From A to F and Beyond

If you knew an someone in coffee  business, chances are, you’ve heard the name ABCD School of Coffee. The name of the school which is actually an abbreviation of A Bunch of Caffeine Dealers has many graduates that’s been successful as coffee shop owners, roasters, judges, even the champion of Indonesia Brewers Cup (IBRC) such as Hiro Lesmana (2018) and Muhammad Fakhri (2019). But more than that, ABCD also has a community called ABCDEF (Extended Family) which consists of more than 2.000 members.


ABCD was established on the famous Pasar Santa by Hendri Kurniawan and Ve Handojo in 2014. Before the school was built, actually Willy Sidewalk, The Head Trainer of ABCD, also the author of the
book “Barista No Cing Cong”, proposed to build similar idea to Hendri back in 2011. “I brought my proposal, after he read it, Hendri refused. Lately, I realized the reason behind that. Whenever someone plan to learn about coffee, people tend to look at the figure of the school owner first. At the time, Hendri felt he was nobody, apart from being a national coffee judge. From there, he pursued international certification and managed to become the first certified judge in South East Asia in World Barista Championship 2012,” Willy recalled.


The figure becomes more crucial in the midst of vast information about coffee. “If you search on Google, there are so many sources. You need to know which source you refer to, as we have some contradicting opinions. To avoid confusion, we stick to SCA (Specialty Coffee Association). As an authorized trainer of SCA and world class judge, of course Hendri has his own credibility,” said Willy.

Thanks to his experience as judge in world’s coffee competition, Hendri opened ABCD in Pasar Santa in 2014, initially just as office and baristas’meeting point. Finally on August 2014, Hendri opened his first coffee class that was attended only by 2-3 people. When it’s practice class, ABCD gave away the coffee made by the students with the “pay as you like” concept. In addition to the booming of Pasar Santa and the pay as you like, suddenly ABCD became the talk of the town.


ABCD Class


ABCD School of Coffee uses another ABCD abbreviation for their classes: Appreciation, Brewing, Cupping, and Definitive Espresso (by now, you’d have known that they love to play around with words, wouldn’t you?) If you took the ABCD class that’s held for 3 days (Tuesday, Wednesday, Thursday) with 2 options: morning (10.00-15.00) and afternoon (15.00-22.00), you’d get the whole 4 classes.

For those who don’t have the time to attend classes on weekdays, ABCD offers the classes on weekend, where you can pick any of the classes based on your interest. However, no matter which class you choose, you’re obliged to attend the Appreciation class first. “Appreciation class gives you the basic coffee theory, where it came from upstream to downstream, the definition of good cup of coffee, and the reason why ABCD focuses only on specialty coffee. We want the students to have the same perception before they learn anything else,” explained Willy.


Until today, ABCD class is the most popular choice among students. Of course, ABCD has the more advance classes such as Fire & Gas that gives you the whole basic knowledge about coffee roasting. “From ABCD class to Fire & Gas, actually we taught basic stuffs, because we found out that there are many people who already have been running their roasteries, learn from the roasting machine suppliers, but they haven’t understand the basic, it’s more to trial and error,” Willy added.


Therefore, ABCD is definitely a place for everyone who’s willing to dig deeper into the coffee, even if you don’t understand anything about coffee, at all. “We had a student who never drinks any coffee in his life, he admitted he couldn’t stand the bitterness. He tasted coffee for the first time in our Cupping class, and he found out that it’s not bitter!” said Wily.

From all the ABCD students, Willy admitted that 90% of them have some plans to open their own coffee shop. “10% of the other came just for fun, or even doing some school’s paperwork. We don’t limit the age of the students; we even had some junior high school students in our classes. Our expectation is simple, we want the students to be more open minded, also to increase their appreciation on specialty coffee,” explained Willy.

Of course, a good school will give you more than just knowledge. ABCD is famous for having solid coffee community and network as the big family of ABCD graduates; they call it ABCD Extended Family. “I have to admit, the students of out first batches seem like have their own pride as ABCD graduates. They’re the ones who responsible for spreading our name in coffee communities. We try hard to visit our students’ coffee shops whenever they do the grand opening. This networking is actually very useful, in fact, the architect and contractor of this place are actually our students,” stated Willy.




==================================================================================================================================================


Jika Anda memiliki kenalan yang berkecimpung di dunia kopi specialty, paling tidak Anda pasti pernah mendengar nama ABCD School of Coffee. Nama sekolah yang merupakan singkatan dari A Bunch of Caffeine Dealers ini memiliki banyak lulusan yang sukses menjelma menjadi pemilik coffee shop, roaster, juri, hingga juara Indonesia Brewers Cup (IBRC) seperti Hiro Lesmana (2018) dan Muhammad Fakhri (2019). Namun lebih dari itu semua, ABCD juga memiliki komunitas bernama ABCDEF (Extended Family) yang terdiri dari 2.000 orang lebih anggota.


ABCD didirikan oleh Hendri Kurniawan dan Ve Handojo pada 2014 di Pasar Santa yang terkenal. Sebelum ABCD berdiri, sebetulnya Willy Sidewalk, Head Trainer ABCD sekaligus penulis dari buku “Barista No Cing Cong”, pernah menawarkan Hendri untuk membuka sekolah barista pada 2011.


“Saya membawa proposal, setelah ia bacabaca, Hendri menolak. Belakangan ini saya baru sadar alasan dibalik penolakan tersebut. Ketika mau belajar tentang kopi, orang cenderung melihat figure pemilik sekolah terlebih dahulu. Saat itu Hendri merasa belum menjadi siapa-siapa, baru sekadar menjadi juri kopi nasional. Dari situ, ia mengejar sertifikasi internasional hingga berhasil menjadi orang Asia Tenggara pertama yang menjadi certified judge di World Barista Championship 2012,” kenang Willy.


Figur ini menjadi semakin penting ditengah banyaknya informasi mengenai kopi. “Jika Anda searching di Google mengenai kopi, ada banyak sekali sumbernya. Anda harus tahu mana yang menjadi acuan karena ada beberapa pendapat yang saling kontradiksi. Untuk menghindari kebingungan, kami mengacu pada SCA (Specialty Coffee Association). Sebagai authorized trainer SCA dan juri kelas dunia, tentu saja Hendri memiliki kredibilitas,” tegas Willy. 


Berkat pengalamannya sebagai juri kompetisi di berbagai negara, Hendri membuka ABCD di Pasar Santa pada 2014, awalnya hanya sebagai kantor dan tempat berkumpul sesama barista. Akhirnya pada Agustus 2014 Hendri memutuskan untuk membuka kelas pertamanya yang diikuti oleh 2-3 orang saja. Ketika kelas praktek, ABCD memberikan kopi hasil latihan para murid kepada para pengunjung dengan konsep “pay as you like”. Dengan popularitas Pasar Santa saat itu dan konsep pay as you like, seketika ABCD menjadi booming.


Kelas ABCD


ABCD School of Coffee menggunakan singkatan ABCD yang lain untuk kelas mereka: Appreciation, Brewing, Cupping dan Definitive Espresso (sepertinya mereka sangat suka bermain dengan kata-kata). Jika Anda mengikuti kelas ABCD yang diadakan selama 3 hari (Selasa, Rabu, Kamis) dengan 2 pilihan waktu: pagi (jam 10.00-15.00) dan sore (jam 15.00-20.00), Anda akan mendapatkan keempat kelas tersebut.


empat kelas tersebut. Bagi mereka yang tidak memiliki waktu pada weekday, ABCD menyediakan kelas- kelas tersebut di weekend, dimana Anda bisa memilih salah satu kelasnya. Namun kelas apa pun yang Anda pilih, Anda wajib mengikuti kelas Appreciation terlebih dahulu. “Kelas Appreciation mengajarkan teori dasar kopi, asal-usul kopi dari hulu hingga hilir, definisi kopi yang baik, dan alasan mengapa ABCD hanya fokus di kopi specialty. Kami ingin menyamakan persepsi mengenai kopi dengan para murid di kelas ini sebelum mereka mempelajari hal lainnya,” jelas Willy.


Sampai saat ini, kelas ABCD merupakan kelas paling populer yang paling banyak diambil peserta. Tentu saja, ABCD memiliki kelas lanjutan yaitu Fire & Gas yang mengajarkan teori dasar dan menyeluruh tentang sangrai kopi. “Kelas ABCD hingga Fire & Gas pada dasarnya mengajarkan hal yang basic, karena ternyata banyak juga orang yang sudah menjalani usaha roasting kopi, belajar dari penjual mesin roasting, namun belum memahami basic, lebih ke trial & error,” tambah Willy.


Oleh sebab itu, ABCD merupakan tempat bagi semua orang yang ingin belajar tentang kopi, bahkan jika Anda belum mengerti sama sekali soal kopi. “Kami pernah mendapatkan peserta yang belum pernah minum kopi sama sekali, konon ia mengaku tidak bisa minum kopi karena rasanya pahit. Ia baru mencicipi kopi pertama kali pada kelas Cupping kami, dan ia baru mengetahui rasanya tidak pahit!” kata Willy.


Dari sekian banyak peserta kelas ABCD, Willy mengakui 90% dari mereka memiliki wacana untuk membuka coffee shop sendiri. “10% lainnya biasa hanya sekadar iseng, atau ingin mengerjakan tugas sekolah. Kami tidak membatasi orang yang ingin belajar kopi dari segi usia; bahkan ada beberapa siswa SMP yang mengikuti kelas kami. Ekspektasi kami sederhana, agar para peserta lebih open minded sekaligus meningkatkan apresiasi peserta akan kopi specialty,” tutur Willy


Tentu saja, sebuah sekolah yang baik memberikan lebih dari sekadar ilmu. ABCD terkenal memiliki komunitas jaringan kerjasama keluarga besar lulusan ABCD, mereka menamakannya ABCD Extended Family. “Harus saya akui, murid-murid di batch awal ABCD di Pasar Santa seperti memiliki kebanggaan tersendiri sebagai lulusan ABCD. Merekalah yang mengusung nama ABCD dimana-mana. 


Sebisa mungkin, kami juga menjaga hubungan dengan para murid dengan cara mengunjungi ketika mereka membuka coffee shopnya masing-masing. Ada banyak manfaat dari networking ini, bahkan yang menjadi arsitek hingga kontraktor tempat ini adalah para murid kami,” tegas Willy.


ABCD School of Coffee
Jl. RP. Soeroso No.22, Cikini, Kec. Menteng, Kota Jakarta Pusat 10330, abcd.coffee/classes/

0 0
Feed