[ID] - The Beauty of Simplicity

Dari segi karir, Adi Juniarto telah memasuki dunia pastry sejak dua dekade silam. Dalam perjalanannya, seiring dengan bertambahnya level kemampuan serta pengalamannya, ia juga menemukan bahwa keindahan sesungguhnya terletak pada kesederhanaan. Berbincang dengan Passion, Executive Chef Pastry dari Movenpick Resort & Spa Jimbaran ini membagikan kenangan manisnya serta harapannya di masa depan.

Apa hal pertama yang anda pelajari dari menciptakan pastry yang mengejutkan anda?

Tantangan pertama yang saya dapat dari pastry adalah mencetak kue. Orang harus memahami pengetahuan dasar ini secara penuh sebelum menciptakan kreasi mereka sendiri. Sukses atau tidaknya kreasi kue anda akan ditentukan oleh seberapa bagus anda dalam pencetakan (molding). Ini hal mendasar, tapi rupanya cukup menantang untuk dikuasai.


Apa anda lebih memilih untuk menggunakan fondant atau buttercream?

Normalnya, semua chef pastry akan menggunakan dua bahan ini. Dengan fondant, anda bisa menciptakan kue dengan bentuk sangat elegan, tapi dengan buttercream, kuenya bisa tahan lebih lama dalam suhu ruang, dan bisa memotong biaya secara signifikan.

Jadi anda secara pribadi lebih memilih..

Keduanya! Contohnya, ketika saya membuat enam hingga tujuh tier kue pengantin, saya akan membuat fillingnya dengan buttercream, lalu akan saya tutup dengan fondan berwarna-warni sesuai dengan preferensi klien kami. Jadi, saya akan menggunakan keduanya dalam kreasi saya.


Apa / Siapa yang mengisnpirasi anda untuk berkarir di bidang ini?

Saya mengambil jurusan Pariwisata Hotel ketika kuliah, khususnya di bidang pastry dan bakery. Saya terinspirasi untuk mengambil bidang itu karena kerumitannya (yang menantang). Kemudian, bicara dari segi profesi, belum banyak yang mau berkarir di bidang pastry chef kala itu. Pada prosesnya, saya juga kemudian banyak mendapat dukungan dari bos di tempat saya bekerja. Saya mengawali karir di tahun 1998, sesaat setelah lulus kuliah, di Le Meridien Jakarta, kemudian saya pindah ke Hotel Borobudur Intercon Jakarta, dan ke The Park Lane Hotel, Kasablanka. Di tempat terakhir inilah saya betul-betul fokus memutuskan untuk menjadi seorang pastry chef profesional


Apa trend dari dekorasi kue saat ini?

Dewasa ini, tren kembali ke penggunaan fondan dan buttercream, dan juga warna. Rainbow cake rupanya masih sama populernya seperti dulu. Orang-orang juga mulai melirik jenis ‘naked cake’; bersih dan terlihat sederhana tanpa rasa yang terlalu kompleks. Untuk individual, mereka biasanya suka naked cake dengan sentuhan bergaya ‘rustic’.


Saat ini, darimana anda mendapatkan ide kreasi pastry untuk Movenpick Resort & Spa Jimbaran? Apa ciri khas estetika anda?

Saya memperoleh ide dari pengalaman kolektif saya sebagai pastry chef sejauh ini, dan menggunakannya untuk menciptakan sesuatu yang disukai orang-orang. Saya juga bergabung di sejumlah komunitas dan organisasi seperti IPA (Indonesian Pastry Alliance), dimana saya bisa berdiskusi dan berbagi ide dengan sosok berbakat lain di bidang yang sama. Pada intinya, pastry sebetulnya sama dimanapun, hanya bagaimana kita menciptakan sesuatu yang baik dengan gaya dan sentuhan kita sendiri.

Secara estetika, saya lebih cenderung mempertahankan bentuk asli dari suatu kue dan tidak terlalu banyak bermain-main dengannya. Contoh : Black Forest, kue klasik favorit yang terdiri dari krim, ceri hitam dan sedikit liquor (seperti rum). Untuk versi saya, saya hanya akan menambahkan trufel coklat sebagai sentuhan modern, dan mempertahankan rasa serta bentuk orisinilnya.


Apa pangsa pasar terbesar anda saat ini dari segi kue?

Karena Movenpick Jimbaran adalah destinasi menginap keluarga, maka permintaan terbanyak yang kami dapatkan adalah Kua Ulang Tahun. Orang suka membuat Kue Ultah mereka seistimewa mungkin dalam bentuk karikatur atau tema seni lainnya. Di Anarasa (restoran Movenpikc Jimbaran), kami memiliki Paket Bersantap Ulang Tahun yang di dalamnya termasuk kue custom, jadi kami akan membuatnya sesuai permintaan para tamu.


Apakah ada sosok ternama yang pernah anda layani selama berkarir? Mana yang paling signifikan?

(Mantan) Presiden Indonesia, Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY). Saya sempat berkarir di The Legian Kuta ketika saat itu diadakan peresmian acara Young Enterpreneur dan salah satu anak dari panitia berada di organisasi tersebut. Kemudian bapak SBY datang sebagai tamu kehormatan dan saya memperoleh kesempatan untuk menyajikan hidangan yang dibuat oleh tim dapur saya sendiri. Kami harus melewati sejumlah proses pemeriksaan sebelum makanan akhirnya tersaji di meja pak SBY. Itu merupakan pengalaman sekali seumur hidup paling mendebarkan bagi saya!


Apa hidangan khas anda?

Semua tentang coklat! Coklat bisa mencegah stress dan membuat anda lebih rileks. Semakin baik kualitas / grade bahan dasar coklatnya, semakin mudah bagi kami untuk memprosesnya menjadi kue yang lezat.


Apakah anda pernah mengalami bencana di dapur? Yang mana yang terburuk sejauh ini?

Akan selalu ada masalah yang muncul di dapur, tapi saya tidak akan menyebutnya ‘bencana’ (tertawa). Tapi saat melayani di lapangan, kadangkala kami mengalami saat dimana set menu telah disediakan dalam jumlah tertentu tapi tidak bisa memenuhi kebutuhan akibat tamu yang datang melebihi ekspektasi, dan ini akan sangat membingungkan untuk ditangani. Namun untungnya hal seperti ini jarang terjadi.


Bagaimana anda mau dikenang?

Jika boleh meminta, saya hanya ingin diingat lewat kreasi saya, dan orang akan mengenal saya sebagai pastry chef bukan karena pribadi saya, melainkan dari kue, kreasi serta rasa yang pernah saya ciptakan.



Mövenpick Resort & Spa Jimbaran Bali
Jl. Wanagiri No.1, Jimbaran, Kuta Sel.
Phone: +62 361 472 5777, www.movenpick.com/Indonesia/Bali

0 0
Feed