[ID] - 3 Things to Consider in Choosing a Consultant

Belakangan ini bermunculan banyak sekali jasa konsultan di bidang F&B. Ini agak sedikit membingungkan bagi mereka yang ingin menggunakan jasanya, oleh sebab itu, kami bertemu dengan Chef Rahmat Kusnedi (CRK), untuk membicarakan tentang seluk beluk profesi ini. Meski dikenal sebagai Presiden Indonesia Pastry Alliance (IPA) dan pemilik dari supplier produk bakery & pastry Physalis’s, CRK juga kerap terlibat di berbagai brand sebagai konsultan. Berikut diskusi kami dengan CRK:


Mengapa belakangan ini profesi konsultan seolah menjadi booming?

Sebetulnya profesi konsultan sudah ada sejak lama, masalahnya sekarang ini sulit mencari konsultan yang baik. Maksudnya begini, pada dasarnya konsultan adalah pendampingan. Misalkan saya ingin membuat suatu bangunan, berarti saya membutuhkan konsultan untuk arsitektur. Hasil dari konsultansi dengan arsitek hanya berupa gambar. Untuk isi bangunan, saya butuh konsultan interior, begitu pula untuk kelistrikan, dan masih banyak lagi.

Masalahnya adalah, banyak konsultan yang hanya berpikir soal uang. Mereka berpikir, “jika sebagai konsultan saya mengambil the whole project, saya akan mendapat the whole money.” Tapi ingat, the whole problem juga akan mereka dapatkan. Terkadang orang tidak bisa mengukur kemampuan diri sendiri. Hal yang sama juga berlaku pada industri F&B, seorang chef mungkin bisa menangani pengembangan menu dan operasional di dapur, di back end, namun ia sebaiknya tidak campur di front end. Lebih bijak jika ia menggandeng partner yang memahami soal tersebut

Sepertinya yang kerap terjadi di lapangan tidak seperti itu?
Yang banyak terjadi adalah, banyak konsultan yang menyanggupi untuk menangani semua aspek. Jika ada yang seperti itu, pasti saya akan tanya, “mohon maaf, sebagai konsultan, apa portfolio Anda? Apa yang pernah kalian bangun? Apa success story Anda?” Idealnya konsultan pernah membangun satu bisnis dari awal, membentuknya hingga berjalan dan memiliki reputasi. Mirip seperti profesi dokter, setelah lulus kuliah memang seseorang bisa merasa bahwa dirinaya dokter, namun apa pengalamannya? Pasien seperti apa yang pernah Anda tangani?

Itu yang harus dipertimbangkan, banyak konsultan abal-abal. Akibatnya, banyak restoran yang baru buka dan menggunakan konsultan, setelah 2-3 bulan kemudian langsung tutup. Hal-hal seperti ini yang membuat saya miris. Saya juga sering menjadi konsultan, namun saya ada batasan mengenai hal yang saya kuasai. Jika membahas soal menu development, itu memang ranah saya, namun kita orang meminta untuk mendesain interior, lebih baik dengan pakarnya. Jika dibutuhkan saya bisa memberikan rekomendasi untuk pendampingan.

Kapan kita butuh jasa konsultan?
Yang bisa menjawab tentu diri sendiri, bagaimana Anda mengukur kemampuan diri sendiri, baik kelebihan mau pun kekurangan. Jika bisa menangani sendiri, sebaiknya tidak perlu menggunakan konsultan, namun jika ada sisi yang tidak Anda pahami dan kuasai, mungkin bisa dipertimbangkan. Sebagai contoh, dalam sisi keuangan, saya menguasi food costing, manajemen cash flow, tapi saya tetap membutuhkan konsultan pajak, karena saya tidak memahaminya 100%.

Tolong berikan tips, faktor apa saja yang perlu dipertimbangkan dalam memilih konsultan.

Yang paling utama adalah pengalaman, nama besar, dan success story. Dengan nama besar, paling tidak citra bisnis Anda akan ikut terangkat. Untuk pengalaman, semakin banyak pengalaman tentu nilainya juga akan semakin meningkat. Yang tidak kalah penting adalah success story. Seorang konsultan bisa memiliki pengalaman banyak sekali dan nama besar, namun akan menjadi masalah ketika nama-nama yang ia tangani tidak ada satu pun yang sukses

Jika saya memiliki modal besar, selaku owner saya akan berpikir 10 kali jika harus menggunakan jasa konsultan yang belum jelas. Ada banyak hal yang sering dilupakan ketika membangun bisnis F&B. Untuk mendesain dapur saja tidak bisa sembarangan, ada persyaratan minimum untuk perlengkapan, berapa ukuran dapur yang dibutuhkan, plug in yang dibutuhkan, kemudian sistem instalasi dan pembuangan. Apakah Anda mengerti apa yang Anda butuhkan? Upright chiller, upright freezer, salamander, deep fryer seperti apa yang dibutuhkan? Berapa kapasitasnya? Apa perbedaan dari satu brand ke brang lain? Banyak terjadi kesalahan dalam pemilihan peralatan. Akibatnya setelah beroperasi selama setahun, banyak alat yang sudah rusak, dan owner mengeluh, “saya menggunakan konsultan namun malah diberikan barang-barang sampah.”

Jika saya adalah konsultan interior dan hasilnya bagus. Lalu kemudian jika resto tersebut tutup karena makanannya tidak enak, apakah saya bisa disalahkan?

Tidak bisa begitu berpikirnya. Di satu sisi Anda benar, namun di sisi lain success story adalah hal yang paling diingat pelanggan dari Anda. Jika Anda menangani restoran A dan secara interior bagus, namun akhirnya tutup. Orang akan mengingat bahwa itu adalah restoran gagal, dan Anda terlibat di dalamnya, meski mungkin Anda tidak mengenal orang dapurnya. Jika terlibat dalam situasi itu, mungkin Anda bisa berikan rekomendasi mengenai konsultan makanan yang oke.

Oleh sebab itu, seorang konsultan juga harus pandai memilih proyek yang ia ambil, mirip seperti seorang pengacara. Ia harus melihat, siapa saja konsultan lain yang terlibat di proyek tersebut, siapa saja di belakang bisnis ini. Seorang konsultan harus memiliki kelas, jangan mengambil semua kesempatan demi keuntungan jangka pendek saja.

Masalahnya, konsultan yang memiliki 3 kriteria di atas harganya pasti sangat tinggi.
Solusinya, Anda harus pandai bergaul. Banyak mahasiswa saya yang mengajak bertemu untuk minta tips untuk membangun bisnis kecil-kecilan. Ketika ngobrol kemudian mereka ijin untuk merekam pembicaraan, ini namanya konsultasi terselubung hahaha. Tapi saya senang melakukannya, saya bukan tipikal orang yang money minded, seperti, ”Anda harus bayar sekian.”

Bagi saya, menjadi konsultan itu tidak selamanya soal uang. Saya pernah menjadi konsultan untuk Kopassus yang ingin membuka sebuah bakery dari nol. Apakah saya dapat uang? Tidak sepeser pun. Namun berkat itu, saya mendapatkan jaringan ke mana-mana, saya bisa mengenal Panglima TNI secara langsung, berkenalan dengan istri-istri perwira, dan mereka sangat berterima kasih pada saya. Bagi saya hubungan pertemanan itu priceless.

0 0
Feed