[ID] - STANDING TALL AGAINST THE TEST OF TIME

Sebelas tahun dan terus berlanjut, restoran ini senantiasa berdiri kokoh sejak awal berdirinya. Inilah Rosso, wakil terhormat dari Jakarta untuk kuliner papan atas negeri Italia. 


Kita hidup pada sebuah zaman dimana masakan modern diciptakan dari sebuah kreativitas, bahan-bahan berkualitas, serta presentasi rumit telah begitu memesona masyarakat. Bagian yang juga menarik adalah di zaman ini ternyata gerakan-gerakan yang mempromosikan kuliner tradisional juga semakin mendapatkan ruang berekspresi.

Dari ahli masak rumahan hingga chef profesional, semua orang kini memanfaatkan berlimpahnya informasi dan pilihan bahan untuk menciptakan masakan-masakan inovatif yang memiliki sinergi. Misalnya sebagian inspirasinya berasal dari masakan tradisional dan menggunakan bahan-bahan tersegar. Selain itu mereka juga menggunakan teknik masak modern dan secara presentasi juga begitu berestetika.


Rosso berhasil menciptakan sebuah harmoni dari kesekian aspek ini. Bertempat di lantai dasar hotel mewah ini, Rosso tampil berani dengan aksen warna merah. Sinar mentari menyinari dari kaca-kaca yang mengelilingi restoran ini, membawakan kehangatan di musim hujan Jakarta belakangan ini.
Terdapat sedikit sentuhan era Renaisans yang dapat ditemukan dari lukisan di langit-langit restoran ini. Ruang makan yang tampil elegan berdampingan dengan area santai dan bar. Di bagian belakang, dapur terbuka untuk pizza dan pasta juga merupakan ruangan untuk menampilkan menu buffet berupa antipasti, keju, dan cold cuts yang tersedia untuk waktu makan siang serta Sunday brunch.


Pengalaman perdana saya di sini yaitu saat Sunday brunch pada tahun 2008 saat Rosso dipimpin Chef Alessandro Santi. Masih terbilang jarang pada masa itu untuk menemukan pilihan brunch di kota Jakarta. Beberapa tahun kemudian saya dipertemukan dengan Chef Oriana Tirabassi dan penerusnya yaitu Chef Paolo Gionfriddo. Sempat satu waktu Chef Oriana memperkenalkan saya dengan begitu banyak pilihan keju asli Italia dan mengajak saya mengapresiasi lebih lanjut satu elemen kuliner Italia yang selama itu saya sedikit kenal - gnocchi. Akhirnya di tahun 2016, Chef Gianfranco Pirrone dipercaya memimpin Rosso hingga saat ini.


Berasal dari Pulau Sisilia, Chef Franco memperkenalkan aroma kampung halamannya serta yang terbaik dari dua puluh kuliner regional Italia untuk Rosso. Di bulan Januari 2018, sang chef akan mempersembahkan banyak menu baru untuk para pengunjungnya.


“Yang pertama adalah Gourmet Pizza yang saat ini tengah digandrungi di Italia. Konsepnya adalah mengangkat pizza menjadi makanan mewah. Contohnya adalah dengan menggunakan jamur porcini atau hati angsa sebagai toppingnya. Selain itu bisa juga dengan menggunakan beef tartare bahkan pizza hitam dengan topping simping dan lobster”, Chef Franco menjelaskan.


Dari sekian banyak pasta segar yang tersedia di Rosso, Chef Franco ingin mengenalkan pasta kesukaannya di masa kecil yaitu cappelletti. Berbentuk seperti topi kecil, pasta ini diisikan dengan ragout kambing dan dipadukan dengan saus keju parmesan dan mentega dengan aroma minyak truffle.
“Cappelletti merepresentasikan Sunday brunch keluarga kami di Italia. Biasanya pasta ini dimasak oleh ibu atau nenek saya. Kali ini saya bereksperimen dengan isian dan saus yang berbeda untuk tamu kami”, sahut sang chef.


Tumbuh besar bersama keluarga dengan kultur kuliner yang kental ternyata menginspirasi sang chef untuk berbagi resep-resep kesukaan lainnya di Rosso. Misalnya daging sapi muda dengan saus kacang walnut atau tenderloin sapi Australia dengan saus keju gorgonzola dengan kentang panggang dan bawang merah yang dikaramelisasi. 


Sebagai hidangan penutup, foam coklat yang tampil simpel cukup dibekali dengan saus kopi, potongan buah aprikot serta daun mint yang memberikan sentuhan akhir yang begitu mengesankan dari berbagai hidangan sang chef.


Chef Franco juga berbagi rencana-rencana lainnya di tahun 2018 ini. “Kami selalu mengembangkan konsep Sunday Brunch kami dari masa ke masa. Ukuran buffet kami memang tidak terlalu besar namun kami mengompensasikannya dengan keju, cold cuts, serta menu ala carte mini yang berkualitas. Kita ingin para tamu mencoba hidangan ala carte ikan, daging, serta pasta kami yang dimasak segar.”


“Sebagai tambahannya, kami juga masih menyediakan risotto serta pasta yang dimasak di atas keju parmesan raksasa setiap hari Minggu. Konsep ini rencananya akan saya usung di waktu makan malam di atas sebuah troli. Saya ingin memasak untuk tamu saya secara langsung. Mudah-mudahan mereka nanti menyukainya,” kata Chef Franco dengan percaya diri.


Rosso telah menjadi sebuah restoran Italia panutan di Jakarta selama sebelas tahun belakangan ini. Jelas sekali bahwa Rosso senantiasa siap menghadapi persaingan dan apa yang ditampilkannya hari ini merupakan sebuah bukti bahwa dengan menjaga otentisitas masakan tradisional Italia ternyata dapat disinergikan secara harmonis dengan berbagai dinamika yang menuntut bisnis restoran untuk selalu berkembang dari waktu ke waktu.




ROSSO - SHANGRI-LA HOTEL JAKARTA
Kota BNI, Jalan Jend. Sudirman Kav. 1, Jakarta
Phone: +62 21 2939 9562
http://www.shangri-la.com/jakarta/shangrila/dining...

0 0
Feed