[ID] - A Modern Classic

PASSION berkunjung ke Kunyit Restaurant di The Anvaya Beach Resort untuk merasakan hidangan klasik khas Bali.


Saya tidak dapat memikirkan tempat yang lebih sesuai untuk makan, bersantai, dan mengamati orang berjalan lewat di daerah Tuban selain di Kunyit Restaurant yang didesain dengan elegan. Terletak sedikit lebih tinggi dari jalan, restauran yang menyajikan masakan Bali dan Indonesia ini memberikan pengalaman al fresco yang menyenangkan meskipun berada tepat di tengah Kuta yang padat. Dekorasi kontemporer yang terinspirasi dari budaya Bali Aga sungguh indah dipandang, sementara pengaturan area duduknya memberikan privasi ruang yang bersahabat untuk acara makan romantis maupun berkelompok.


Saat saya tiba untuk makan siang di tengah hari yang panas, salah seorang pramusaji berpakaian kebaya mengantar saya untuk duduk di sudut tersejuk di ruangan dalam. Setelah menyejukkan diri dengan handuk dingin, saya pun siap untuk memesan dan menuntaskan keingintahuan saya tentang hidangan khas Kunyit Restaurant yang tersohor: Megibung. Sesuai dengan tata cara makan Bali, Megibung memperlihatkan pentingnya kebersamaan pada cara hidup di Bali. Secara tradisional, hidangan ini mendekatkan orang untuk duduk bersama dan berbagi makanan dari satu lembar daun pisang atau piring. Megibung dipercaya berasal dari Karangasem, dimana salah seorang rajanya gemar mengajak prajuritnya untuk makan bersama setelah memenangkan perang.


“Megibung mendekatkan orang dan meruntuhkan tembok sosial. Anda memulai dan mengakhiri jamuannya bersama, serta berbagi semuanya,” ujar Ketut Suwantra, Chef de Cuisine Kunyit Restaurant. Sebelum mulai makan, saya diminta untuk meletakkan tangan saya di mangkok. Lalu, seorang pramusaji menuangkan air dari teko terracotta ke tangan saya. Ritual mencuci tangan ini menjadi permulaan yang menyenangkan sebelum saya memulai jamuan lezat yang dihidangkan di atas dulang kayu. 


Beragam sajian daging, sate, dan sayur beserta nasi putih dan merah, krupuk serta sambal yang menggugah selera disusun di atas dulang. Dengan antusias, saya berdiri dan mengamati orkestra masakan bercita rasa Bali yang pasti membutuhkan banyak waktu untuk dimasak. Saya mengambil sedikit dari semuanya dan menyusunnya ke piring saya. Sate lilit dan berbagai jenis sate lainnya seperti ikan, sapi, dan ayam yang dilumuri saus kacang, menjadi sajian yang saya nikmati pertama. Selanjutnya, saya tambahkan beberapa sendok nasi beras merah khas Bali dengan sambal goreng, lantas mencampurnya dengan ayam betutu dan sate udang yang dibumbui. Ikan bakar dengan sambal matah menjadi hidangan favorit saya, terlebih lagi bila dimakan dengan sesendok kuah komoh ikan yang hangat. Sajian Megibung Tenganan ini sungguh menjadi cara yang nikmat untuk berkenalan lebih dekat dengan cita rasa masakan Bali.


Tidak boleh lupa disebut juga adalah Bebek Goreng Kunyit, hidangan bebek goreng garing khas restauran ini. “Kami mengolah dagingnya tiga kali. Setelah direbus sebentar, kami merebusnya lagi selama satu setengah jam dengan campuran bumbu basa genep. Setelahnya, kami melumuri bebek dengan tepung berbumbu, lalu menggorengnya hingga garing,” kata sang chef yang berkeinginan untuk terus mencari dan bereksperimen dengan resep-resep masakan Indonesia. Saya mengakhiri makan siang dengan semangkok bubur injin hangat yang nikmat seperti cara Ibu saya memasaknya. Itulah yang saya nikmati dari Kunyit Restaurant, kombinasi antara keanggunan modern dengan penghargaan mendalam terhadap warisan tradisi Indonesia. 




Jalan Kartika Plaza, Tuban
P : +62 361 759991
theanvayabali.com

0 0
Feed