[ID] - Reviving The Ancient Fermentation Method

Kami paham, sulit sekali menemukan roti Eropa otentik di Jakarta, namun kabar baiknya, Eric Kayser hadir di Jakarta. Eric memiliki DNA roti sejak ia lahir di keluarga baker. Ia bergabung dengan The Compagnons du Devoir (perkumpulan seniman tradisional) sejak usia muda, dengan bertujuan untuk membantu mengabadikan metode tradisional dan menumbuhkan passionnya sendiri untuk membagi pengetahuan dan keahliannya. Setelah terlatih sebagai pendidik, Eric Kayser akhirnya memutuskan untuk membangun perusahaan sendiri sehingga ia memiliki tempat untuk mengkomunikasikan visi uniknya, Perusahaan ini kemudian hadir di banyak negara


Sebuah momen kunci dalam karirnya tiba pada tahun 1994 lewat penemuan Fermentolevain, sebuah mesin revolusioner yang mampu menjaga cairan leavening di temperature yang tepat, sehingga memudahkan dalam aplikasi. Ini memungkinkan Eric untuk memenuhi ambisinya membuat roti dengan bagian tengah yang creamy, serat yang khas, memiliki aroma buah kering, dan shelf life yang luar biasa.


Yang membedakan Eric Kayser dari yang lain adalah komitmennya untuk menggunakan agen leavening alami di produk roti dan pastrynya. Agen fermentasi ini terhubung langsung dengan sejarah roti. Ini adalah campuran air, terigu, dan gula (dalam kasus Eric Kayser, madu) yang kemudian didinginkan dan diberi waktu resting. Ini adalah agen fermentasi pertama yang digunakan dalam produksi roti, sehingga tidak mengejutkan jika agen ini hanya berisikan bahan alami.


Namun teknik ini tidak digunakan lagi di abad ke-20 dan digantikan oleh ragi, yang aplikasinya lebih mudah dan mampu membuat roti mengembang lebih cepat dan besar. Namun, penggunaan ragi memiliki kekurangan, shelf lifenya lebih singkat dan rasanya tidak memiliki aroma khas roti yang dibuat dengan agen leavening.


Ini adalah alasan mengapa Eric Kayser bersikukuh untuk menghidupkan kembali proses yang telah teruji waktu ini, dan ini alasan agen leavening tersebut digunakan di semua produk roti, croissant, brioche dan produk lainnya. Teknik fermentasi ini terutama berguna untuk meningkatan kesadaran akan hidup sehat dan mampu membuat produk yang lebih gampang dicerna oleh tubuh manusia, dan rasanya juga enak.


Eric Kayser di Indonesia

Di Indonesia, Eric Kayser pertama kali membuka outlet pertamanya di Plaza Senayan pada 2014. Hingga saat ini Eric Kayser telah memiliki 4 outlet, termasuk di Kedutaan Perancis, Lippo Mall Puri, dan Gandaria City. Di Indonesia, roti Eropa bukanlah merupakan pangsa pasar mainstream karena kita terbiasa dengan roti Asia yang teksturnya lebih lembut. Kondisi ini diperparah dengan minimnya produk roti Eropa berkualitas. Tentu saja, mengedukasi pasar yang telah memiliki kepercayaan mengenai tekstur ideal sebuah roti merupakan tantangan tersendiri bagi Eric Kayser.


Jika Anda belum familiar dengan roti khas Eropa, pilihlah produk-produk viennoiserie (lebih dikenal dengan nama Danish pastry). Plain Croissant, Pain Au Raisin, dan Almond Croissant merupakan pilihan awal yang sempurna, karena meski viennoiserie merupakan produk yang sudah familiar dengan masyarakat Indonesia, secara mengejutkan hanya sedikit dari outlet di luar hotel yang mampu membuatnya secara baik dan benar. Dengan tekstur luar yang crunchy dan flaky, bagian dalam croissant harus tetap lembut dan moist. Untuk rasa dan tekstur otentik khas Perancis, sepertinya tidak ada alternatif selain penggunaan butter 100%. 


Langkah selanjutnya adalah mencoba produk roti favorit seperti Garlic Cheese, Rustic Cheese, atau Garlic Bread. Untuk memenuhi keinginan orang Indonesia yang sangat menyukai rasa manis, tidak heran jika cake seperti Éclair Coffee Gold, Lemon Tart, dan Sacher juga menjadi favorit. Eric Kayser mungkin terkenal untuk tidak berkompromi soal produk roti dan pastry, namun tampaknya Eric Kayser sengaja menyediakan lebih banyak menu makanan dibandingkan outlet di negara lain untuk memenuhi tuntutan masyarakat Indonesia. Secara mengejutkan, menu makanan di sini dibuat secara sangat serius, tidak terlihat seperti bakery yang sengaja menyajikan makanan untuk sekedar memiliki menu makanan. Setidaknya itulah impresi yang kami dapatkan dari menu-menu baru mereka seperti Poulet Roti, Barramundi en Papilote, terutama Ham and Cheese Quiche.


Jika Anda pernah mencoba roti Eropa dan tidak menyukainya, setidaknya berilah diri Anda kesempatan sekali lagi untuk mencoba produk Eric Kayser. Untuk menjangkau pangsa pasar yang lebih luas, Eric Kayser di Indonesia berencana untuk membuka Maison Kayser, sister brand Eric Kayser dengan harga yang lebih terjangkau di beberapa mal terkemuka di Jakarta.

0 0
Feed