Know Your Rice

“Di Indonesia, siapa sih yang tidak makan nasi?”, kata Ridwan Kumala, Consultant Chef PT. Wahana Inti Makmur (WIM) yang telah lama dikenal melalui restonya Carnivor. Ini sebabnya Ridwan bergabung menjadi partner PT. Wahana Inti Makmur sebagai pemain lama di industri beras yang memproduksi dari hulu ke hilir. Berbeda dengan perusahaan beras lain, PT. Wahana Inti Makmur lebih suka untuk berperan sebagai konsultan untuk industri horeca karena pada banyak kasus, ternyata masih banyak pemilik resto yang tidak memahami jenis beras yang sesuai dengan jenis makanan yang mereka sajikan.


“Peran nasi sangat penting, oleh sebab itu kami juga ingin mengedukasi pelanggan. Sebagai contoh, jika Anda ke resto sushi dan mendapatkan sushi yang pecah, itu karena tidak menggunakan beras Jepang yang bentuknya bulat dan lengket. Di sisi lain, restoran Padang harus menggunakan nasi yang sedikit pera, tidak boleh terlalu pulen, karena nasi akan dicampur berbagai jenis saus berbahan santan. Jika terlalu nasi pulen, teksturnya akan menjadi lembek setelah tercampur saus,” jelas Ridwan.

Salah satu keluhan pelanggan yang kerap dijumpai Ridwan adalah mengenai warna beras. “Kami selalu mencoba mengedukasi pelanggan bahwa semakin putih beras, maka vitamin yang terkandung semakin sedikit, bisa dikatakan, Anda hanya makan gula saja. Toh, beras yang cenderung keruh setelah dimasak menjadi nasi warnanya akan menjadi putih dengan sendirinya”.

PT. WIM sendiri memproduksi berbagai macam beras sesuai dengan berbagai kategori, mulai dari beras Jepang, Korea, Thailand, pandan wangi, setra ramos, basmati, hingga beras merah dan hitam. Beras beras ini juga tersedia di banyak supermarket terkemuka dengan berbagai nama brand yang Anda kenal.


Beras Jepang & Korea

Sebuah restoran Jepang tentu membutuhkan beras Jepang, namun ternyata beras Jepang sendiri memiliki beberapa klasifikasi yang harus Anda pahami.

Aplikasi sushi membutuhkan beras Jepang yang butirannya cenderung bulat, pendek, tidak memiliki aroma, sangat pulen dan lembut. PT. WIM memiliki beras Hideaki Gold (premium) dan Hideaki untuk aplikasi tersebut. Sementara untuk Donburi dan makanan Jepang berkuah lainnya lebih cocok mengunakan beras Kiyoshi.

Pada umumnya, orang Jepang dan Korea tidak menginginkan aroma di beras mereka, berbeda dengan kebanyakan masyarakat Indonesia pada umumnya. Oleh sebab itu, PT. WIM memiliki Kenta, beras Jepang yang aromatik, biasa digunakan oleh orang Indonesia yang memiliki restoran Jepang untuk menyesuaikan dengan selera pasar.

Untuk restoran Korea, PT. WIM memiliki Taeyangssal dan Yonggi. Taeyangssal sendiri merupakan beras bulat, pendek, pulen, dan lengket, sering digunakan untuk aplikasi gimbap (sushi korea), sementara Yonggi lebih cocok untuk masakan Korea lain seperti bulgogi, Korean BBQ, dan samgyetang (Korean Chicken Ginseng Soup).

Beras Indonesia

Untuk masakan Indonesia, PT. WIM lebih dikenal dengan nama Dua Tani dan

menyediakan beberapa varian seperti Pandan Wangi Cianjur, Sintanur Wangi , Super Platinum. Pandan Wangi Cianjur adalah beras premium yang lebih pulen, aromatik dan warnanya lebih putih yang cocok untuk aplikasi masakan Manado, sementara Sintanur Wangi yang juga berjenis pandan wangi cocok untuk aplikasi masakan rumahan lain seperti nasi goreng, soto, sop buntut.

Jika Anda menginginkan satu jenis beras yang bisa digunakan untuk semua aplikasi, gunakanlah Dua Tani Super Platinum yang merupakan beras setra ramos. Ini merupakan beras paling “aman” karena karakternya yang tidak pulen, namun juga tidak pera, serta tidak terlalu aromatic. Beras ini juga cocok digunakan untuk aplikasi Chinese food.

Beras lain

Selain masakan Jepang, Korea dan Indonesia, masakan lain yang membutuhkan beras khusus adalah masakan Thailand. Untuk aplikasi masakan Thailand dan nasi goreng, PT. WIM memiliki Gemar Jasmine yang memiliki bentuk panjang, putih, aroma wangi, namun tidak terlalu pulen.

Untuk mereka yang peduli soal kesehatan, beras merah dan hitam dari Dua Tani bisa menjadi pilihan. Meski saat ini kalah populer dibandingkan beras merah, semakin banyak restoran premium yang menyajikan beras hitam karena memiliki kadar gula lebih sedikit dan serat lebih banyak. Beberapa restoran menawarkan beras hitam dalam menu Nasi Liwet mereka. Menurut Ridwan, beras merah dan hitam mulai menarik dan menjadi poin lebih bagi mereka yang menjalani pola hidup sehat.

Beras terakhir dari PT. WIM juga mulai populer karena memiliki kadar gula paling rendah dibandingkan beras lainnya, yaitu Dua Tani Premium Gold Basmati. Beras ini memiliki butiran paling panjang, tebal, dan keras dibandingkan beras lain. Dengan aroma yang cukup kuat dan tekstur yang cenderung pera, beras basmati ini sangat cocok untuk aplikasi Nasi Kebuli, Nasi Biryani, masakan India & Timur Tengah lainnya. Beberapa pelanggan bahkan menggantikan beras mereka di rumah dengan basmati demi menekan konsumsi gula harian mereka.

Jika Anda pikir semua beras sama, mungkin Anda harus berpikir ulang. “Anda bisa saja menekan cost dengan membeli beras yang lebih murah, namun sebaiknya penghematan dilakukan di bahan lain. Karena sekali lagi, di Indonesia, siapa sih yang tidak makan beras?” kata Ridwan. Jika Anda membutuhkan permintaan khusus untuk restoran Anda, PT. WIM menyediakan jasa untuk membuat beras custom khusus dengan campuran sesuai permintaan untuk restoran Anda. Anda pikir hanya coffee shop saja yang bisa memiliki house blend mereka sendiri?


PT WAHANA INTI MAKMUR
Phone : +62 812 9119 9713
IG : @ineedrice_id

0 0
Feed