[ID] - The Good Italian

PASSION berbincang dengan Nicolas Lazzaroni dan menemukan rahasia kesuksesannya sebagai executive chef Settimo Cielo.

Nicolas Lazzaroni bukanlah sosok baru di panggung kuliner Bali. Malah bisa dikatakan, ia berkontribusi terhadap kemajuan kreasi kuliner di pufv lau ini dengan ciri khasnya dalam menyajikan masakan bercita rasa tradisional dengan tampilan modern. Meski itu masakan Asia atau Italia, seperti yang ia terapkan di Settimo Cielo, kreasinya selalu menawarkan pengalaman, rasa, dan presentasi yang menarik.


Chef yang berasal dari Sydney ini telah menjadikan Bali sebagai rumahnya sejak 2011. Berawal dari Bridges Bali, ia juga sempat memimpin Uma Cucina at Uma by Como, Ubud. Kami akhirnya bisa menemui chef yang sibuk ini dan bertanya tentang kesibukannya serta pendapatnya tentang masakan Italia di Bali.

Bisakah Anda ceritakan kepada kami tentang Settimo Cielo dan apa yang baru di tahun ini?

Kami menamakannya restauran ‘rustic refined Italian’. Kami mengambil elemen rustic dari masakan tradisional Italia dan memperhalusnya, memberikannya tampilan modern. Rasa masakan tetap utuh dan restaurannya sendiri didesain dengan elegan tanpa menjadi formal. Tahun ini, kami akan membuat kolaborasi dengan chef-chef lain serta terus berusaha menjadi tempat untuk mengembangkan bakat-bakat baru serta mendorong mereka untuk memperlihatkan kemampuan mereka. Pastinya, akan ada wine dinners dan cocktails pairings. 


How does the restaurant differ from the other Italian restaurants in Bali?
Kami ingin mengubah citra yang itu-itu saja dari restauran Italia yang selalu santai. Settimo Cielo diciptakan sedikit lebih mewah tanpa menjadi restauran fine dining namun berada di tengah, bukan suatu restauran yang santai dan umum ditemui tapi juga tidak menjadi restauran yang mengintimidasi dan terlalu anggun.

Apakah Anda tumbuh dengan masakan Italia?
Well, ayah saya adalah orang Italia dan saya sendiri dilatih di restauran Italia. Namun saya tidak tumbuh dengan masakan Italia, itu kemudian saya pelajari dan coba-coba sendiri. Sebaliknya, saya dulu tumbuh tanpa masakan Italia yang enak di Australia, sehingga saya belajar untuk bagaimana memasaknya sendiri karena kalau tidak saya tidak akan dapat memakan masakan Italia yang enak!

Bagaimana Anda mendefinisikan masakan Italia yang enak?
Masakan Italia yang sesungguhnya memerlukan level otentisitas dan keahlian yang baik. Anda perlu menguasai banyak detail seperti misalnya cara membuat pasta segar yang benar. Itu bukan saja tentang telur, air, dan tepung. Ada banyak detail yang bisa dengan mudah dilewati, dan hasilnya akan terlihat mirip dengan yang seharusnya, namun akan tetap ada kesempurnaan yang hilang. Saya juga menyadari bahwa ada banyak sekali variasi. Makanan di daerah utara dengan selatan berbeda. Bila Anda mempertemukan tiga orang Italia di satu meja, mereka akan berdebat tentang ini sepanjang malam!

Apa masakan Italia favorit Anda dan mengapa?
Gnocchi. Saya suka rasa, tekstur, dan keleluasaan yang dimilikinya. Itu juga merupakan sajian yang bisa memperlihatkan keahlian seorang chef yang sebenarnya. Seorang chef bisa saja membuat gnocchi tapi untuk mendapatkan tekstur dan komposisi yang tepat itu tidak mudah.

Bagaimana Anda mengamati perkembangan masakan Italia di Bali?
Sudah sangat membaik. Untuk restauran high-end dan otentik, ada banyak sekali pilihan dibandingkan 7 tahun lalu saat saya datang pertama kali. Namun, saya akan senang bila ada lebih banyak konsep yang berbeda. Kita sudah memiliki restauran high-end, tradisional, bahkan yang sembarangan- semua ada. Tapi masih perlu ada sesuatu yang baru, berani, dan seru dengan kualitas yang baik dan servis yang sempurna. Saya berkeinginan untuk mengubah itu!

0 0
Feed