[ID] - The Dairy Market Insight

Kebanyakan orang mungkin tidak terlalu mengenal nama perusahannya, na,un kami yakin Anda mengenal brand-brand seperti Anlene, Anmum, Boneeto dan tentunya, Anchor. Anda tahu produknya, sekarang saatnya bagi Anda untuk mengetahui cerita dibalik brandnya. Kami menemui Klarisa, Marketing Director Fonterra untuk memahami masalah di industri dairy, kebijakan pemerintah yang baru, dan mengenai keberadaan Anchor di Indonesia.


Konon Perancis pernah mengalami krisis butter, apa yang sebenarnya terjadi?

Sekitar 2 tahun lalu, stok butter melimpah, sehingga harganya murah. Pada saat itu, petani mulai berpikir untuk mengalihkan fungsi sapi perah menjadi sapi potong, ketika dijadikan sapi potong, mendadak kebutuhan butter meningkat. Selain itu, tadinya Cina belum menggunakan terlalu banyak produk dairy, namun ketika mereka diperkenalkan pada produk seperti whipping cream dan cream cheese, permintaan mereka dalam 2 tahun belakangan ini melonjak. Banyak produk kami yang dialokasikan untuk Cina.



Berdasarkan data, konon produsen produk dairy lokal hanya mampu memenuhi 13% dari kebutuhan nasional. Apakah ini kabar baik bagi Fonterra?

Tentunya, namun kami ada kendala soal pembatasan kuota. Pemerintah memiliki kebijakan baru yang mengharuskan para produsen untuk mengutamakan produk susu lokal, ini berlaku sejak Januari lalu. Kesulitan terjadi pada produk susu UHT kami yang terkena imbas pembatasan kuota. Untuk produk susu UHT sendiri, volumenya hanya sekitar 10% dari total penjualan.

Sementara itu, produk dairy lain seperti butter, keju dan cream tidak terdampak kebijakan tersebut, karena pemerintah menganggap Indonesia belum mampu membuat produk tersebut dalam skala besar. Volume penjualan terbesar kami masih sekitar 50% didominasi oleh butter, diikuti oleh keju mozzarella berkat booming restoran Italia dan Korea yang banyak menggunakannya. Kemudian, di tempat ketiga ada produk cream, termasuk whipping cream, culinary extra yield, dan cream cheese.



Dengan kebijakan tersebut, apakah Anda ada rencana untuk membangun peternakan sendiri?

Sebetulnya Fonterra sudah memiliki pabrik di Cengkareng yang memproduksi susu Anlene, Anmum dan Boneeto bernama Fonterra Brand Manufacturing Indonesia (FBMI). Kami sudah bekerja sama dengan koperasi susu lokal yang berlokasi di Padang. Kerjasamanya lebih ke penyuluhan ke peternak, jadi kami mengajarkan bagaimana cara beternak sapi, lalu dari susunya bisa diolah menjadi produk apa saja dan dijual kemana.



Dengan perkembangan platform penjualan online yang sangat pesat, bagaimana Fonterra mengantisipasinya?

Kami sudah mulai masuk online, namun ada kendala karena beberapa produk dairy kami memerlukan infrastruktur pengiriman yang dilengkapi dengan chiller dan freezer, ini tidak dimiliki oleh website-website e-commerce tersebut. Produk yang bisa dijual lewat platform ini adalah yang bisa tahan di suhu ruangan, seperti keju cheddar easy to grate dan butter kalengan.



Sebetulnya seberapa besar perusahaan Anchor di New Zealand?

Anchor adalah korporasi yang mengumpulkan susu dari peternak-peternak di New Zealand. Kebetulan Anchor memang perusahaan dairy terbesar di sana. Dari situ mereka memproduksi produk turunan susu, seperti keju, susu UHT, susu powder, whipping cream, cream cheese.



Apa keunggulan produk Anchor?

Sapi-sapi kami bukanlah sapi yang tinggal di kandang lalu diberi makan. Konsep kami adalah sapi free range, yang dibiarkan untuk bebas menikmati rumput sesuka hati. Sapi grass fed semacam ini keunggulannya adalah mampu menghasilkan susu dengan kadar beta karoten yang lebih tinggi, sehingga tidak perlu fortifikasi vitamin lagi seperti yang dilakukan brand lain, jika dilihat warna produk kami cenderung lebih kuning. Tambahan bahan pada produk butter kami biasanya adalah garam untuk produk salted butter, jika ada bahan tambahan lain, jumlahnya sangat kecil.



Siapa market terbesar Anda di Indonesia?

Untuk bakery. Misalkan Anda masuk ke bakery, hampir semua orang tahu apa itu Anchor. Namun mereka mengenalnya bukan dengan nama Anchor (eng-ker), mereka kenalnya An-chor. Area manapun di Indonesia, rata-rata mereka menyebutnya An-chor, jadi agak lucu sih.


Karena harga produk butter yang memanglebih mahal, biasanya yang menggunakan produk kami adalah bakery yang menjualrotinya di atas Rp 9.000/pcs. Ada juga bakery yang berani menggunakan butterkami dan menjualnya di harga Rp 5.000, namun biasa mereka mencampurkannyadengan margarin. Jika dihitung harga modalnya (COGS), produk yang menggunakanbutter biasanya ada di kisaran harga Rp 3.000an. Kandungan butter di roti biasahanya sekitar 10-15%, tidak terlalu signifikan sih, lain halnya dengan terigu.



Dari sisi kesehatan, mana yang lebih baik: butter atau margarin?

Menurut pandangan saya, butter itu adalahsusu yang diaduk lama, sementara margarin adalah minyak sawit yang diolah lebihjauh melalui proses kimia. Untuk dijadikan minyak goreng, bagi saya masih okekarena tidak mengalami pemrosesan yang terlalu panjang, namun begitu dijadikanmargarin, ada pemisahan stearin dan penambahan bahan kimia lain agar ia menjadipadat, karena secara alami harusnya bentuk minyak sawit itu cair.


Sementara untuk butter, jika Anda melakukanovermix whipping cream, lanjutkan saja maka cream akan terpisah dan Anda akanmendapatkan butter. Jadi menurut pemikiran saya, butter seharusnya lebih alamikarena tidak ada proses kimia tambahan lagi.



Ada kecenderungan di dunia pastry untuk beralih ke tren produk sehat, apakah ini akan berpengaruh pada produk dairy?

Sebetulnya produk dairy itu sudah sehat kan, tinggal bagaimana kita mengolahnya. Segala sesuatu yang berlebihan juga tidak baik. Bagaimanapun juga tulang kita membutuhkan kalsium, sementara kalsium alami banyak terkandung dalam susu.



Apa tantangan terbesar dalam pertumbuhan produk Fonterra?

Mungkin dari kompetisi, karena harga butter kami lebih mahal dibanding margarin. Harga butter cenderung mengikuti pada Butter Commercial Price (BCP) yang sangat fluktuatif, biasanya harga jual kami akan disesuaikan dengan BCP.



PT FONTERRA BRANDS INDONESIA
Prudential Center, 19th floor, Kota Kasablanka, Jl Casablanca Kav 88, Jakarta, Indonesia, 12870 

Phone: +62 21 828 1881, www.fonterra.com/id







0 0
Feed