Sake+

For the Sake of Sake

When we thought about sources for this cocktail issue, the name Sake+ was already in our mandatory visit list. In a few visit, in addition of impressed by Chef Kawamura Toshinobu’s cooking skill, we’re hard pressed to find similar Sake+’s sake cocktail in other places.


Actually, Sake+ is closely related to Vin+. ”We started with Vin+ that focuses on wine, meanwhile we also have wide array of sake collection, why not make similar concept? Then we have Sake+. I would say, we have the widest range of sake products in Indonesia. We even supply to leading 5 star hotels and 80% of Japanese restaurants that serve sake,” said Gusti PBA, Sake+’s Bar Manager. At the time, they’re busy preparing the grand launching of new Sake+ outlet in Plaza Senayan Arcadia that will become one with the older Vin+ outlet.


Of course, sake has its own world that requires specific knowledge. “Basically, you can tell the quality of sake from its polishing rate. You see it on the bottles, it will have numbers such as 70%, 50%, or 23%. The lower the number, the better the quality. For example, 50% polishing rate means that from a single grain of rice, they throw away 50% of the outer layer, and you’ll end up with the core,” explained Gusti.


It results in various category names in sake, from Junmai Daiginjo, Junmai Ginjo, to Honjozo. “For polishing rate under 50%, you can say it belongs to premium category. For example, sake with 8% polishing rate worth around Rp 10 million+ per bottle,” said Gusti while mentioning other favorite sake brands in Sake+ such as Dassai, Born, Tatenokawa, and Umenoyado. 


Sake Cocktail


It’s quite confusing indeed, that’s why this time, we’ll focus on the Sake+ sake cocktail line. “From the beginning, it was designed as sake cocktail, not cocktail sake. Which translates to, from the first sip to the after taste, people have to find dominant sake flavor, not the other liquors. This is our main challenge: finding the taste balance, also to find unique combinations from the commonly used ingredients in Japanese cooking, like yuzu or oba,” stated Gusti.


In addition, sake cocktail was also desgined to complement Sake+s food that mainly consist of raw meat, raw fish, and some grilled items, served with the umami shoyu. No wonder, most of sake cocktails share the same traits: refreshing and acidic, it will cleanse your palate from the fishy taste that you normally get from raw fish.


If this is your first time in Sake+, just order their best sellers: Kyuri+ and Gintoki. Kyuri+ (dry sake, casis syrup, strawberry, lime juice) is appointed as the place’s signature cocktail. What caught our eyes, was that instead of using traditional shot glass, they make their own using kyuri (Japanese cucumber)


For us, sashimi and Kyuri+ is a classic combination! Imagine steak and Shiraz! Meanwhile, Gintoki (gin, sake, elderflower syrup, lemon juice) is slightly more aromatic with the acid from lemon juice and distinct elderflower aroma. We recommend you to pair it with heavier tasting dishes, like tempura.


Sake+ also offers some favorite sake cocktails. From Fukiya (dry sake, strawberry fruit, lemon juice) that’s quite populer among women, thanks to its sweeter taste, and then Niwatoko (rum, sake, elderflower, yuzu) that has bright, acidic taste from yuzu, Japanese expatriates really enjoy sour drink, mind you.


For fans of gentleman’s cocktails, like Old Fashioned or Manhattan, it would be wise to order Young Yakuza (choya, bourbon, cherry). Choya is actually umeshu drink, made of fruit similar to apricot and plum. Along with bourbon, vermouth, and a bit of orange bitters, perhaps Young Yakuza is the most “masculine” drinks of the bunch, and it will be perfectly paired with heavy sauce, such as curry


With its refreshing taste, sake cocktail can be easily enjoyed by just anyone. You don’t even need to learn about sake to enjoy it, especially if you find the right food pairing. Of course, you can always ask the bartender for the pairing recommendations whenever you’re in doubt. Along with its unique taste, sake cocktail sparked our interest to dig deeper to the world of sake. A topic for next year’s issue, perhaps?



==================================================================================================================================================


Ketika kami memikirkan narasumber untuk edisi cocktail kali ini, nama Sake+ merupakan salah satu tujuan wajib kami. Dalam beberapa kali kunjungan, selain terkesan dengan keahlian Chef Kawamura Toshinobu, konsep sake cocktail yang disajikan di Sake+ agak sulit kami dapatkan di tempat lain.


Sake+ memiliki hubungan erat dengan Vin+. “Awalnya kami sudah memiliki outlet Vin+ yang fokus pada wine, sementara kami juga memiliki banyak koleksi sake, mengapa tidak sekalian membuat konsep serupa? Jadilah Sake+. Bisa dibilang, kami memiliki koleksi sake terlengkap di Indonesia. Kami bahkan memasok ke banyak hotel bintang 5 dan 80% restoran Jepang yang menyediakan sake,” kata Gusti PBA, Bar Manager Sake+. Bahkan, saat ini mereka tengah mempersiapkan grand opening outlet Sake+ di Plaza Senayan Arcadia yang digabung dengan Vin+ yang lebih dulu hadir.


Tentu saja, sake merupakan sebuah dunia yang membutuhkan pemahaman tersendiri. “Pada dasarnya, yang menentukan kualitas sake adalah polishing ratio. Anda bisa melihatnya di kemasan botol sake, biasa tertulis angka 70%, 50% atau 23%. Semakin rendah angkanya, semakin tinggi kualitas sake. Sebagai contoh, polishing rate 50% artinya dari sebutir beras, 50%nya bagian luarnya dibuang, sehingga Anda mendapatkan sari beras,” jelas Gusti.


Ini yang menyebabkan beberapa nama kategori sake, mulai dari Junmai Daiginjo, Junmai Ginjo, hingga Honjozo. “Untuk polishing rate di bawah 50% bisa masuk ke dalam kategori sake premium. Contohnya, sake dengan polishing rate 8%, harga sebotolnya bisa mencapai Rp 10 juta ke atas,” kata Gusti, sambil menceritakan beberapa nama brand sake favorit di Sake+ seperti Dassai, Born, Tatenokawa, dan Umenoyado. 


Sake Cocktail

Cukup memusingkan memang, namun kali ini, kami akan berfokus pada sake cocktail yang menjadi andalan di Sake+. “Dari awal, produk ini didesain sebagai sake cocktail, bukan cocktail sake. Artinya pada first sip hingga after taste, orang harus menemukan rasa sake yang dominan, bukan liquor lainnya. Inilah tantangan utama kami: mencari keseimbangan rasa sekaligus mencari kombinasi rasa unik dari bahan-bahan yang banyak digunakan di masakan Jepang seperti yuzu dan oba,” tegas Gusti. 


Sake cocktail didesain untuk menjadi pairing makanan di Sake+ yang banyak menyajikan daging ikan dan sapi mentah, dan beberapa makanan yang dipanggang dan disajikan menggunakan kecap Jepang (shoyu) yang gurih Tidak heran, mayoritas sake cocktail memiliki rasa yang menyegarkan dan asam yang bisa menyapu aroma fishy yang sering Anda dapatkan dari ikan mentah.


Jika ini adalah kunjungan pertama Anda ke Sake+, langsung saja pesan sake cocktail andalan mereka Kyuri+ dan Gintoki. Kyuri+ (dry sake, casis syrup, strawberry, lime juice) didaulat sebagai signature cocktail Sake+. Uniknya, mereka tidak menggunakan shot glass biasa, melainkan timun Jepang (kyuri) yang dibentuk menyerupai shot glass.


Bagi kami, sashimi dan Kyuri+ merupakan sebuah kombinasi klasik! Bayangkan steak dan wine Shiraz! Sementara Gintoki (gin, sake, elderflower syrup, lemon juice) adalah sake aromatik dengan rasa asam dari lemon juice dan aroma elderflower. Cocok untuk disandingkan untuk makanan yang lebih berat seperti tempura.


Sake+ juga menyajikan beberapa sake cocktail yang menjadi favorit. Mulai dari Fukiya (dry sake, strawberry fruit, lemon juice) yang populer di kalangan wanita dengan rasanya yang cenderung manis, lalu Niwatoko (rum, sake, elderflower, yuzu) yang mengedepankan rasa asam dari yuzu yang menjadi favorit para ekspatriat Jepang.


Bagi penggemar gentleman’s cocktail seperti Old Fashioned atau Manhattan, mungkin lebih tepat jika Anda memesan Young Yakuza (choya, bourbon, cherry). Choya merupakan minuman berjenis umeshu yang terbuat dari buah sejenis plum dan apricot dari Jepang. Ditambah dengan bourbon, vermouth, dan sedikit orange bitter, mungkin Young Yakuza adalah minuman paling “maskulin” di sini, cocok disandingkan dengan saus yang lebih berat, seperti kari.


Dengan rasanya yang cenderung menyegarkan, sake cocktail begitu mudah dinikmati siapa saja. Anda tidak perlu belajar soal sake untuk menikmatinya, terlebih jika Anda menemukan food pairing yang tepat. Tentu saja, akan selalu ada bartender yang membantu jika Anda ragu. Selain rasa yang unik, sake cocktail membuat kami semakin penasaran untuk mempelajari sake lebih dalam. Sebuah topik untuk edisi tahun depan mungkin?


SAKE+
Jalan Senopati No. 54, Kebayoran Baru, Jakarta 12110
Phone: +6221 725 0002,
www.sakeplus.com

0 0
Feed