Kieran Morland

“Giving Back” Di Tengah Ketidakpastian

Di mana ada kemauan, di situ ada jalan’, demikian kira-kira pepatah yang tepat untuk menggambarkan sikap Chef Kieran Morland saat ini. Kendati dua restoran yang dikomandoinya, SangSaka dan Merah Putih harus tutup untuk sementara waktu, pria asal Australia ini tak ragu untuk banting setir dan mendirikan jasa ‘Warung’ untuk terus menyalurkan talenta memasaknya dari rumah serta memberikan kontribusi pada komunitas lokal Bali. Bersama PASSION, Chef Kieran tak ragu untuk membagikan pandangannya perihal pandemic COVID-19 serta korelasinya dengan bisnis kuliner, dan juga upaya yang dilakukannya bagi para staf loyal yang terpaksa ia rumahkan. Mari simak bersama dalam wawancara berikut ini!

Halo Chef, kami paham bahwa bencana pandemi COVID-19 ini sangat mempengaruhi semua orang, terutama di bidang bisnis kuliner. Bisakah anda ceritakan kepada kami tentang keputusan anda untuk menutup sementara restoran Sangsaka dan Merah Putih, alih-alih hanya beroperasi untuk take-away / antar?


Kami menutup restoran kami di pertengahan bulan Maret silam. Keputusan tersebut mudah untuk dibuat karena menyangkut keselamatan para staf dan juga publik. Semua orang di sini bersama-sama mencoba untuk menanggulangi masalah ini secepat mungkin. Restoran Merah Putih beroperasi dalam skala besar sehingga jasa antar (take away) saya pikir malah akan menjadi bencana bagi kami karena kebanyakan klien serta pelanggan kami berasal dari bidang pariwisata. Sempat terbersit di benak kami untuk membuka take-away di Sangsaka, namun pada akhirnya, kami memutuskan untuk tidak melakukannya karena keselamatan staf kami menjadi yang utama, serta tidak sebanding dengan keuntungan kecil yang mungkin akan kami dapatkan dari keputusan tersebut.


Apakah ada hal yang anda bisa lakukan untuk mendukung orang-orang yang bekerja dengan anda?


Kami mengurangi gaji semua pegawai sehingga mereka bisa tetap tinggal di rumah, dan yang kami berikan cukup untuk hidup mereka sehari-hari di periode ini. Saat ini, kami membawahi 180 karyawan. Beberapa dari staf kami tersebut juga melakukan bisnis rumahan, dan secara kolektif kami mencoba membantu komunitas kecil kami ini dengan cara memesan dari satu sama lain. Sementara, kami juga tengah memperhatikan sejumlah area yang bisa dibantu oleh pemerintah Indonesia, khususnya di bidang industri pariwisata saat ini.


Kami mendengar tentang inisiatif Warung yang anda dirikan untuk beradaptasi dengan situasi saat ini, itu sangat fantastis! Bisakah anda menjelaskannya lebih rinci bagi para pembaca kami?


Itu bukanlah warung yang sesungguhnya! (Tertawa). Saya dan istri saya memasak hidangan rumahan setiap hari, yang terdiri dari sajian sehat bergaya Indonesia yang kita antarkan ke setiap rumah lewat Gojek pada jam makan siang. Menunya berganti setiap pekan, dan pada hari Minggu siang, istri saya Yunika dan saya akan mem-posting menu tersebut di laman Facebook dan Instagram kami. Kami juga siap melayani pelanggan yang memiliki alergi makanan atau diet tertentu. Kami baru saja meluncurkan sebuah paket ‘rustic family dinner cook at home’ (bersantap masakan rumah bersama keluarga) dan paket dinner spesial 3-course untuk dikirimkan ke rumah tiap pemesan. Jika anda ingin memanjakan pasangan dan memasak sesuatu yang istimewa, anda bisa seolah sudah piawai memasak dan menjadi jawara di dapur dengan paket pengiriman dari kami.


Sebutkan satu hal yang anda pikir harus segera anda atasi saat ini. Hal apa yang paling membuat anda kuatir (terkait Pandemi COVID-19)?


Saya kuatir jika kondisi ini berlangsung terlalu lama, banyak orang yang tidak akan memiliki cukup uang untuk bertahan di Bali. Kebanyakan perusahaan tidak bisa menggaji staf mereka, jadi tingkat pengangguran pastinya berada di level yang tidak karuan saat ini. Saya cukup takut, namun mari tetap berpikir positif. Pasti akan ada jalan.


Bisakah anda merekomendasikan siaran televisi berbasis kuliner yang bisa ditonton di rumah oleh para pembaca kami?


Saya sesungguhnya lebih gemar menonton acara-acara drama kriminal di televisi, atau olahraga, terutama UFC dan AFL (Liga Sepakbola Australia), tapi untuk saya pribadi, di masa sekarang ini, saya akan menonton apapun. Saya sudah memasak setiap hari dan hal terakhir yang ingin saya lakukan adalah menonton orang lain melakukan kegiatan tersebut. Hal itu membosankan! Namun istri saya suka menonton Master Chef Australia dan Amerika. Kami juga kebetulan berteman dengan Chef Renata dari Master Chef Indonesia. Dia merupakan pribadi yang keren dan tidak membosankan. 


Bisakah anda merekomendasikan beberapa tindakan yang bisa dilakukan orang-orang pada situasi ini?


Yang bisa saya lakukan adalah memberitahu anda hal yang saya pribadi lakukan dan bisa dibilang cukup berhasil: Seimbangkan rutinitas anda setiap hari. Bangun tidur awal, berolahraga, bersihkan rumah, buat makanan lezat untuk keluarga anda. Baca buku, coba sedikit meditasi dan coba buat semua hal menjadi lebih ringan. Ini adalah keadaan dunia yang kita tinggali saat ini, tidak ada alasan untuk menjadi depresi. Kendalikan apa yang anda bisa kendalikan.


Menurut anda, bagaimana COVID-19 ini akan mengubah masa depan industri F&B?


Apakah hal ini akan mempercepat digitalisasi di dunia F&B?Sejujurnya saya tidak tahu. Dunia berubah dengan sangat cepat. Saya bahkan tidak tahu apa yang akan terjadi 12 menit ke depan, apalagi masa depan industri F&B. Tapi, saya bisa mengajari anda bagaimana membuat kari ayam yang lezat!


Kata-kata pembangkit semangat untuk para rekan anda...


Kita harus memposisikan diri sebagai pemimpin di masa seperti ini, cobalah sekuat tenaga untuk merawat dan menjaga orang-orang sekitar sebisa mungkin, dan jika semua melakukan bagian masing-masing, kita akan bisa melewati semua ini. Jika anda melihat seseorang yang membutuhkan bantuan, dan anda bisa menolongnya, berikan yang terbaik! Head Chef saya, Maxie, berkata bahwa dalam waktu seperti ini kita harus kuat untuk membantu mereka yang tidak bisa kuat. Kita harus menarik semua orang bersama-sama (dari keterpurukan). Hal ini menurut saya cukup bijaksana


Instagram: @kierandavidmorland

0 0
Feed