka, saya bisa katakan bahwa anda harus cukup rendah hari untuk menahan ego anda dan menjadi pemimpin yang lebih baik serta melakukan sebisa mungkin untuk membenarkan sejumlah hal. Dan dengan jiwa rendah hati, anda akan mempertahankan diri pada posisi untuk terus belajar, terus melangkah maju dan memperbaiki diri sendiri sehingga menjadi lebih baik hari lepas hari, mengapa? Karena kerendahan hati mengajarkan bahwa kita tidak cukup baik, akrena ada banyak sekali hal di dunia ini dan banyak hal di luar sana menanti untuk kita pimpin / raih.Pada akhirnya, saya ingin mengatakan pada semua chef muda untuk ingat kata-kata berikut: “Lakukan yang terbaik hari ini seperti tidak ada lagi hari esok, jadi ketika esok tidak datang, anda tidak akan menyesali apapun”


Sake No Hana

Jl. Belimbing Sari, Banjar Tambiyak Desa Pecatu, Uluwatu, Pecatu, Kec. Kuta Sel., Kabupaten Badung, Bali 80364,

Phone: +62 361 848 2150, www.sakenohana.com

0 0
Feed