Italian Legacy

Gelato fans would be familiar with the name Gaya Gelato. The brand was built by Italian company back in 2008 and now, you can see GayaGelato’s presence in Jakarta and Bali. In Jakarta, Gaya Gelato already has 4 outlets: in Pantai Indah Kapuk, Mal Kelapa Gading 3, Grand Indonesia, Pondok Indah Mall Street Gallery, meanwhile Bali has 10 outlets spread over tourist destinations such as Canggu,ubud, Petitenget, to Uluwatu.

With its artisan gelato, Gaya is definitely one of the biggest gelaterias in Indonesia. “We have so many gelato players in Jakarta as the competition continuously growing. Every year, we have 5 new gelato brands,” said Fredy Lays, CEO PT. Gaya Gelato Indonesia. “When I tried Gaya Gelato for the first time, it gave me unique experience compared to any other gelato and ice cream brands, even when my teeth were sensitive because of the cold, I can still enjoy Gaya Gelato’s products,” he added.

Gaya Gelato is inspired by nature and genuine flavor to make the gelato. They appreciate seasonal rhythm and value locally grown fruits to give the authentic taste of the land. Indonesia, with its nature diversity, from fruits, nuts, coffee, and chocolate is a perfect place for gelateria like Gaya Gelato to create flavors that mirror local culinary traditions.

Of course, as an Italian brand, the use of Italian ingredients in Gaya Gelato is inevitable, such as hazelnut and pistachio. However, Gaya Gelato sticks to its initial approach, using the 100% natural ingredients, which means, you’ll never find any GMO products, processed, artificial flavor and color in all of Gaya Gelato’s products.

Fredy admitted that running gelato business ain’t no walk in the park. “You need new ways to sell high quality gelato, because some of the high quality equipments, from gelato machine to display freezer, mostly came from Italy, however, not all Italian brands are created equal. It’s a tricky thing to learn. In addition, it required billions rupiah of investment to maintain very high quality product.”

Until today, Gaya Gelato has 38 flavor variants available in each outlet. Gaya Gelato even experimented with unique, local ingredients such as Lemongrass, Soursop, to Chocolate Chilli which has been discontinued because it’s too unique for most customers in Jakarta. Of course, Gaya Gelato also offers some of the best sellers, such as Pistachio (imported directly from Italy), Ciocollato (Dark Chocolate), Cookies & Cream, Coffee, Coconut, and fruit sorbet variants such as Soursop, Lemon, Orange and Mango.

Here are some tips from Fredy to tell the quality of a gelato. “The natural color is the main point for gelato and sorbet’s quality. Let’s take Banana for example, the color shouldn’t be bright yellow, it should be white instead, because you don’t consume the banana skin. Also the Mint flavor, the color shouldn’t be sky blue. Whenever you see product with such color, I can assure you that they use artificial color. Too many brands claim themselves as ‘artisan gelato’ but they use excessive preservative and artificial color” he explained.

=====================================================================================================================================


Penggemar gelato tentu sudah tidak asing dengan nama Gaya Gelato. Brand ini didirikan oleh perusahaan Italia pada 2008, dan kini Gaya Gelato telah hadir di Jakarta dan Bali. Di Jakarta, Gaya Gelato memiliki 4 outlet di Pantai Indah Kapuk, Mal Kelapa Gading 3, Grand Indonesia, Pondok Indah Mall Street Gallery, sementara Bali memiliki 10 outlet yang tersebar di banyak daerah wisata turis seperti Canggu, Ubud, Petitenget hingga Uluwatu.

Dengan konsep artisan gelato, Gaya adalah salah satu gelateria terbesar di Indonesia. “Pemain gelato sudah banyak sekali di Jakarta, kompetisi berkembang terus. Setiap tahun ada 5 brand gelato baru yang muncul,” jelas Fredy Lays, CEO PT. Gaya Gelato Indonesia. “Ketika mencoba Gaya Gelato pertama kali, mereka bisa memberikan rasa yang unik dibandingkan brand gelato atau ice cream lainnya, bahkan pada saat gigi saya terasa sensitif karena dingin, tetap bisa menikmati produk dari Gaya Gelato,” tambah Fredy.

Gaya Gelato selalu terinspirasi dari kekayaan alam dan rasa alami ketika membuat gelato. Mereka menghargai berbagai musim dan buah-buah lokal yang tersedia untuk memberikan rasa gelato yang otentik. Indonesia, dengan berbagai ragam buah-buahan, kacang, kopi, dan cokelat merupakan negara yang sempurna bagi sebuah gelateria seperti Gaya Gelato untuk menciptakan rasa yang mencerminkan tradisi kuliner setempat.
 

Tentu saja, sebagai sebuah brand yang berasal dari Italia, tidak sah rasanya jika Gaya Gelato tidak menggunakan bahan-bahan khas Italia, seperti hazelnut dan pistachio. Meski demikian, Gaya Gelato berkomitment untuk menggunakan pendekatan 100% alami, artinya, Anda tidak akan menemukan produk GMO, produk olahan, perasa hingga pewarna buatan di semua produk Gaya Gelato.


Fredy mengakui bahwa menjalankan bisnis gelato bukanlah sebuah hal mudah. “Dibutuhkan cara baru untuk menjual gelato berkualitas tinggi, karena beberapa peralatan produksi, seperti mesin produksi dan display freezer yang baik untuk menjaga kualitas gelato kebanyakan berasal dari Italia, sementara tidak semua brand dari Italia memiliki kualitas yang baik. Ini merupakan hal yang tricky untuk dipelajari. Selain itu, dibutuhkan investasi hingga milyaran rupiah untuk menjaga kualitas produk yang sangat baik.”

Hingga saat ini, Gaya Gelato telah memiliki 38 varian rasa yang tersedia di setiap outletnya. Gaya Gelato menggunakan bahan lokal dengan rasa unik seperti Lemongrass, Sirsak, hingga Chocolate Chilli yang sudah dihentikan produksinya karena memiliki rasa yang terlalu unik bagi pelanggan di Jakarta. Tentu saja, Gaya Gelato memiliki beberapa rasa yang menjadi best seller seperti Pistachio (yang diimpor langsung dari Italia), Cioccolato (Dark Chocolate), Cookies & Cream, Coffee, Coconut dan varian sorbet buah-buahan seperti Sirsak, Lemon, Orange, dan Mango.

Berikut ini adalah beberapa tips dari Fredy untuk menentukan kualitas sebuah gelato. “Warna produk alami menjadi nilai utama kualitas gelato dan sorbet. Contohnya pada rasa Banana, warna produk seharusnya bukan kuning terang, melainkan putih karena kita tidak mengkonsumsi kulit pisang. Begitu pula warna Mint yang seharusnya tidak berwarna biru langit. Jika Anda menemui produk dengan warna tersebut bisa dipastikan produk dengan warna tersebut menggunakan pewarna, Terlalu banyak brand yang mengklaim sebagai ‘artisan gelato’ namun mereka menggunakan pengawet dan pewarna buatan yang berlebihan,” jelasnya.


GAYA GELATO 

Crown Golf Boulevard Blok D No.37, Jalan Marina Indah Raya, Pantai Indah Kapuk, Kamal Muara, Penjaringan, Jakarta 14470

Phone: +6221 2952 5999, www.gayagelato.com

0 0
Feed