Indonesian Creative Culinary

From numerous cooking schools in Jakarta, Arkamaya Indonesian Creative Culinary Education opted to focus on Indonesian cuisine. If you don’t have too much time to study, Arkamaya offers Academy program that you can join in 7-8 classes and Short Course program. 


Arkamaya was established by Yosua Ricky Ekajaya, Pastry Chef, owner, also a Le Cordon Bleu, London graduate. “I love teaching, then my parents had an idea to open a culinary school, but to make it different, we decided to focus on Indonesian cuisine to elevate the local taste. Most of the times, Indonesians appreciate other cuisines better, but eventually, we have Indonesian dishes that taste just as good, take Rendang for example, it’s just people don’t realize it. People from all around the world came to study Indonesian cuisine, while Indonesians prefer to study abroad to learn western food,” explained Yosua.


Arkamaya provides 2 choice of programs: Academy and Short Course. Academy is a program that consists of 7-8 classes for a month and further divided into 2 categories: Cooking Program and Baking Program. On the other hand, Short Course that’s held every Saturday is designed for workers who don’t have any time to attend the class during weekdays/


The Academy


Both top-selling programs in Arkamaya: Cooking and Baking Program have 2 options, basic and intermediate. “Instead of just teaching how to make menu, we put heavy emphasis on the basic techniques,” said Yosua. The number of participants in Cooking Program is limited to 6-18 people, while on Baking Program, they limit it to 6-12 people.

Cooking Program is headed by Chef Pasya Hardiman, an NHI alumni in Food Production that specializes in western and fusion cuisine. Chef Pasya had the experience of working in Holland American Line Cruise’s fine dining department for 6 years, and 4 years as mainstay teacher in one of leading cooking schools in Jakarta. On the Baking Program, Yosua himself is responsible as teacher, also the headmaster of the school.


For its Cooking Program, Arkamaya teaches the basics, such as the cutting techniques for fish, chicken, vegetables, making basic Indonesian spices, to making menus such as Rendang and Tumpeng. “The core of the program is to build technique foundation, so after graduate, students can develop their own creations because F&B world never stops innovating, there’s always something new,” said Yosua.

In the basic Baking Program, students will start by learning bain-marie, making Sable Breton and Pate Sablee as tart base, pastry cream, Pound Cake, Sponge Cake, to products such as Viennoiserie and Macaron. Intermediate serves as the next level for Basic where students will learn the more advance products such as ParisBrest, Lapis Legit with modern flavors like matcha, pandan based products, to 3-6 layers Entremets. 


One of our biggest questions on the Baking Program was, what sort of Indonesian flavored pastry meant by Arkamaya? “I was schooled in Le Cordon Bleu, London that use French techniques as basic, that’s what we apply here. Even though the basic is French, we use lot of Indonesian flavor, for example, Klappertart flavored Éclair, or Doger Puff Pastry. From the basic, the students will be able to explore further as long as they understand the basic principles,” said Yosua. 


One of the biggest challenges for Arkamaya is to create the curriculum. “Since 2016 until today, we taught many menus, but the techniques and basics remain the same. We need to maintain the techniques that we taught have continuity. For example the bain-marie, on the first day we taught the bain-marie method in oven, on the second day, we taught the one outside the oven, so the students can fully grasp the principals,” stated Yosua.


==================================================================================================================================================


Dari sekian banyak sekolah masak di Jakarta, Arkamaya Indonesian Creative Culinary Education memilih untuk fokus pada masakan Indonesia. Jika Anda tidak memiliki waktu terlalu banyak untuk mempelajari dunia kuliner, Arkamaya menawarkan program Akademi yang bisa Anda ikuti dalam 7-8 pertemuan saja dan program Short Course.

Arkamaya didirikan oleh Yosua Ricky Ekajaya, Pastry Chef sekaligus owner yang merupakan lulusan Le Cordon Bleu, London. “Saya sendiri memang suka mengajar, lalu orang tua saya memiliki ide untuk membuat sekolah kuliner, namun untuk membedakannya dengan yang lain, kami fokus pada masakan Indonesia untuk meningkatkan citarasa lokal. Biasa orang Indonesia lebih menghargai masakan luar, padahal masakan Indonesia juga enak, contohnya Rendang, kadang orang tidak menyadarinya. Banyak orang dari luar negeri yang belajar masakan Indonesia, sementara orang Indonesia lebih suka belajar di luar negeri untuk mempelajari masakan western,” jelas Yosua.


Arkamaya memiliki 2 pilihan program: Akademi dan Short Course. Akademi sendiri merupakan program yang terdiri dari 7-8 pertemuan selama 1 bulan dan dibagi lagi menjadi 2 kategori: Cooking Program dan Baking Program. Di sisi lain, Short Course yang diadakan di hari Sabtu didesain bagi para pekerja yang tidak memiliki waktu untuk mengikuti kursus pada weekday.


Akademi


Kedua program andalan di Arkamaya: Cooking dan Baking Program memiliki 2 pilihan, basic dan intermediate. “Daripada sekadar mengajarkan cara membuat menu, di sini kami lebih menekankan untuk mengajarkan teknik dasar,” jelas Yosua. Jumlah peserta di Cooking Program adalah 6-18 orang, sementara pada Baking Program, jumlahnya lebih terbatas yaitu 12 orang.


Cooking Program dikepalai oleh Chef Pasya Hardiman, alumni NHI bagian Food Production yang memiliki spesialisasi di masakan western dan fusion. Chef Pasya memiliki pengalaman bekerja selama di bagian fine dining Holland American Line Cruise selama 6 tahun dan sebagai pengajar tetap selama 4 tahun di salah satu sekolah masak terkemuka di Jakarta. Sementara untuk Baking Program, Yosua bertanggungjawab sebagai pengajar sekaligus kepala sekolah.


Untuk Cooking Program, Arkamaya mengajarkan ilmu dasar, mulai dari cara memotong ikan, ayam, sayuran, cara membuat bumbu dasar masakan Indonesia, hingga membuat menu seperti Rendang dan Tumpeng. “Inti dari program ini adalah membangun fondasi teknik, jadi setelah lulus, para siswa bisa mengembangkan sendiri kreasinya karena dunia F&B tidak pernah berhenti berinovasi, selalu ada saja hal baru,” tegas Yosua.


Pada Baking Program Basic, para murid akan diajarkan teknik bain-marie, membuat Sable Breton dan Pate Sablee sebagai tart base, pastry cream, Pound Cake, Sponge Cake, hingga produk seperti Viennoiserie dan Macaron. Intermediate merupakan lanjutan dari Basic untuk mempelajari produk yang lebih advance seperti Paris-Brest, Lapis Legit menggunakan rasa modern seperti matcha, produk berbasis pandan, hingga 3-6 Layer Entremet.


Salah satu pertanyaan kami mengenai Baking Program adalah, seperti apakah pastry dengan citarasa Indonesia yang dimaksud Arkamaya? “Saya bersekolah di Le Cordon Bleu, London yang menggunakan teknik Prancis sebagai dasar, itu juga yang kami terapkan di sini. Meski dasarnya adalah Prancis, kami menggunakan banyak rasa Indonesia, contohnya saja Éclair rasa Klappertart, atau Puff Pastry Doger. Dari dasar tersebut, para murid bisa berkreasi lagi lebih jauh selama mereka memahami prinsipprinsip dasarnya,” kata Yosua.


Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi Arkamaya adalah dalam hal menyusun kurikulum. “Sejak 2016 hingga sekarang, kami mengajarkan banyak menu yang berbeda, namun teknik dan dasarnya tetap sama. Kami harus menjaga agar teknik yang kami ajarkan memiliki kesinambungan. Contohnya saja teknik bain-marie, jika hari pertama kami mengajarkan bainmarie di dalam oven, pada hari kedua kami mengajarkan teknik ini di luar oven sehingga para murid memahami betul prinsipnya,” kata Yosua.


ARKAMAYA
Dipo Business Center, Jl. Jend Gatot Subroto Kav. 51-52, Ruko A9, Petamburan, Slipi, Jakarta Pusat – 10260
Phone: +6221 2253 9980, www.arkamayaculinary.com

0 0
Feed