[ID] - Blood’s Thicker Than Water

Chef Matias Ayala lahir dan dibesarkan di Argentina, namun darah Italia mengalir di dalam tubuhnya. Tentu saja, Anda tidak bisa memilih dilahirkan dari keluarga mana dan di negara mana, namun tanpa disadari, darah Anda dapat membimbing Anda. Temui Matias Ayala, Executive Chef Raffles Jakarta baru, seorang chef asal Argentina yang mencintai masakan Italia. Inilah interview eksklusif kami dengan sang chef.

Bisa dijelaskan secara singkat perjalanan karir dan kegiatan Anda sekarang?

Saya bekerja secara profesional di dapur sejak umur 18 tahun. Itu adalah sebuah restoran kecil di Rosario, kota yang berada dekat sekali dengan tempat kelahiran saya, saat itu saya juga mengambil sekolah kuliner. Tidak lama, kecintaan saya akan makanan membawa saya ke Ibukota Argentina, Buenos Aires, dimana saya hidup selama 7 tahun di sana dan berkesempatan bekerja di “Orient Express and the Park Hyatt” bersama chef-chef terlatih, dan saya mengembangkan kemampuan saya di sana. Semasa bekerja di Hyatt, saya juga memiliki kesempatan untuk memulai petualangan kuliner internasional pertama saya, bekerja di New Zealand.

Karir saya berkembang pesat dan membawa saya ke Dubai, dimana saya dapat bekerja di satu-satunya hotel bintang 7 di dunia: Burj Al Arab. Dari situ saya pindah sebagai Chef de Cuisine untuk hotel Hilton, dimana saya bekerja selama 4 tahun untuk 3 hotelnya. Ini adalah masa yang menarik dimana saya berhasil membuka 2 outlet restoran dari awal hingga akhir, dan di saat bersamaan saya menangani lebih dari 10 outlet.

Terakhir, saya bekerja sebagai Executive Chef di Pusat Kota Rotana di Doha, dimana saya bertanggungjawab atas 6 outlet F&B dan operasi banquet. Ini juga tantangan yang cukup besar untuk karir saya karena ini adalah masa pre-opening, dimana saya terlibat di semua strategi dan menjalani operasional F&B.

Saat ini saya menjabat sebagai Executive Chef di Raffles Jakarta dan bertugas menangani beberapa restoran dan banquet. Ini merupakan tantangan menarik, karena ini adalah pertama kalinya saya bekerja di Asia, dan penting sekali bagi saya untuk memahami selera dan keinginan para tamu.

Mengapa Anda memilih menjadi chef?

Ayah saya yang menginspirasi saya untuk mulai memasak. Dulu saya selalu membantu ayah ketika ia memasak. Ia begitu suka memasak dan selalu mencoba hal baru, jadi saya mulai sebagai asistennya. Saya membantu berbagai teknik memasak, dan saya menyukainya, karena semakin saya banyak membantu, saya semakin banyak mencoba bahan-bahan baru. Ini mengembangkan minat saya, kemudian saya menjadi mencintai makanan, dan mendapatkan kepuasan dari melihat orang lain menikmati makanan saya. Sejak saat itu, saya tahu: saya akan menjadi seorang chef.

Ceritakan soal minat Anda pada masakan Italia.

Kakek saya berasal dari Italia, dan seperti banyak orang Argentina lainnya, keluarga kami memiliki keturunan Italia; sehingga masakan Italia adalah comfort food kami. Saya merasa begitu menyatu dengan masakan Italia, dan saya rasa yang membuat masakan Italia begitu special adalah penggunaan bahan sederhana yang dimasak secara sempurna, sehingga menawarkan kesederhanaan, namun tentu dengan rasa yang luar biasa.

Siapa chef Italia favorit Anda?
Agak sulit untuk memilih satu, karena ada banyak. Namun, ada beberapa chef yang saya ikuti, seperti Massimo Bottura. Saya juga mengikuti beberapa chef non Italia yang memasak masakan Italia seperti Heinz Beck, Ruth Roger, Rose Gray, dan Mario Batali.

Apa yang membuat masakan Italia menjadi “Italia”? Bumbu-bumbunya? Teknik masak? Atau ada bahan-bahan tertentu?
Saya rasa yang membuat masakan Italia begitu istimewa adalah cinta yang diberikan ke dalam masakan. Ketika saya berpikir soal masakan Italia, yang terlintas adalah reuni keluarga bersama atau perayaan lainnya. Masakan Italia terkait erat dengan keluarga, masa gembira, dan kenangan indah.

Apakah Anda pernah ke Italia dan mencoba masakan otentik di sana?
Saya belum pernah ke Italia, namun saya pernah mencicipi masakan Italia otentik karena saya cukup beruntung untuk dapat bekerja di beberapa resto Italia milik chef Italia dan menggunakan produk Italia. Menurut saya, semua tipe makanan rasanya akan lebih enak jika disiapkan dengan perhatian khusus.

Apa makanan Italia favorit Anda?

Saya suka pasta kering, keju Italia dan tentu saja, charcuterie (prosciutto, salami, culatello, etc). Alasan saya sederhana, rasanya fantastis!

Saya yakin masakan Italia tidak hanya sekedar pasta dan pizza, ayo beritahu kami masakan Italia lain yang kami belum ketahui.

Saya sangat suka Ossobucco Milanese, daging sapi yang dimasak perlahan dengan tomat, wortel, dan bawang Bombay, biasanya disajikan dengan risotto saffron, luar biasa.

Ceritakan tentang Argentina, dan tentu saja, masakan tradisionalnya.

Argentina adalah negara indah yang terletak di ujung Amerika Selatan, itu adalah negara yang sangat beragam, dimana Anda bisa menikmati berbagai cuaca dan geografi. Bagi saya, yang paling menonjol dari Argentina adalah letak geografisnya, setiap provinsi berbeda satu sama lain, contohnya, di utara cuacanya kering dan Anda dapat menemukan padang pasir yang indah, sisi selatan memiliki cuaca dingin dimana Anda bisa bermain ski dan hiking. Sisi timur sangat hijau dengan sungai yang indah, sementara di bagian tengah dan barat, Anda bisa menemukan produsen wine yang baik.

Argentina adalah negara yang layak dikunjungi dan dinikmati, orang-orangnya sangat ramah dan menerima turis dengan baik. Masakan Argentina dipengaruhi oleh berbagai budaya, terutama dalam kasus saya, dari budaya Italia yang dibawa kakek kami.

Kami menyukai berbagai jenis daging barbecue, kami menyebutnya Asado, ini adalah berbagai jenis daging yang dipanggang perlahan menggunakan arang kayu, dan empanada, pastry daging dan sayuran, dan untuk sentuhan akhir, tentu saya, Flan con dulce de leche, sejenis French cream caramel versi kami yang disajikan dengan berbagai jenis caramel susu.

Apakah Anda memiliki hobi lain di luar dapur?
Ya, saya sangat suka olahraga, khususnya Triatlon, dan dengan bangga dapat saya katakan bahwa saya telah berhasil menjalani 2 Ironman Triatlon dan lebih dari 6 kompetisi full marathon.

Jika besok kiamat, dan Anda memiliki kesempatan untuk makan di restoran Italia mana saja di dunia, Anda akan memililih restoran mana?

Saya lebih suka untuk makan, tentu saja masakan Italia, namun tidak di salah satu restoran Italia, saya lebih suka makan di tempat kasual bersama keluarga dan orang tercinta. Saya yakin rasanya akan jauh lebih enak.

0 0
Feed