IFCCI Gala Dinner

Indonesan-French Chamber of Commerce and Industry (IFCCI) mengadakan gala dinner ketiganya pada Jumat, 4 Mei 2018 di Ballroom Mandarin Oriental Hotel, Jakarta. Gala dinner ini dibuka oleh Presiden IFCCI, Philippe Augier, Duta Besar Perancis untuk Indonesia, H. E Jean-Charles Berthonet, kemudian Gilles Marx (Chef founder Amuz) dan Chris Salans (Mozaic). IFCCI juga mendapat dukungan dari Didi Budiarjo, fashion designer sekaligus alumni dari Atelier Fleuri Delaporte, Perancis, yang dibantu oleh Rinaldy A Yunardi untuk mempersembahkan koleksi mereka yang berjudul “J’ai Deux Amours”.

Pada kolaborasi kali ini, tentu Gilles Marx dan Chris Salans masing-masing bertugas untuk menyajikan hidangan terbaik mereka sebagai makan malam. Berbeda dengan kolaborasi Gilles sebelumnya dengan Olivier Oddos pada Februari lalu, kali ini Gilles lebih berani memainkan rasa. Makan malam dibuka dengan Amuse Bouche dari Gilles: Soupe au Truffles VGE (Valery Giscard D’Estaing), sebagai persembahan untuk Chef Paul Bocuse yang baru saja meninggal 20 Januari lalu. Dengan bahan khas fine dining seperti foie gras, truffle dan consommé, Gilles seolah langsung tancap gas dengan menghadirkan rasa yang begitu kaya. Chris Salans meresponnya dengan Terrine of Duck Foei Gras yang menonjolkan 3 olahan buah pala: puree, candied dan jel. Foei gras menjadi bintang utama di hidangan ini, sekaligus sebagai penghubung dengan hidangan sebelumnya, namun Chris menjaga keseimbangan rasa melalui olahan pala yang dominan rasa asam.


Estafet ini dilanjutkan oleh menu Amuz Steamed Coral Grouper Fillet dari Gilles. Jika tidak bertanya pada Gilles, mungkin saya tidak akan tahu bahwa ia menggunakan kerapu lokal, cukup membanggakan! Chris menanggapinya dengan Venison Grand Veneur, daging loin rusa yang disajikan dengan braised red cabbage, cranberry & chestnuts. Gilles menutupnya dengan Amuz Delices au Chocolat Amer et Framboise, sajian dessert yang terdiri dari Valrhona Guanaja chocolate mousse, chocolate glazing, fresh raspberry & raspberry sorbet. Ini bukanlah dessert dengan rasa lembut untuk menutup malam dengan manis, sebaliknya Gilles menutupnya dengan intensitas tinggi. Bagi saya ini merupakan dessert Gilles paling menarik selama ini.


Gala dinner ini menunjukkan kolaborasi yang unik dari Gilles dan Chris, mereka saling menghargai untuk menghadirkan set menu yang mengalir dengan baik dari satu menu ke menu lain, namun saya merasakan sedikit kompetisi di sini. Di dunia musik, mereka seolah sedang jamming untuk memperlihatkan skill masing-masing. Jika Anda mencoba mengapresiasinya, Gala dinner ini merupakan sebuah roller coaster ride yang seru dan menegangkan dari awal hingga akhir.

0 0
Feed