[ID] - The Grill Thrill

Apakah anda pernah memikirkan tentang apa yang membuat Barbecue bisa dikatakan baik? Atau apa sih arti dari istilah itu secara umum? Chef Arbie bisa memberikan jawaban yang jitu untuk anda. Tidak hanya diberkahi talenta dalam bidang memasak, kepribadian pria kelaihiran Jogja ini yang gemar belajar serta inovatif telah memberinya bekal untuk memastikan The Butchers Club tetap mempertahankan predikatnya sebagai salah satu Steak House paling mumpuni di Pulau Bali. Di sela-sela kesibukan rutinnya, Chef Arbie menyanggupi sebuah sesi tanya jawab santai dan membagikan pemikirannya tentang barbecue dan hal-hal lain. Yuk, kita simak bersama!

Ceritakan sedikit tentang latar belakang anda. Bagaimana anda bisa terlibat di bisnis BBQ ini?

Sebetulnya, profesi 'chef' dimulai sebagai pekerjaan sampingan saya saat melanjutkan studi di Australia. Saya tidak terpikir untuk mengejar profesi tersebut karena saya kuliah pun mengambil jurusan biologi. Namun seiring waktu, saya jatuh hati pada dunia memasak dan melanjutkannya sebagai karir utama saya hingga saat ini. Tiga tahun yang lalu saya melamar ke sini (The Butchers Club Bali) sebagai sous chef dan tertarik pada dunia BBQ. Bagi saya, untuk memasak steak yang enak anda harus menggunakan panca indera anda sendiri. Syaa tidak memakai termometer ataupun alat bantu lainnya untuk mengukur daging, hanya dengan sentuhan jari dan insting semata. Setiap restoran memberikan tantangan dan pengalaman yang berbeda dan saya hanya ingin menjalani hal tersebut sembari belajar hal baru setiap harinya.


Jelaskan tentang proses memasak BBQ yang anda pilih. Direbus? Diasapi? Kayu bakar atau gas?

Saya suka memanggang dengan metode non-konvensional. Di The Butchers Club, kami tidak menggunakan gas, namun memakai kayu bakar sebagai arang. Kayunya pun dipilih secara hati-hati dari pohon buah yang memberikan daging panggang rasa alami dan aroma tambahan; misalnya dari pohon nangka, kopi, apukat dan beragam buah lokal lainnya. Saya lebih memilih untuk menggunakan api 'sungguhan' dan juga bahan baku lain, bukan hanya dari gas atau perlengkapan canggih. Untuk kami, bahkan proses memasaknya pun sudah menciptakan sensasi tersendiri, saat api membesar dan wangi asap memenuhi seisi dapur.


Apakah sebenarnya BBQ / Barbecue itu? Bagaimana anda menjelaskannya pada seseorang yang belum pernah merasakannya?

Barbecue adalah proses memasak daging dengan metode panggang. Sebenarnya, sate Indonesia tradisional dibuat dengan teknik 'BBQ', namun bentuk akhir dan komponen bahan bakunya saja yang berbeda. Jadi, secara fundamental, sebetulnya BBQ sama di mana pun, namun dibedakan oleh budaya masing-masing negara / daerahnya saja.


Apa jenis daging yang bagus untuk BBQ? Dan bagaimana cara menyiapkan steak yang sempurna menurut anda?

Saya adalah seorang pencinta daging; terutama sapi dan domba. Tapi bagi saya, steak terbaik dibuat dari bagian rib-eye (rusuk dalam) karena akan lebih lembut dan juicy. Untuk menyiapkan steak yang sempurna sebenarnya cukup mudah. Yang anda butuhkan hanya sepotong daging yang baik. Jika anda menyimpannya di kulkas, keluarkan dulu selama 10-15 menit sampai daging tersebut mencapai suhu ruangan,sehingga anda bisa memanggangnya dengan lebih cepat dan mudah; baik medium, rare maupun well-done. Kemudian, anda akan membutuhkan lada serta garam yang baik. Saya lebih memilih garam laut; ambil yang masih berbongkah, bukan yang sudah berbentuk bubuk halus. Garam yang masih berbongkah akan memberikan tekstur renyah di luaran steak anda yang tebal dan juicy.


Apakah ada masakan ciptaan anda yang membuat anda bangga secara khusus? Ceritakan sedikit kepada pembaca kami

Ada satu menu di The Buthcers Club bernama Roasted Lamb Shank in Moroccan Style. Untuk mendapatkan resep dari masakan ini sendiri tidaklah mudah. Saya memperolehnya dari salah satu restoran tempat saya bekerja di Australia. Itu merupakan masa-masa terberat dalam karir saya karena saya mengawali sebagai pembantu daput, tidak mengetahui hal lain selain berkata 'ya, pak' sepanjang waktu. Tapi dari tempat itulah saya mengerti bagaimana menggunakan saus Tajine untuk menciptakan masakan khas Maroko, dan kini saya bisa mengkombinasikannya dengan kreasi saya sendiri. Untuk saya, menu ini bukan hanya sekedar 'kreasi makanan', namun sesuatu yang sangat historis. Butuh waktu bertahun-tahun bagi saya untuk membuat hidangan ini sendiri, dan saya meletakkan segenap upaya saya dalam prosesnya.


Dari mana anda mendapatkan bahan baku berkualitas untuk hidangan anda dan bagaimana kiat anda untuk memilih pemasok yang baik?

Kami mengusahakan betul penggunaan bahan baku lokal di restoran ini, dan kami sangat beruntung memiliki kerjasama dengan pemasok asal Bali yang mumpuni. Ia akan mendatangkan bahan baku yang tumbuh di desa-desa di seputar Bali. Pemasok ini juga bisa memenuhi spesifikasi kami hingga ke detil terkecil; mulai dari warna, rasa dan lain sebagainya. Tapi untuk daging, kami datangkan langsung dari Australia lewat perusahaan pemasok daging terbesar di Indonesia.

Proses untuk memilih pemasok yang baik tidak terjadi secara instan. Faktanya, kami telah mencoba banyak sekali pemasok sejak pertama kali restoran ini dibuka, sampai kami mendapatkan yang paling cocok saat ini.


Apa hidangan non-daging favorit yang biasa anda masak?

Pertanyaan bagus! Selain daging, saya juga suka memasak pasta vegetarian rumahan; bayam, keju, ravioli dan juga gnocchi. Berhadapan dengan daging setiap hari, saya memasak menu ini di rumah untuk keluarga saya sebagai cara untuk menjernihkan pikiran saya dari semua darah, lemak dan hal-hal yang berhubungan dengan daging. Saya juga membuat salad serta dressingnya sendiri. Kadangkala saya berpikir bahwa mungkin dua tahun ke depan, saya akan menjadi seorang vegetarian (tertawa)


Apakah ada saran yang bisa anda bagikan untuk para pembaca kami yang gemar membuat barbecue rumahan?

Frase ini berlaku untuk semua orang termasuk saya: “Dibikin Simpel Aja, Bro”. Kadangkala, orang-orang terlalu fokus pada cara-cara yang rumit untuk membuat hidangan, dengan bumbu-bumbu langka dan lain sebagainya. Ya, itu memang akan menambah citarasa, namun apa yang sesungguhnya anda butuhkan dari barbecue adalah rasa dagingnya sendiri, dengan sedikit tambahan garam, lada serta minyak zaitun saja. Itu saja! Saat kita memasak BBQ untuk keluarga di rumah, jika anda tidak punya alat pemanggang, anda bisa menggunakan wajan khusus memanggang, kemudian sepotong daging berkualitas, garam dan lada. Jangan terlalu lama memasaknya. Secara esensi, barbecue adalah segalanya tentang rasa orisinil dari daging bakar itu sendiri.


THE BUTCHERS CLUB STEAKHOUSE  BALI 

Jl. Petitenget, Kerobokan, Kuta Utara, Kerobokan Kelod, Kuta Utara, Badung, Bali
Phone : +62 361 897 4004, 
www.thebutchersclubbali.com

0 0
Feed