Amanda Gale

Harmoni Kuliner, Sains dan Sumber Daya

Dari Sydney, pesisir Karibia, hingga Indonesia, Amanda Gale senantiasa membawa keahliannya meracik hidangan sehat dan organik dengan citarasa kelezatan bintang lima. Seperti apakah perjalanan karirnya mulai dari magang di Rockpool Restaurant Australia nan prestisius hingga menjabat sebagai Direktur Kuliner COMO Hotels and Resort saat ini?


Memiliki minat (serta bakat) yang besar di bidang memasak sejak remaja, Amanda Gale semakin tertarik untuk menekuni dunia kuliner setelah berkuliah di jurusan Sains Kesehatan. Kini, Direktur Kuliner dari COMO Hotels and Resort tersebut telah sukses dikenal sebagai salah satu koki makanan sehat handal bertaraf internasional. Seperti apa perjalanan karir wanita kelahiran Sydney, Australia tersebut? Dan apa pendapatnya mengenai pandemi COVID-19 serta 'New Normal'? Dan bagaimana ia mengisi waktu senggang? Simak diskusi hangatnya dengan PASSION di bawah ini!

Apa momen 'titik balik' dalam karir memasak anda sejauh ini? Apa yang membuat anda memilih untuk menjadi seorang chef?

Titik balik terpenting dalam karir memasak saya adalah ketika saya meninggalkan restoran dan memasuki dunia hotel. Peran pertama saya sebagai Chef Eksekutif adalah ketika saya bekerja di COMO Hotels & Resorts di Parrot Cay, Turki dan juga pulau Caicos. Bekerja di berbagai negara membuat saya bisa traveling dengan bebas dan menyerap beragam budaya serta mengetahui beragam gaya masakan.


 Apa yang membuat anda memilih untuk menjadi seorang chef?


Saya menikmati memasak dan menekuninya sejak lama, namun selepas sekolah saya memutuskan untuk mempelajari Sains Kesehatan di universitas. Ketika saya masih menjadi mahasiswa, saya bertemu seorang chef yang bekerja di sebuah restoran ternama di Sydney, dan saya rasa mendengarkan tentang keseruan berkarir di dapur membuat saya lebih bersemangat ketimbang apa yang saya dengar saat belajar di kelas. Saya memutuskan untuk meninggalkan universitas setelah satu setengah tahun dan memasuki program magang di dunia masak. Di Australia, untuk menjadi seorang chef anda harus mengikuti program magang selama 4 tahun dan memperoleh Sertifikat Memasak Komersil pada akhirnya. Hal itu berarti bekerja penuh-waktu di dapur dan menghadiri perkuliahan teknis sekali seminggu selama kurun waktu dua tahun.


 Apa yang membuat anda memilih untuk menjadi seorang chef?

Saya menikmati memasak dan menekuninya sejak lama, namun selepas sekolah saya memutuskan untuk mempelajari Sains Kesehatan di universitas. Ketika saya masih menjadi mahasiswa, saya bertemu seorang chef yang bekerja di sebuah restoran ternama di Sydney, dan saya rasa mendengarkan tentang keseruan berkarir di dapur membuat saya lebih bersemangat ketimbang apa yang saya dengar saat belajar di kelas. Saya memutuskan untuk meninggalkan universitas setelah satu setengah tahun dan memasuki program magang di dunia masak. Di Australia, untuk menjadi seorang chef anda harus mengikuti program magang selama 4 tahun dan memperoleh Sertifikat Memasak Komersil pada akhirnya. Hal itu berarti bekerja penuh-waktu di dapur dan menghadiri perkuliahan teknis sekali seminggu selama kurun waktu dua tahun.


Ceritakan pada kami tentang latar belakang anda bekerja di salah satu grup restoran bintang lima paling ternama di Australia, Rockpool

Saya merupakan pemagang yang sudah cukup dewasa saat itu! Saya mulai magang di Rockpool ketika saya berusia 19 tahun. Kebanyakan siswa magang memulainya di usia 16. Saya merasa memiliki kematangan dan pemahaman yang lebih baik tentang apa yang hendak saya gapai, dan hal itu memberi saya keunggulan dibanding para pesaing saya. Saya melaju cukup pesat dan diberikan banyak sekali tanggung jawab di awal karir saya tersebut, dan jenjang karir saya pun naik dengan sangat cepat. Ketika meninggalkan Rockpool setelah 8 tahun, saya telah menangani seluruh restoran milik grup tersebut.


Apa pelajaran terpenting yang anda dapatkan selama bekerja di sana?

Bahwa batu penjuru / dasar dari masakan yang baik adalah mendapatkan bahan baku terbaik sebagai sumbernya.


Apa pandangan anda tentang 'makanan organik' dan bagaimana anda menerapkan hal tersebut pada kreasi anda di COMO Hotels & Resort?

Pandangan saya tentang 'organik' adalah semata metode untuk menghasilkan sebuah produk / makanan. Di COMO, kami mencoba untuk mendapatkan semua bahan baku kami dari pemasok bereputasi terbaik dan bertani / berkebun dengan integritas. Ini bukan proses yang mudah karena tidak semua petani semacam itu memiliki sertifikasi organik.



Sebutkan tiga bahan baku lokal Bali yang paling anda gemari untuk memasak (beserta alasannya)

Saya sangat menyukai Buah Nangka muda yang masih hijau, terutama jika dimasak dengan bumbu adonan pedas. Buah jenis ini adalah alternatif yang mantap untuk daging. Kemudian Gule Pakis (Fern Tips) untuk teksturnya, saya suka menambahkannya dalam salad dan juga penambah cita rasa tumis. Kemudian Kecombrang untuk rasa harum istimewa yang dihasilkannya. Saya suka memakai bumbu terakhir ini dalam masakan tuna panggang dan sambal matah.


Bagaimana COVID-19 mempengaruhi bisnis anda secara umum dan bagaimana persiapan anda untuk menghadapi era 'New Normal'?

Bisnis sudah terpengaruh secara hebat akibat menipisnya jumlah wisatawan yang datang ke Bali. Para ekspat pun mulai pulang ke negara masing-masing, ditambah larangan bepergian tingkat internasional dan penutupan bandara. Jadi jelas kita juga harus mengurangi hunian serta biaya pengeluaran dari outlet kami. Kami telah menutup 1 outlet (glow juice bar) dan juga mengurangi menu hidangan yang kami tawarkan untuk mempertahankan tingkat integritas serta kesegaran makanan kami. Kami juga telah mengimplementasikan strategi tertentu dalam prosedur operasional kami untuk meminimalisir kontak /sentuhan satu sama lain, dan juga mengulas. kembali standar pelayanan F&B kami. Kami juga tidak lagi menyediakan menu sarapan dengan sistem buffet / prasmanan.


 Bagaimana anda menghabiskan waktu luang dan dimana anda memperoleh inspirasi bagi kreasi hidangan anda?

Inspirasi saya biasanya hadir dari makanan yang saya santap dan juga keinginan untuk menciptakan kembali sesuatu yang berasal dari pengalaman atau apa yang saya baca; secara saya memiliki koleksi buku masak dalam jumlah besar. Bahan baku masakan juga bisa menginspirasi anda dengan citarasa atau tekstur mereka, sehingga anda memikirkan cara terbaik untuk memasaknya. Di waktu luang, saya suka berjalan di pantai, yoga dan baru-baru ini, mendalami pembuatan keramik. 


COMO Uma Canggu
Echo Beach, Jl. Pantai Batu Mejan, Canggu,
North Kuta, Badung Regency, Bali 80361
P: +62 361 620 2228
www.comohotels.com


0 0
Feed