[ID] - THE ONE WHO FELL IN LOVE WITH INDONESIA

Chef Eric Gouteyron menyambut Passion di pastry shop-nya L’Amandine yang berlokasi di Kelapa Gading, Jakarta. Ia bercerita mengenai karirnya yang gemilang selama hampir selama empat dekade serta mengapa ia begitu jatuh cinta dengan Indonesia.

Bagaimana awalnya Anda menjadi seorang pastry chef?

Bisa dibilang awalnya saya menjadi sangat bersemangat dengan bidang pastry karena dua tahapan di awal karir saya. Yang pertama adalah sang ibu yang mengajarkan saya sejak saya masih berumur 12 tahun ketika masih tinggal di Le Puy, sebuah kota tidak jauh dari Lyon.
Kemudian saya memutuskan untuk terjun ke dunia pastry dan berkesempatan magang dan bekerja di beberapa pastry shop, lalu kemudian saya bertemu Chef Gerard Sciennat; orang kedua yang menjadi inspirasi saya. Ia adalah seorang chef berbakat yang selalu menciptakan karya terbaik untuk para pelanggannya. Kemudian ia memotivasi saya untuk mengikuti perlombaan. Ketika saya memenanginya, saya diizinkan untuk belajar lebih banyak di kota Paris.

Anda sempat berkarir di kota New York. Bagaimana ceritanya?
Saya direkomendasikan seorang teman asal Amerika ketika saya tengah belajar di Paris untuk bekerja di The River Cafe di New York, sebuah restoran terkenal di tepian sungai dengan pemandangan distrik Manhattan. The River Cafe adalah sebuah restoran yang sangat indah dan ini menjadi kesempatan pertama saya bekerja di luar negeri. Terlebih, banyak juga selebritis yang menjadi pelanggannya. Saya pernah bertemu dengan Rod Stewart, Luther Vandross, dan juga lainnya.
Selanjutnya saya bergabung dengan The Plaza Hotel sebagai Executive Pastry Chef. Ini adalah kali pertama saya bekerja untuk hotel bintang lima. Saya bergabung selama empat belas tahun dan banyak terlibat untuk katering pernikahan para selebriti di sana seperti Eddy Murphy, Michael Douglas, serta Donald Trump sendiri yang saat itu adalah pemilik hotelnya.

Bagaimana ceritanya setelah New York dan mengapa Anda memilih tinggal di Asia?
Setelah The Plaza Hotel, saya bekerja sebagai Executive Pastry Chef di properti milik grup Fairmont di Dubai dan Fairmont Bab Al Bahr di Abu Dhabi.
Mengenai mengapa saya memilih Asia, semuanya berawal ketika saya bekerja di Dubai dengan sebuah tim terbaik yang pernah saya miliki. Tim saya terdiri dari chef berbagai negara dan banyak dari Indonesia yang saya kenal adalah orang-orang yang penuh semangat. Itulah mengapa saya ingin mengetahui lebih banyak lagi mengenai Asia. Dari situ saya bekerja di Hong Kong dan akhirnya berlabuh di Indonesia.

Bagaimana Anda memulai karir di Indonesia?
Setelah bekerja tidak lama dengan Intercontinental Hong Kong, saya bergabung dengan The Harvest sebagai Direktur F&B. Di penghujung kontrak, saya bertemu kembali teman lama saya Chef Chandra Yudasswara yang mana saya pernah bekerja sama dengannya ketika di Dubai. Kini kita bersama mengembangkan Portable Kitchen & Bar dan L’Amandine.

Apakah yang bisa Anda rekomendasikan dari produk-produk di L’Amandine?
Pertama, bayangkan dulu diri Anda dalam keadaan lapar di rumah. Tentunya menyenangkan bila bisa menikmati roti yang ditambahkan dengan salmon asap, cold cuts, atau krim masam yang dioleskan di atas rye bread. Bisa juga Anda membuat sebuah sandwich dengan BLT (Bacon, Lettuce, Tomato) dan keju yang meleleh di atasnya. Begitu banyak alternatif yang dapat dilakukan dengan produk kami dan tentunya menyehatkan.
Produk unggulan kami adalah Black Diamond - sebuah entremet dengan dacquoise yang terbuat dari kacang almond dan coklat. Ada rasa asam segar dari buah markisa dan rasa manis dan pahit yang lembut dari coklatnya. Kita juga memiliki Black & White Truffle serta Chocolate Double Fudge. Croissant kami juga adalah produk unggulan di sini.

Setelah Anda tinggal di Indonesia cukup lama, apakah Anda berencana tetap di sini untuk seterusnya?
Sebagai seorang chef, sulit membayangkan diri saya untuk tinggal permanen di satu tempat. Namun untuk Indonesia, saya sebetulnya sangat menikmati waktu saya di sini dan tengah mempertimbangkan untuk tinggal seterusnya.
Ini terkait juga dengan betapa saya mengagumi orang Indonesia. Orang di sini begitu ramah dan murah senyum. Meskipun hidup tidak mudah, mereka tetap terlihat bahagia. Ini adalah sesuatu yang tidak pernah saya lihat sebelumnya sepanjang perjalanan karir saya di berbagai belahan dunia.

Terakhir, apa saja makanan Indonesia kesukaan Anda?
Saya suka sop buntut, gado-gado, rendang, dan makanan Padang lainnya. Saya tidak begitu banyak makan nasi tapi itu pengecualian untuk nasi goreng.

0 0
Feed