[ID] - Sugar World Academy

Salah satu baking studio yang menarik perhatian kami sejak lama adalah Sugar World Academy. Semuanya berawal ketika kami melihat figurine Master Yoda (Star Wars) yang sangat realistis pada posting Instagram Sugar World Academy untuk kelas Dorothy Klerck pada Maret 2017. Kemudian kami terus scroll down untuk melihat berbagai flower gum paste, painted cookies dan lebih banyak figurine. Kami tidak sabar untuk berkunjung ke Sugar World Academy sambil menunggu momen yang tepat. Sekaranglah momen tepat itu, dengan tema khusus Cake Decoration, kami sengaja menemui Dewi Hasan, pemilik Sugar World Academy di Promenade 20, Kemang. Dewi Hasan bercerita banyak tentang Sugar World Academy, mulai dari alasan pemilihan lokasi, inti dari bisnis baking studio, dan juga kriteria

pemilihan instruktur di sini.





Saya lihat baking studio semacam ini semakin banyak, apakah peluang di bisnis ini begitu menjanjikan?

Ketika saya mulai 5 tahun lalu, belum banyak sekolah semacam ini. Kami sudah menempati lokasi di sini (Promenade 20, Kemang) selama 4 tahun. Bisnis ini berawal dari kebetulan, saat itu saya menggantikan teman saya yang sedang hamil untuk menjadi host (baking demo) untuk para tamu. Dari situ, semua berjalan dengan baik, banyak yang menyarankan saya untuk melanjutkan usaha ini dan pindah ke tempat permanen.

Sebelumnya, kami berlokasi di ruang serba guna apartemen tempat saya tinggal di Setiabudi, Kuningan. Karena menggunakan fasilitas apartemen, tiap pagi dan sore kami harus memindahkan barang-barang dari bawah ke atas, bahkan termasuk mesin kopi, sangat melelahkan. Akhirnya kami memutuskan untuk pindah ke Kemang karena jika ingin mengincar market yang lebih eksklusif, Kemang adalah tempat yang tepat. Saya sengaja pilih di gedung ini karena basement parkirnya luas, ini penting sekali bagi murid karena jika mereka harus parkir di jalan raya, mereka akan stress, “mobil saya nanti diderek tidak yah? Apakah kena baret?” Bahkan ada yang bertanya berapa biaya parkir harian di sini (parkir di Promenade 20 gratis).

Seiring bertambahnya murid, mulai banyak yang berpikir bahwa bisnis ini menyenangkan, mudah dilakukan dan prospektif. Banyak dari pemilik baking studio baru yang merupakan bekas murid kami atau tempat lain yang sudah lebih dulu buka. Namun, tentu saja cara mengelola setiap orang tentu berbeda. Tidak heran banyak juga baking studio yang bubar, karena menurut saya, hosting suatu kelas itu tidak

main-main, ini tidak mudah, harus memperhatikan detail.


Mirip seperti tren coffee shop, mereka berpikir ini bisnis yang keren, mudah, lalu mereka ikut buka…

Ya, mereka tidak memahami kesulitannya. Saya pernah mendatangkan ahli kopi ke sini, ternyata memang tidak semudah kelihatannya. Jika Anda minum kopi sachet, rasanya akan sama saja, namun jika Anda minum kopi (specialty) dari grind size dan cara seduhnya saja sudah bisa menghasilkan rasa yang berbeda. Seorang ahli kopi bisa menyesuaikan rasa menjadi lebih chocolatey atau fruity. Lalu bagaimana jika barista andalan Anda absen? Rasa kopi akan berubah dan kita mulai punya masalah. Bisnis baking studio juga begitu, jika Anda tidak tahu “know how”nya, tentu akan sulit bertahan.


Apa konsep Sugar World Academy?

Kami lebih ke cake decorating karena memang itu ketetapan kami dari awal. Jika ada kelas baking, itu hanya sekedar tambahan karena banyak peserta yang juga ingin belajar membuat kue, yang diajarkan pun sebatas kue-kue rumahan tradisional atau kue yang bisa untuk dekorasi. Saya tidak punya kelas yang terlalu canggih untuk mengajarkan cara membuat entremet, dan sebagainya.


Bisa dijelaskan perubahan tren dekorasi dari tahun ke tahun?

Tren selalu bervariasi, tahun ini cenderung lebih fokus ke wedding cake, sehingga guru yang kami datangkan pun yang ahli di bidang itu. Sebelumnya sempat ada tren figurine (boneka) yang terbuat dari gum paste.  Waktu kami pertama mulai, sedang tren cake berbahan fondant berbentuk mixer, sepatu, atau binatang. Sekarang orang mulai beralih ke kue yang mudah dijual. Pernah juga ada satu masa dimana buttercream kembali disukai, itu sebabnya dulu kami banyak mengundang guru dari Korea yang memang ahli di bidang tersebut. Meski kami mendatangkan banyak guru dari luar negeri, kami selalu berusaha mengusahakan untuk menggunakan bahan lokal. Karena percuma saja jika kita susah-susah namun bahannya sulit didapatkan.


Siapa target audience Sugar World Academy?

Kami lebih spesifik ke hobbyist kelas atas. Beberapa murid kami juga ada yang menjual cakenya, namun ada juga yang hanya sekedar hobi, mereka membuat cake untuk kemudian diberikan ke saudara atau teman mereka saat ulang tahun.


Instruktur yang kalian undang berasal dari negara mana saja?

Dari banyak negara, namun yang sekarang lagi trending adalah guru dari Rusia. Dulu mereka tidak begitu banyak tampil, tapi tahun ini banyak sekali guru rusia yang bagus. Beberapa guru lain berasal dari Australia, Amerika, Korea, Belanda, dan masih banyak lagi. Kami juga ada beberapa guru lokal, biasanya untuk membangun fondasi. Kami menyebutnya basic foundation class. Sementara guru asing mengajar master class yang advance, jadi disarankan murid yang mengikuti master class pernah mengikuti basic foundation class.


Menurut Anda, apa kendala terbesar dari menjalankan bisnis ini?

Terkadang jadwal kami sering bentrok jadwal dengan sekolah lain yang juga mendatangkan guru yang sama bagus dan populer. Target audience dari bisnis ini merupakan segmen yang eksklusif dan sangat kecil, jadi kami harus hati-hati ketika mengundang guru. Kami harus melihat sekitar, ada event apa pada tanggal tersebut. Beberapa hal lain yang harus diperhatikan adalah bulan puasa atau tanggal merah, karena biasanya orang lebih suka ke luar kota. Kami harus bisa menjadwalkan dengan baik.

Selain itu, jika gurunya datang dari belahan dunia lain, ia butuh waktu untuk menyesuaikan diri dengan perubahan waktu, sekaligus cuaca di sini. Jika di negara asal mereka flower gum pastenya lebih cepat kering, mungkin di sini lebih lama. Banyak sekali yang harus disesuaikan ketika seorang guru dari luar datang ke sini.


Ini pertanyaan yang pasti sering ditanyakan orang, apakah baking studio Anda menerima pesanan membuat cake?

Tidak, tapi saya selalu menghubungkan orang yang memesan cake pada murid saya. Kebetulan banyak dari murid saya yang jualan online, atau mereka mampu membuat kue dengan baik, jadi saya selalu mereferensikan mereka, dengan begitu mereka juga mendapatkan peluang bisnis.


Seberapa besar komunitas Sugar World Academy?

Sejauh ini, murid yang come and go ada sekitar 4000 orang, lumayan besar. Jumlah ini berasal dari Indonesia dan seluruh dunia, seperti Australia, India, Filipina, Hong Kong, Thailand, Vietnam, Iran, Lebanon. Mereka biasa khusus datang ke Indonesia untuk mengikuti kelas dengan instruktur incaran mereka. Jika mereka merasa nyaman, biasanya mereka kan datang lagi berkali-kali.


Bagaimana dengan penurunan daya beli masyarakat yang terjadi belakangan ini, apakah hal tersebut mempengaruhi bisnis ini?

Semuanya tergantung bagaimana cara kita mengelola. Saya menjalankan bisnis ini untuk hobi, namun yang saya lihat, banyak orang memulai bisnis ini untuk sekedar lucu-lucuan, atau malah semata untuk cari keuntungan, tidak bisa begitu! Malah, terkadang kita harus mengalah sedikit, tidak masalah, yang jelas pelayanan harus bagus agar pelanggan kembali lagi. Yang banyak tidak disadari orang adalah, sesungguhnya ini bisnis pelayanan, jadi kita harus mengutamakan kenyamanan dan kepuasan. Jika mereka puas, tentu mereka akan cerita ke teman dan keluarga, sementara jika tidak puas, mereka juga akan cerita, malah lebih semangat lagi, namun ceritanya soal negatif.

Sekali lagi, ini adalah industri pelayanan. Sama seperti jika Anda pergi ke hotel bintang 5 dan bintang 2, pelayanannya tentu berbeda. Sekarang tergantung Anda, mau memilih jadi hotel bintang berapa? Namun, selama Anda senang dan memiliki passion, bisnis ini pasti bisa berjalan.


Apa rencana Sugar World Academy ke depan?

Karena ini adalah market yang sangat niche dan sangat personalized, saya tidak ada rencana untuk buka cabang. Mungkin kita hanya semakin mengintensifikasi guru-guru yang lebih terseleksi


Apa saja kriteria guru untuk mengajar di sini?

Minimal mereka punya sesuatu yg punya ditampilkan, bisa pemenang lomba dari suatu cake show, kontributor dari suatu majalah, pernah menulis buku, intinya mereka memiliki hasil karya yang signifikan dan memiliki tekniknya yang layak dipelajari. Jika sekedar membuat cake yang bagus dan rapi, semua orang juga bisa, teknik merupakan hal penting.


Bagaimana dengan instruktur dari Cina? Saya dengar perkembangan industri decorating di sana luar biasa.

Cina memang bagus, namun karena penduduk di sana begitu banyak, biasanya produknya bersifat massal. Jika ada guru yang ahli, biasanya mereka sangat detail dan tekniknya rumit, sehingga sebuah cake baru bisa selesai dalam waktu 1 minggu. Pertanyaannya adalah, jika kita membuka kelas selama seminggu, saya saja tidak tahan ikut kelas selama itu. Lalu, ketika Anda mencoba menjual cake seperti itu, bisa-bisa Anda dimarahi pelanggan karena harganya terlalu mahal. Jadi kami mencoba lebih



Sugar World Academy
The Promenade 20, Jl. Bangka Raya No.20, Jakarta Selatan, Indonesia 

www.sugarworldacademy.com

0 0
Feed