[ID] - The Height of Nikkei Cuisine

Akulturasi dari dua kebudayaan yang berbeda selalu menjadi hal yang menarik untuk disaksikan. Ditambah lagi jika hal tersebut disajikan di atas piring, dan dinikmati di restoran tertinggi di Indonesia.


Jika Anda tumbuh besar di tahun 80an dan 90an, Anda pasti familiar dengan istilah “Henshin” (bahasa Jepang untuk berubah). Itu adalah kata yang selalu diteriakkan para Kamen Rider, mulai dari Takeshi Hongo (Kamen Rider Ichigo), Kotaro Minami (Ksatria Baja Hitam), dan penerusnya, ketika mereka ingin berubah dari manusia biasa menjadi Kamen Rider. The Westin Jakarta menggunakan kata catchy, edgy dan penuh arti ini untuk menjelaskan perubahan dari lobby yang cenderung konservatif menuju Henshin di lantai 67-69 yang lebih kontemporer.

Sejarah Nikkei
Orang campuran Jepang - Peru, memiliki sejarah panjang yang dimulai dari akhir abad ke-18. Saat itu, tersebar gosip mengenai sebuah negara bernama Peru di belahan bumi lain yang “penuh emas” dan menjanjikan lapangan kerja. Imigran Jepang ini kebanyakan bekerja di perkebunan tebu. Setelah kontrak kerjanya berakhir, banyak yang memutuskan untuk menetap di Peru, salah satunya kakek Chef Hajime Kasuga. Dunia juga mengenal akulturasi Jepang – Peru ini dengan nama Nikkei.


Secara kuliner, kedua budaya ini sangatlah berbeda. Makanan Jepang kebanyakan melibatkan nasi dan ikan, sementara di Peru, biasanya berisi kentang dan pisang raja.


Menurut New York Times, orang Peru biasa membuang atau bahkan memberi makan anjing mereka gurita dan belut karena mereka tidak mengerti cara mengolah kedua bahan tersebut. Ketika orang Jepang memperkenalkan cara masak baru menggunakan ikan dan seafood, masakan nasional Peru, ceviche, mendapatkan pengaruh besar.

Menurut legenda, para nelayan dulu hanya memiliki ikan segar dan jeruk lemon atau limau. Mereka kemudian memeras jusnya, menambahkan bawang putih, garam, dan cabai dan menamakannya “tiger’s milk”, karena mereka mengaku merasa lebih kuat setelah meminumnya. Tiger’s milk ini kemudian disiram ke atas potongan ikan segar, sekarang kita mengenalnya dengan nama ceviche.

Restoran Tertinggi di Indonesia

Awalnya, The Westin Jakarta berencana untuk membuka restoran tradisional Jepang. Seiring berjalannya waktu dan proses brainstorming, mereka merasa bahwa restoran Jepang biasa sudah terlalu umum dan memutuskan untuk melakukan sesuatu yang berbeda dengan memperkenalkan konsep Japanese Peruvian. Hajime Kasuga, generasi ketiga dari imigran Jepang di Peru, ditunjuk menjadi Head Chef setelah sukses dengan restoran miliknya di Peru bernama Hanzo yang meraih penghargaan Best Japanese Restaurant 2008 dan 2009.

Masakan Nikkei kebanyakan memiliki rasa yang asam, tasty dan juga pedas, meski bagi sebagian besar orang Indonesia berpendapat ini tidak seberapa pedas jika dibandingkan masakan Indonesia lain. Tim The Westin Jakarta percaya bahwa masyarakat Indonesia akan dengan mudah menerima cita rasa semacam ini, ditambah lagi dengan presentasi luar biasa dari Chef Hajime dan desain tempat yang kontemporer.

Hingga saat ini, Henshin tercatat sebagai restoran tertinggi di Jakarta, bahkan di Indonesia. Mungkin membutuhkan waktu hingga ada kompetitor lain yang membangun restoran lebih tinggi lagi dalam waktu dekat. Mengingatkan kita akan cerita Menara Babel kan?

Restoran Henshin dimulai di lantai 67 sebagai bar & lounge jika Anda sekedar menginginkan makanan ringan dan cocktail. Ini merupakan satu-satunya venue Henshin yang memiliki venue outdoor. Lantai 68 didesain lebih eksklusif dengan kapasitas 45 orang dengan 2 open kitchen dimana Anda bisa menyaksikan dan berinteraksi langsung dengan para chef. Chef Hajime dikenal sebagai pribadi yang ramah dan terbuka dengan tamu, siapa tahu Anda beruntung untuk mendapatkan tester dari menu barunya. Saat Anda membutuhkan tempat yang lebih privat untuk acara khusus, atau menginginkan set menu, lantai 69 merupakan pilihan Anda. Namun, di lantai ini Anda akan dikenakan minimum charge.

Dengan desain modern kontemporer yang menggabungkan elemen Jepang dan Peru, Anda dapat menikmati pemandangan spektakuler lampu kota Jakarta di Henshin. Faktanya, sejak pembukaan Henshin pada 20 Juli 2017, sudah ada lebih dari 3 orang yang melamar kekasihnya di sini. Anda juga memiliki peluang lebih besar untuk bertemu para selebriti dan sosialita di sini.

Masakan Nikkei

Untuk pengalaman Japanese Peruvian otentik, menu ceviche mereka (Clasico, Nikkei, Langosta dan Trio Ceviche) merupakan appetizer wajib. Jika Anda menginginkan ceviche yang dipotong lebar dan tipis, seperti carpaccio, Anda bisa memilih Tiradito. Salah satu rekomendasi Tiradito adalah Pulpo Al Olivo, gurita, olive oil Peru, dan pepper jelly.

Jika Anda sedang ingin masakan Jepang tradisional, Henshin memiliki menu signature Hajime Platter, sashimi dari 7 ikan dan beragam pilihan Nikkei Rolls seperti Lomito (tenderloin sapi, zucchini, paprika merah, asparagus, chimichurri) dan Henshin (belut, flame seared foei gras, udang goreng, spicy lumpcrab, alpukat).

Di Henshin, mereka menyebut main course sebagai Fondo. Rekomendasi untuk Fondo adalah Pulpo Henshin (gurita yang dimasak pada temperatur rendah, kentang, panca sauce) dan Lomo Azul (tenderloin yang dilumuri kopi dan spice, teriyaki blue cheese). Ini adalah menu-menu yang jarang Anda jumpai di restoran Jepang lain di Jakarta.

Karena Henshin juga merupakan tempat untuk makan malam romantis, para pria bisa membuat pasangannya terkesan dengan memesankan mereka cocktail favorit wanita Sakura Maru; infused Geisha Blossom Tea, London No. 1 Gin, jus yuzu, rose syrup, parfait amour bitter. Jika Anda penasaran, nama ini diambil dari nama kapal yang mengangkut orang Jepang dari Yokohama menuju Peru untuk memulai hidup baru pada tahun 1873. Sebaliknya, para wanita juga dapat membuat pasangannya terkesan dengan memesankan The Last Ronin (Kakubin whisky, choya, umeshu, jus yuzu, fresh pomelo, pasteurized egg syrup).


Henshin seolah menjadi angin segar di tengah pasar resto jepang yang semakin jenuh. Masakan Nikkei juga memiliki cita rasa yang unik: asam, tasty, dan pedas, yang tidak terlalu jauh berbeda dengan cita rasa lokal. Sebagai tambahan, nama resto yang keren, gabungan konsep desain interior kontemporer Jepang dan venue spektakulernya juga akan membawa pengalaman dining Anda ke tingkat yang lebih tinggi, dalam arti sebenarnya sekaligus kiasannya.







Henshin

Levels 67-69, The Westin Jakarta
Jl. HR Rasuna Said Kav C-22A
Karet Kuningan, Setiabudi,
Jakarta Selatan, DKI Jakarta - 12940
http://www.westinjakarta.com/henshin

0 0
Feed